KISAH LELUHUR JAWA PADA ZAMAN SEBELUM NABI ADAM

Kisah Ketika Tuhan Menciptakan dan Menyerahkan Kepemimpinan Kepada Makhluk

Pada mulanya belum ada yang diciptakan oleh tuhan. Saat itu masih berupa ruang ketiadaan, dimana yang ada hanyalah zat tuhan.

Kisahnya itu ketika tuhan belum menciptakan sesuatu apapun (gambarannya hanya ruang kosong/ketiadaan saja), dimana yang ada hanyalah tuhan sendiri, kemudian tuhan menciptakan seluruh makhluk dan masih berupa “sejati”, dari yang tidak ada sama sekali, tiba tiba menjadi ada, dan bentuk sejati itu bulat hitam, lebih hitam dari ketiadaan, dan awalnya semua sejati itu sama besar.

Kemudian ada satu sejati dari sekian banyak sejati, yang telah mampu “beraktivitas” seperti berfikir, melihat, berbicara dll, yang dalam kesadaran sejatinya itu dia hanyalah melihat kesekelilingnya dan mendapati banyak sejati sejati makhluk yang lain, tetapi belum mampu beraktivitas.

Kemudian dia mulai bertanya kepada dirinya sendiri, mengenai siapa yang menciptakannya, mencari tuhannya, dan pada akhirnya dia melihat sesuatu yang muncul tiba tiba, berupa sesuatu yang hitam (kurang hitam dibandingkan sejati makhluk, tetapi lebih hitam dibandingkan ruang ketiadaan) dan agak mengkilat (didalam islam disebut lumpur hitam sedangkan diinjil disebut samudera raya). Itulah bahan dasar alam semesta. Ketika dia melihat sesuatu yang muncul tiba tiba, dari yang awalnya tidak ada sama sekali kemudian menjadi ada, maka dia menyadari kalau kejadian itu merupakan proses penciptaan (dari yang tidak ada sama sekali, tiba tiba menjadi ada).

Kemudian dari permukaan bahan dasar alam semesta tersebut, sebagian kecil berpisah keluar dan membentuk sepasang naga, dan kemudian berubahlah bahan dasar alam semesta tersebut menjadi badan sepasang naga, yang satu laki laki dan yang satu perempuan. Kemampuan badan sepasang naga tesebut adalah mampu mengubah ubah bahan dasar alam semesta menjadi perputaran energi. Dan kemudian tersingkronlah dua buah sejati dengan badan naga tadi, sehingga itulah awal pertama tuhan menetapkan makhluk memakai badan (meskipun badan naga).

Kemudian tuhan berfirman kepada semua makhluk, bahwa sementara ini (maksudnya hingga tuhan yang memimpin nanti), kepemimpinan kehidupan makhluk baik diluar dan didalam alam semesta diserahkan kepada makhluk yang bisa menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh sehingga bisa menghancurkan segala alam semesta yang telah berubah dari yang berupa putaran energi, menjadi bahan dasar alam semesta kembali. Melalui kekuatan sejatinya serta dibantu sepasang naga (diislam naga laki disebut yajuj sedangkan naga perempuan disebut majuj) untuk mengubah ubah bahan dasar alam semesta agar makhluk lebih menikmati hidupnya. Kemudian setelah itu tuhan diam.

Jadi sejati makhluk yang sudah beraktivitas tersebut, ternyata mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh, sehingga dialah yang memimpin kehidupan makhluk untuk sementara. Dialah saat ini berupa sejati makhluk yang paling besar, yang sedang menantang semua tuhan untuk mengujinya, dan dialah PANGLIMA PERANG ALIRAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA.

Dibawah kepemimpinannya, dan dibantu sepasang naga, maka dia menulis badan makhluk yaitu badan malaikat, dan dibuatlah alam makhluk yaitu alam malaikat. Setelah sebagian makhluk sejatinya telah tersingkron dengan badan malaikat, maka dia mengatakan agar MAKHLUK BERSUJUD KEARAH KETIADAAN YAITU KELUAR ALAM SEMESTA, karena pada ketiadaan itulah yang ada hanyalah zat tuhan saja, sedangkan pada tempat yang sudah ada zat lain, maka zat tuhan itu tumpang tindih dengan zat lain tersebut sehingga zat tuhan itu SEPERTI KETIADAAN dan zat tuhan itu ADA DIMANA SAJA.

Itulah titah yang dikatakan oleh makhluk yang pertama kali memimpin seluruh kehidupan makhluk.

Dalam perjalanan waktu, dimana malaikat terus bersujud, pada akhirnya malaikat malah mengambil kesimpulan salah, yaitu menduga bahwa suara yang mereka dengar yang menyuruh bersujud kearah ketiadaan adalah suara tuhan, padahal jelas bahwa suara yang menyuruh bersujud adalah suara makhluk yang saat itu menjadi pemimpin seluruh makhluk. Saat kejadian itu, kemampuan sejati makhluk yang menjadi pemimpin seluruh makhluk tadi, ternyata sudah tidak mampu lagi menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh. Meskipun masih bisa beraktivitas dengan sejatinya, tetapi dia sudah tidak bisa lagi menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh untuk mengubah alam semesta yang sudah berubah berupa putaran energi menjadi bahan dasar kembali. MAKA SECARA OTOMATIS BUKAN DIA LAGI YANG SEHARUSNYA MEMIMPIN SELURUH KEHIDUPAN MAKHLUK.

Ketika makhluk yang memimpin seluruh kehidupan makhluk tadi, kehilangan kekuatannya, ternyata ada satu orang makhluk yang menjadi bisa untuk melakukannya, yaitu mengubah alam semesta yang telah berubah berupa putaran energi menjadi bahan dasar kembali dengan kekuatan sejatinya secara penuh. Dialah naga perempuan (ma’juj). Saat terjadinya kesalahan dari kesimpulan malaikat terhadap suara tuhan yang saat itu dipimpin oleh panglima perang kami, maka majuj tadi mengucapkan dalam hatinya : “sudah tuhannya salah (maksudnya menyatakan klo malaikat sudah salah menduga siapa tuhan yang sebenarnya), ditambah lagi kehidupan malaikat GAK ENAK, hanya diam dan sujud terus!”

Maka panglima perang kami saat itu merasa bersalah, kemudian majuj tadi mengubah bahan dasar alam semesta menjadi badan seorang wanita YANG SANGAT CANTIK. Saat itu sejati si majuj sudah menunjukkan kemampuannya dimana telah memiliki dua badan, yang satu badan majuj, sedangkan yang satu lagi badan wanita yang sangat cantik. Ketika sejati si majuj tadi sudah tersingkron juga dengan badan wanita itu, maka melalui badan wanita itu dia berkata : “SINI LAH BIAR AKU YANG MENULIS” (maksudnya dia merampas sepasang naga atau yajuj dan majuj tadi dan dia berkeinginan agar dia yang mengatur alam semesta ini dengan mengambil yajuj dan majuj dari panglima perang kami). Kemudian dia berkata lagi sambil membuat seorang badan makhluk yaitu badan dewa brahma : “KITA BUAT AJA MAKHLUK INI (maksudnya brahma tetapi masih berupa manusia), BARANG SIAPA YANG MENGIKUTI DIA, AKAN KITA SIKSA AJA”.

Kemudian karena panglima perang kami tahu kalau makhluk itu jika tersiksa tentu tuhan akan sangat sedih, sedangkan dia gak tega merebut yajuj dan majuj dari tangan wanita itu karena dia gak sanggup menatap wajah wanita itu karena SANGAT CANTIK ditambah lagi memang sudah seharusnya si majuj tadi yang memimpin seluruh makhluk karena dialah saat itu yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh, pada akhirnya dia sengaja terjun kedalam alam semesta (dengan sejatinya saja) untuk menjaga makhluk yang baru saja dibuat badannya itu, yaitu dewa brahma.

Akibat panglima perang kami pergi meninggalkan wanita tersebut, maka wanita itu berkata : “AWAS KAMU, JIKA AKU MENEMUKANMU, AKAN AKU SIKSA KAMU”.

Setelah kejadian itu, maka dimulailah AJARAN AGAMA HINDU dengan wanita cantik itu yang menjadi pemimpin semua makhluk, dan dalam kisah kisah hindu selanjutnya, sebagian penitisan wanita tersebut adalah KRESNA, dewi sinta, resi begawangita, bambang sukrasana yang akhirnya memakai badan dewi citrawati, dll.

Seharusnya didalam agama hindu, makhluk yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh sampai sampai alam semesta yang telah diubah ubah akan berubah kembali menjadi bahan dasar alam semesta lagi bila bersentuhan dengan sejatinya, diberi gelar WISNU, TETAPI BERHUBUNG KARENA SETIAP WISNU TADI TURUN KEDUNIA DAN SEPASANG NAGA TADI AKAN MENGIKUTINYA, MAKA PARA RESI HINDU MENGAMBIL KESIMPULAN BAHWA JIKA ADA MAKHLUK YANG DIIKUTI OLEH SEPASANG NAGA (YAJUJ MAJUJ), MAKA MAKHLUK TERSEBUTLAH YANG DISEBUT SEBAGAI WISNU. Padahal belum tentu seperti itu. Dan dalam penelusuran kami kebelakang, ternyata yajuj dan majuj telah berkhianat dan tentu saja makhluk yang menjadi wisnu bisa salah duga.

Itulah salah satu yang membedakan antara TIMSUKSESTUHAN (Aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa) dengan agama Hindu.

Kisah diatas yang menjadi dasar kepemimpinan agama hindu dan juga dasar kepemimpinan zulkarnaen

Bersambung….

Lanjutan….

Kisah dewa brahma….

Setelah wanita cantik itu membuat badan makhluk lain yang baru, berupa badan manusia, yaitu badan brahma (sebelum brahma menjadi dewa), maka panglima perang kami melindungi badan brahma, agar tidak dilukai oleh wanita tersebut, atau tepatnya oleh si naga perempuan yaitu si majuj.

Dan pada waktu selanjutnya, wanita cantik tersebut membuat badan yang baru lagi, tetapi diperuntukkan kepada salah seorang malaikat yang sangat patuh, menjadi berbadan dewa siwa.

Jadi dari kisah ini sudah ada dua orang contoh makhluk yang memiliki dua badan, tetapi satu sejati, yaitu simajuj alias naga perempuan itu dengan badan yang satunya berupa badan wanita cantik itu, dan si malaikat yang paling patuh tadi dengan badan barunya yaitu badan dewa siwa. Malaikat yang patuh inilah atau dewa siwa inilah nantinya menjadi IBLIS. Tetapi panjang kisahnya… Jadi simak dahulu.

Dalam kisah selanjutnya, karena dendam si wanita cantik ini, ditambah lagi si wanita cantik ini, CINTA DENGAN NAGA LAKI yaitu SI YAJUJ maka dia mengutus naga laki (si yajuj) untuk bersemayam didalam badan dewa brahma, untuk membimbing dewa brahma, sekaligus mengawasi dan mencari pemimpin kami tersebut, sehubungan kepergian pemimpin kami itu karena ingin melindungi brahma.

Karena rasa cinta siwanita cantik ini kepada naga laki (si yajuj), maka dia mengharapkan suatu hari nanti naga laki ini, BISA JUGA MENGGUNAKAN KEKUATAN SEJATINYA SECARA PENUH, SEHINGGA NAGA LAKI INI YANG AKAN MENJADI PEMIMPIN SELURUH MAKHLUK, karena rasa cintanya kepada kekasihnya tersebut.

Tetapi sinaga laki ini tidak tahu, bahwa wanita cantik ini merupakan makhluk yang sama dengan si naga perempuan alias majuj.

Wanita cantik yang menjadi pemimpin seluruh makhluk tadi, mulai memerintahkan kepada sepasang naga itu, agar membuat badan badan baru lagi untuk makhluk yang lain, tetapi kemunculannya melalui kening si brahma, karena kelamin naga laki (yajuj) tadi telah berada pada kepala brahma. Termasuk dewa siwa yang ikut muncul juga melalui kening brahma. Padahal badan siwa itu sudah ada duluan sebelum keluar melalui kening brahma.

Tujuannya adalah membuat agar brahma mengira dirinyalah yang membuat badan makhluk makhluk yang lain itu, sehingga brahma merasa berkewajiban menjaga mereka. Di tambah lagi dengan adanya si naga laki, maka naga laki itu diharapkan membimbing brahma untuk mampu menjalani tanggung jawabnya. Dan tentu jika itu berhasil, si wanita cantik itu mengharapkan sinaga laki itu mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh, karena kebaikan kebaikannya ketika berhasil membimbing brahma.

Jadi sudah ada dua orang yang membantu brahma, yaitu sinaga laki, dan juga pimpinan kami.

Brahma tidak tahu siapa kedua makhluk yang sering membisikkan, dan memberikan saran kepadanya dalam mengambil keputusan, padahal kedua makhluk tersebut adalah si naga laki dan pimpinan kami.

Dalam perjalanan waktu dengan berbagai kisah kehidupan brahma dalam membimbing makhluk lain yang muncul dari keningnya, maka brahma, kebanyakan lebih memilih nasehat pimpinan kami, sehingga terkadang membuat tersinggung si naga laki, dan akibat keberhasilan brahma dalam mengatur kehidupan makhluk yang muncul dari keningnya, banyak malaikat yang memuji brahma, sehingga malaikat ingin agar brahma menjadi tokoh didalam kehidupan dialam malaikat juga, termasuk siwa yang mengagumi semua KEBIJAKSANAAN BRAHMA, sehingga tanpa di sadari dewa siwa, dia mulai jatuh cinta kepada brahma.

Akibat banyaknya pujian malaikat kepada brahma, tentu si wanita cantik itu resah, karena yang dia harapkan mendapat pujian adalah SI NAGA LAKI YANG TELAH BERSEMAYAM DI BADAN BRAHMA, sehingga ketika malaikat termasuk siwa, ingin agar brahma ikut dalam tokoh yang memimpin seluruh makhluk, maka wanita tersebut ingin menguji brahma apakah mampu melewati ujiannya yaitu melalui godaan nafsu.

Nah ketika wanita itu turun dihadapan brahma, maka brahma yang didalam semedinya, membuka matanya dan melihat kecantikan wanita itu, tetapi brahma mampu menahannya, MALAHAN naga laki itu yang tidak mampu menahan rasa tertariknya, sehingga ketika wanita itu pindah ke kanan brahma, maka si naga laki itu membuatkan wajah yang baru di kanan wajah brahma, agar naga laki tadi dapat melihat lagi wanita cantik itu melalui wajah yang dia buat dikanan wajah brahma, kemudian si wanita itu puas karena dia kira brahma gagal dalam ujian itu, kemudian wanita itu pindah kebelakang brahma, dan naga laki itu juga membuat wajah lagi dibelakang kepala brahma, dst, hingga ketika puaslah wanita itu menunjukkan bahwa brahma telah gagal, maka pergilah wanita itu kembali keatas langit, dan ketika pergi keatas, si naga laki ini, juga ingin terus melihat wanita tersebut dengan membuat wajah baru kepala brahma bagian atas, tetapi sehubungan siwa kecewa sekaligus cemburu, maka siwa turun dan langsung mengambil apa yang menjadi alat untuk brahma agar membuat wajah wajah barunya. PADAHAL YANG MEMBUAT WAJAH BARU BRAHMA DAN YANG TERTARIK DENGAN WANITA CANTIK INI SEBENARNYA BUKANLAH BRAHMA, MELAINKAN NAGA LAKI TERSEBUT.

Secara tiba tiba siwa langsung mencabut naga laki, yang dia kira alat yang dipakai si brahma itu, dan kemudian mengalungkannya dileher serta mengikatkan kelamin naga laki itu diubun ubun kepala dewa siwa, akibat rasa kecewa dan cemburu terhadap brahma.

Begitulah kisah akhir dari brahma yang tidak pernah menjadi pemimpin seluruh makhluk.

Bersambung….

Lanjutan kisah brahma….

Akibat perbuatan naga laki yang membuat wajah baru pada kepala brahma, sehingga membuat brahma terfitnah dan gagal, maka pimpinan kami menganjurkan agar badan brahma diubah jadi badan dewa, sehubungan saat itu para dewa yang telah lahir melalui kening brahma, telah menjadi para pemimpin makhluk termasuk malaikat.

ALASANNYA ADALAH UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN KETUHANAN YANG SELAMA INI DIAJARKAN KEPADA BRAHMA, MENGENAI SIAPA TUHAN ITU DAN TERMASUK JUGA BAGAIMANA JALAN YANG BAIK MENGHADAPI KEHIDUPAN SAAT ITU (meskipun pimpinan kami mengajarkannya dengan cara menawarkan dan meminta brahma sendiri yang memilih keputusan yang tepat).

Dengan brahma menjadi salah tokoh pemimpin termasuk memimpin malaikat, maka tentu mempermudah menyelesaikan permasalahan ketuhanan ini.

Dari sini sebenarnya brahma sudah tahu ajaran aliran kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa, dan terbukti pada masa kedewataan, brahma tetap memegang teguh bahwa tuhan itu satu. Dan bukan dewa itu sebagai tuhan.

Kemudian brahma berhasil menggunakan kekuatan sejatinya, seperti nasehat pimpinan kami, kemudian mengubah badannya sendiri menjadi badan dewa, dengan sejatinya.

NAH..DARI KISAH INI MENUNJUKKAN BAHWA “”SEJATI MAKHLUK”” TANPA BANTUAN SEPASANG NAGA ITU, MAMPU MENGUBAH BADAN YANG AWALNYA BADAN MANUSIA MENJADI BADAN DEWA.

Dewa brahma lah makhluk yang pertama kali, mengubah badannya sendiri yaitu badan manusia menjadi badan dewa.

Sehingga dengan badan brahma berubah menjadi badan dewa, maka otomatis brahma tentu akan menjadi tokoh yang boleh dalam pengambilan keputusan terhadap keputusan mengenai kehidupan makhluk.

Para dewa menjadi tokoh yang menjadi pemimpin seluruh makhluk ini, HARUS MEMILIKI CIRI ATOM YANG SAMA DENGAN WANITA CANTIK ITU. Makanya ketika brahma berhasil mengubah badan manusianya menjadi badan dewa maka otomatis brahma “HARUS” dianggap sebagai salah satu yang berhak mengambil keputusan yang sama dengan DEWA DEWA LAINNYA.

Dalam kisah tadi, wanita cantik itu yang merupakan naga perempuan alias majuj, merupakan dewi yang dikenal sebagai pasangan dewa siwa.

Selanjutnya adalah kisah penitisan brahma sebagai nara dan dimulainya kisah cinta antara siwa dan brahma atau nara dan narayana.

Bersambung……….

Lanjutan…

Setelah brahma menjadi dewa dengan mengubah badannya sendiri dengan kekuatan sejatinya, maka brahma menjadi orang ketiga yang berhasil menggunakan kekuatan sejatinya, tetapi belum secara penuh, sehingga brahma saat itu belum layak juga sebagai pemimpin seluruh makhluk, sesuai ajaran kami, aliran kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa.

Nah dari masa saat ini juga, ternyata wanita cantik yang telah menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh, telah mengajarkan sesuatu yang beda dengan ajaran awal, dimana dia menetapkan bahwa makhluk yang seperti dia (berbadan dengan atom seperti dia) maka disebut sebagai pemimpin seluruh makhluk. Sehingga semua makhluk, siapapun yang atom penyusun badannya seperti wanita ini, diberi gelar sebagai dewa, dan menjadi ciri sebagai pemimpin seluruh makhluk.

Sedangkan dikalangan khusus para dewa, dia mengajarkan bahwa pemimpin para dewa itu adalah makhluk yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh dan diberi gelar sebagai WISNU, sehingga dia seperti membuat sayembara kepada seluruh dewa untuk mampu melakukan hal itu, jika ingin menjadi pemimpin seluruh dewa. Dan dia menetapkan bahwa sepasang naga itu, harus selalu membantu wisnu ini selama memimpin.

Hal ini dia lakukan karena bertanya kepada brahma bagaimana cara dia mengubah badannya yang awalnya badan manusia, menjadi badan dewa.

Jadi sebenarnya sudah ada 4 orang makhluk yang tahu, kisah mengenai pemimpin seluruh makhluk yang seharusnya, sesuai kisah ajaran kami, yaitu pimpinan kami, sepasang naga itu (termasuk wanita cantik itu) dan dewa brahma yang telah mengetahui dari pemberitahuan pimpinan kami.

“”””SEBENARNYA SIAPAPUN YANG BERHASIL MENGGUNAKAN KEKUATAN SEJATINYA SECARA PENUH, TANPA DIAJARKAN SEKALIPUN, ATAU DIBERI TAHU, MAKA ANDA AKAN TERINGAT SUARA TUHAN ITU KETIKA MENITAHKAN KEPEMIMPINAN SELURUH MAKHLUK KEPADA MAKHLUK YANG MEMILIKI CIRI SEPERTI AJARAN KAMI, termasuk anda disini jika anda sudah memakai sejati anda sendiri”””

Akibatnya dimulailah persaingan antar dewa untuk mencoba menjadi pemimpin para dewa.

Tetapi disini dimulai kisahnya, bukan sebagai dewa, tetapi mereka harus turun sebagai manusia dan mengajarkan kebaikan kebaikan sehingga dengan kebijakannya tersebut maka tentu diharapkan bisa membuat mereka berhasil menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh. Sekaligus memimpin kehidupan makhluk makhluk yang telah muncul sebelumnya melalui kening brahma tadi.

Setelah itu maka brahma menitis sebagai NARA sedangkan SIWA MENITIS SEBAGAI NARAYANA.

Ketika brahma dan siwa dahulu semasa menjadi dewa, siwa sering menanyakan juga mengenai pengetahuan brahma akan tuhan, sehingga siwa juga sebenarnya menyetujui akan ketuhanan yang diyakini oleh brahma. Tetapi, yang namanya perempuan, meskipun siwa ini berbadan laki tetapi sebenarnya adalah perempuan, tentu sangat tertarik sekali jika dia dan brahma menjadi pemimpin seluruh makhluk.

Makanya ketika brahma menitis sebagai nara, kemudian siwa dengan bantuan naga laki yang siwa ambil dari brahma saat dahulu, membuat bayangan nara “””seperti”” berubah menjadi badan yang kembar dengan nara.

Kemudian saat itu :
nara bertanya : kamu siapa ?
Narayana menjawab : kamu nara, hihihi, sedangkan aku narayana hihihi.

Sambil tersenyum siwa atau narayana itu menjawab pertanyaan nara alias brahma.

Dalam perjalanan kehidupan mereka sebagai nara dan narayana, siwa/narayana sering memotong pembicaraan nara dalam menasehati makhluk lain yang hidup sebagai manusia, tetapi brahma/nara tidak tersinggung karena saat itu brahma sudah bisa menggunakan kekuatan sejatinya sehingga mampu membaca pikiran narayana(siwa), bahwa narayana berniat begitu agar nara(brahma) berhasil menjadi wisnu dan tentu dia berharap juga agar dirinya menjadi pasangannya.

Saat saat akhir perpisahan mereka, mereka membicarakan ketuhanan dan sejati makhluk itu apa, sehingga narayana belajar banyak kepada nara karena saat itu nara sudah mampu memakai kekuatan sejatinya. Kemudian karena narayana telah diberitahu oleh nara siapa tuhan yang sebenarnya maka narayana berdoa kepada tuhan yang maha esa untuk membantu BRAHMA ATAU NARA MENJADI MAKHLUK YANG MAMPU MENGGUNAKAN KEKUATAN SEJATINYA SECARA PENUH, SEHINGGA JIKA TERKABUL PERMINTAANNYA, DAN NANTINYA KETIKA BRAHMA MENJADI PEMIMPIN SELURUH MAKHLUK TERMASUK PARA DEWA , DIA AKAN MEMBANTUNYA SEBAGAI PASANGANNYA UNTUK MERANCANG BAGAIMANA PERUBAHAN ALAM SEMESTA INI MENJADI BADAN DAN ALAM MAKHLUK YANG LEBIH BAIK DIBANDINGKAN ZAMAN MEREKA SAAT ITU.

Dari mulai saat inilah baik brahma maupun siwa sudah saling mencintai.

Kemudian mereka semedi dan tentu brahma meminta tolong kepada pemimpin kami bagaimana caranya, sejatinya itu bisa dia gunakan secara penuh, sehingga alam semesta yang telah berubah, jika bersentuhan akan berubah menjadi bahan dasar lagi. Saat itu tentu brahma harus pergi keluar alam semesta untuk memepelajarinya, karena jika tetap berada didalam alam semesta maka tentu alam semesta ini akan hancur karena bersentuhan dengan sejati brahma, jika brahma berhasil.

Kemudian nara (brahma) mengucapkan perpisahan karena harus mempelajarinya diluar alam semesta, agar tidak bersentuhan dengan alam semesta sehingga jika nara (brahma) berhasil tentu tidak akan menghancurkan alam semesta ini.

Dan nara/brahma pun pergi dengan mengubah badannya menjadi udara.
Sedangkan narayana saat itu masuk kedalam bumi sambil mempelajari bagaimana sifat sifat alam semesta ini, sehingga dia nantinya bisa membantu brahma atau nara ketika menjadi pemimpin seluruh makhluk.

Badan narayana inilah yang sering kita kenal dengan nama “DEWI PERTIWI” atau IBU BUMI.

Kisah selanjutnya adalah kisah dimana brahma berhasil dan menitis sebagai RAJA JAWA YAITU ARJUNA SASRABAHU, sedangkan siwa alias narayana sebagai DEWI CITRAWATI…

bersambung……

Lanjutan….
Kisah arjuna sasrabahu dan kisah dewi citrawati

Brahma yang telah mengubah badannya sendiri ketika sebagai nara, menjadi udara biasa, kemudian kembali mengendalikan badan dewanya yaitu badan brahma, kemudian dia pergi lagi, meninggalkan badan dewanya itu yaitu badan dewa brahma, dan dengan kekuatan sejatinya dia keluar alam semesta ini untuk mempelajari bagaimana “MENGGUNAKAN KEKUATAN SEJATINYA SECARA PENUH”, sehingga dia bisa mewujudkan cita cita wanita yang dia cintainya itu, sebagai pemimpin seluruh makhluk.

Brahma kemudian berbicara dengan pimpinan kami (aliran kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa) yang dahulu pernah menjadi makhluk yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh.

Dia menceritakan kisahnya dahulu, ketika dia tersadar dari “tidurnya” dan melihat kita semua yang masih berupa sejati makhluk, yang sama seperti dia juga, tetapi belum bisa bergerak, berpindah, dll. Saat itu pimpinan kami menceritakan kepada brahma, bahwa dia menyadari dirinya tidak sendirian diruang ketiadaan ini, masih sangat banyak sekali makhluk yang masih berupa sejati hanya saja masih “tertidur”. (ya…klo diislam sesuai dengan surat alinsan ayat pertama)

Dalam kesendirian itu, dimana makhluk lain masih “tertidur”, dia mencari siapa yang menciptakan dirinya, siapa yang menciptakan semua ini, dan semakin lama semakin besarlah rasa rindunya kepada sang penciptanya, hingga terkadang muncul kesedihan yang mendalam karena kesepiannya dan juga karena makhluk yang lain masih tertidur.

Pada saat rasa kesepian dan rindu yang besar kepada tuhannya, dia melihat kearah ketiadaan dan dia melihat “tiba tiba” muncul suatu benda hitam yang lebih hitam dari ketiadaan dan agak mengkilat, dia mendekati benda hitam tersebut, menyentuhnya dan membandingkan dengan ruang ketiadaan itu, serta membandingkan juga dengan sejati makhluk yang lain, serta juga membandingkan dengan dirinya sendiri. Hasilnya sungguh berbeda. Saat dia berfikir mengenai benda hitam yang aneh itu, tidak padu seperti sejati makhluk, maka dia tersadar bahwa apa yang dia lihat akan kemuculan tiba tiba dari tiada, merupakan suatu PENCIPTAAN.

Dia gembira, sangat senang bahwa dia melihat sendiri kuasa tuhannya yang telah menciptakan dirinya, karena dia yakin, HANYA TUHANLAH yang mampu berbuat seperti itu.

Kemudian kisah ini sama dengan kisah yang sudah kami ceritakan :

https://timsuksestuhan.wordpress.com/2013/09/20/kisah-ketika-tuhan-menciptakan-dan-menyerahkan-kepemimpinan-kepada-makhluk/

Kemudian setelah brahma mendengar kisah dari pimpinan kami, maka brahma bersemedi “HANYA DENGAN SEJATINYA DOANG”, dia mencoba menghayati bagaimana sejati makhluk itu mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh dan dia mencari “hubungan antara kekuatan sejati secara penuh dengan kisah kehidupan pimpinan kami ketika tersadar/bangun, bergerak, berfikir dll hingga dia mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh”

Dalam waktu yang panjang, brahma akhirnya mengetahui bahwa, rasa rindu yang sangat besar kepada tuhanlah, yang menghasilkan SEMANGAT yang kuat, yang pada akhirnya makhluk itu mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh.

Dalam perjalanan kisah ini, sebenarnya panjang waktu yang terlewati, brahma sering kembali, memakai badan dewanya lagi, menjalani kehidupannya sebagai dewa, kemudian semedi lagi untuk keluar alam semesta, agar bisa semedi dengan sejatinya doang, kemudian kembali menjadi dewa lagi dst sehingga DEWA BRAHMA BERHASIL MENJADI WISNU.

Begitu jugalah dengan kisah siwa yang sudah juga memakai badan narayana, yang masuk kedalam bahan dasar alam semesta (kedalam bumi), tetapi berbeda caranya dengan dewa brahma. Karena brahma menggunakan kekuatan sejatinya untuk mengendalikan banyak badan, sedangkan siwa maupun dewa lain masih menggunakan nur rasa yang dihubungkan dengan ruh untuk mengendalikan banyak badan.

Bumi saat ini beda dengan bumi zaman dahulu, karena bumi zaman dahulu kebanyakan diubah pada permukaannya, sehingga permukaannya itu banyak terdapat alam semesta yang sudah diubah, yang belum diubah, masih ada cukup banyak juga dan saling bercampur. Sedangkan dibawah lapisan tanah pada bumi zaman dahulu itu, masih terdapat bahan dasar alam semesta. Makanya para dewa yang sudah menitis menjadi manusia seperti kisah zaman mahabharata mampu menggunakan kekuatan senjata seperti paso pati dll karena ALAM MANUSIANYA ZAMAN MAHABHARATA MASIH TERDAPAT BAHAN DASAR ALAM SEMESTA YANG BELUM DIUBAH pada udaranya, tanahnya, dll.

Jika mereka berada pada alam kita saat ini, tentu dia akan kesulitan untuk mengubahnya menjadi senjata seperti pasopati dll, karena alam kita ini sangat sedikit jumlah bahan dasar alam semesta yang belum berupa putaran energi.

Bumi yang kita tinggali saat ini sudah berbeda. Alam semesta yang sudah diubah menjadi putaran energi, yang dahulu biasanya, masih bercampur juga, dengan bahan dasar alam semesta yang belum berupa putaran energi terdapat pada bumi zaman sebelum adam, sedangkan pada bumi kita ini sudah gak bercampur seperti model bumi zaman dahulu. Makanya klo mau melihat dimana lautan bahan dasar alam semesta ini, tentu diatas langit sebab kejadian berpisahnya alam semesta yang sudah diubah maupun yang belum diubah dikisahkan pada KITAB KEJADIAN DIINJIL.Itulah mengapa bumi kita berbeda dengan bumi lain zaman sebelum adam.

Tetapi kitab kejadian injil itu, sebenarnya bumi kita ini sudah ada duluan (alias SUDAH DIUBAH DULUAN SEBELUM DIUBAH LAGI OLEH ALLAH), hanya saja tuhan agama kristen maupun islam maupun yahudi dll, memisahkan “bahan dasar alam semesta yang sudah berupa putaran energi (alam semesta yang sudah diubah)” berpisah dengan alam semesta yang masih berupa bahan dasar (alam semesta yang belum diubah).

Lalu siapa yang mengubahnya terlebih dahulu sebelum allah yang mengubahnya????

Baca alquran deh… Dialquran tuh juga khan makhluk yang ingin membuat bumi itu baik oleh makhluk lain!!!

Siapa ya makhluk itu???

Nantilah kita cerita hal itu karena masih belum masuk sampai kesana…..

Bersambung…..

Lanjutan…
Kisah RAJA JAWA ARJUNA SASRABAHU dan kisah DEWI CITRAWATI…

Kembali kita ke narayana alias siwa yang telah memiliki tiga badan, yaitu badan malaikat, badan dewa yaitu siwa dan badan manusia yaitu narayana.

Saat siwa membuat bayangan nara (SEPERTI BERUBAH) menjadi narayana (PADAHAL DIA HANYA MENGUBAH ATOM UDARA MENJADI BADAN NARAYANA), siwa juga membuat badan narayana itu, memiliki kemampuan yang sama dengan naga laki alias majuj, sehingga badan narayana dibuat seperti ada badan naga yang bersemayam pada lengan narayana, dan tentu saja dengan lengannya itu, narayana memiliki kemampuan yang sama dengan naga laki tersebut.

Dengan kemampuan yang sudah ada pada badan narayana, dan sambil mempelajari bagaimana proses perubahan alam semesta ini, narayana masuk kedalam bumi yang masih berupa bahan dasar itu, kemudian belajar melakukan eksperimennya sendiri.

Dalam pembelajaran tersebut, narayana sering “SEPERTI” berbicara sendiri, dan pimpinan kami juga bingung kepada siapa narayana itu berbicara, sehubungan brahma setiap sebelum semedi dengan sejatinya doang, dia selalu bertanya kepada pimpinan kami mengenai keadaan narayana ketika berada didalam bumi, yaitu didalam bahan dasar alam semesta.

Lama sekali, barulah pimpinan kami menyadari bahwa TUHAN YANG SEBENARNYALAH yang mengajari narayana, bagaimana rancangan rancangan, hukum hukum sifat sifat alam semesta ini, jika diubah ubah, menjadi “ini dan itu”.

Nah semasa pembelajaran inilah, narayana sering membuat bahan dasar alam semesta menjadi bumi yang lain lagi, sehingga didalam bumi yang berupa bola, maka didalamnya yang berupa lautan bahan dasar alam semesta, para dewa bisa menemukan bumi bumi yang lain. Dan para dewa KEBINGUNGAN KENAPA BISA SEPERTI ITU. Ya itu semua KERJAANNYA si narayana alias dewi pertiwi.

nah…. Bumi yang kita tinggali ini juga dibuat ama narayana alias dewi pertiwi, alias dewa siwa alias iblis yang membuatnya melalui kekuatan badan narayana.

Awalnya dewi gangga yang membuatnya untuk menjadi tempat tinggal rahwana dimana dewi gangga membuat badan barunya sebagai rahwana untuk mengalahkan bambang sumantri, kemudian saat dewa siwa sebagai iblis diubahnya menjadi lebih indah, dengan bantuan sepasang naga (tetapi kisah iblis mengubah bumi kita ini sejak dimulainya zaman nabi adam).

Liat aja kitab kejadian pada injil, itu menunjukkan buminya udah ada duluan, dan kitab kejadian injil itu, hanya memisahkan antara alam semesta yang udah diubah dengan alam semesta yang belum diubah.

Nah pada bumi zaman nara dan narayana ini, manusia banyak mempelajari mengenai ketuhanan. Terutama para dewa itu yang sering mengajarinya, sehubungan para dewa itu, juga ingin menjadi wisnu alias pemimpin seluruh makhluk termasuk.

Ada tiga ajaran besar saat itu, yaitu ajaran brahma dengan ketuhanan yang maha esa dimana tidak membedakan antara sesama makhluk, kedua ajaran siwa, yaitu lebih mengutamakan bagaimana kita dalam menjalani hidup, baik terhadap manusia maupun dewa, dan yang ketiga yaitu ajaran wanita cantik itu dimana mengutamakan keunggulan dan pentingnya para dewa dalam menata kehidupan seluruh makhluk.

Dari sinilah siwanita cantik itu, mengangkat dewa indra sebagai raja para dewa sehubungan belum ada dewa yang berhasil menjadi wisnu. Ditambah lagi dewa indra sebenarnya adalah naga laki yang memakai badan dewa alias si yajuj.

Nah…banyak pengikut brahma yang pada akhirnya mampu menggunakan kekuatan sejati, sehingga manusia itu bisa melihat langsung kondisi kehidupan dewa maupun menelusuri keseluruh alam semesta dengan menggunakan kekuatan sejatinya, hanya saja karena brahma mengajarkan BAHWA SEMUA MAKHLUK SAMA, serta agar makhluk itu saling menghormati, dan tidak boleh saling meninggi maka banyak dari manusia manusia yang sudah memiliki kesaktian tersebut, tidak menunjukkan kesaktiannya di kehidupan mereka.

Nah ketika ketiga agama ini ada dalam masa kehidupan setelah zaman nara dan narayana, maka dimulailah zaman dimana makhluk makhluk membentuk tatanan sosialnya sendiri, dan tentu kerajaan kerajaan bermunculan. Melihat masyarakat yang umumnya ingin hidup enak, tentu masyarakat akan memilih siapa yang mampu membuat tatanan kehidupan manusia dan dewa menjadi baik maka pastilah dia menjadi tokoh yang diagungkan tersebut. Dan tentu saja narayana sebagai makhluk yang sering muncul dalam kehidupan spiritual manusia dan dewa saat itu menjadi tokoh yang dimuliakan terutama oleh manusia. Tetapi narayana ini muncul bukan dengan menyatakan dirinya sebagai seorang narayana, melainkan sebagai dewi pertiwi, karena dengan badan narayana itu dia juga mampu mengubah badannya sendiri, tanpa membutuhkan sepasang naga itu.

Orang orang yang mengagungkan dewi pertiwi inilah yang disebut sebagai MANUSIA JAWA, karena hanya manusia yang bisa menggunakan kekuatan sejatinyalah, yang bisa mengetahui siapa sebenarnya dewi pertiwi, dan bagaimana hebatnya dewi pertiwi mampu merancang alam semesta ini menjadi lebih baik. Ya…kekasihnya brahma itu orangnya…..

Dalam kehidupan kisah ini juga, sering manusia manusia yang sudah bisa menggunakan kekuatan sejatinya itu, mencoba menggunakan kekuatan sejatinya terhadap badannya untuk bisa lebih sakti, sehingga manusia jawa adalah manusia yang dikenal sebagai manusia yang lebih sakti dari dewa. ITULAH MANUSIA JAWA.

Dan dimulailah kerajaan kerajaan yang didominasi oleh titisan dewa dan kerajaan kerajaan yang didominasi oleh manusia manusia sakti tetapi bukan dewa.

Selanjutnya kisah lamaran arjuna sasrabahu terhadap dewi citrawati, dan dimulailah golongan manusia mengenal WISNU sebagai makhluk yang paling SAKTI.

Bersambung…..

Lanjutan….
Kisah lamaran arjuna sasrabahu (nara alias brahma) terhadap dewi citrawati (narayana alias siwa).

Sebelum saya menceritakan, sebenarnya wajah arjuna sasrabahu itu mirip sekali dengan wajah patung wisnu yang ada dibali, dan kedua tangannya itulah lambang sepasang naga yang menjadi ajudannya wisnu.

Setelah brahma berhasil, menggunakan sejatinya secara penuh, maka dia menceritakannya kepada wanita cantik itu. Tentu saja wanita cantik itu terkejut dan sedih, sebab saat itu yang memimpin seluruh dewa adalah kekasihnya yaitu dewa indra. Dan dengan sifat dewa indra yang gampang tersinggung pastilah dewa indra akan sakit hati dimana harus tunduk kepada brahma. Pada akhirnya, wanita cantik itu (majuj alias naga perempuan) memohon kepada brahma agar merahasiakannya dan dia berjanji bahwa kepemimpinan dewa akan diserahkan kepadanya.

Sehubungan didalam bumi, sering muncul bumi yang baru, dimana para dewa KEBINGUNGAN, kenapa kok bisa terjadi seperti itu, siapa yang membuat itu semua, maka wanita cantik itu mengadakan sayembara lagi diantara para dewa untuk turun menaklukkan semua bumi yang dibuat dan mencari siapa yang membuat seperti itu. Barang siapa yang berhasil maka dia yang menjadi pemimpin seluruh dewa termasuk seluruh makhluk yang ada. Maka kembali para dewa tersebut menitis menjadi penghuni penghuni bumi yang tentu saja si dewi pertiwi ini yang membuatnya, dan dalam penaklukan ini selalu dewa brahma berhasil menjadi raja disetiap bumi yang menjadi tempat dia menitis, sehubungan si dewi pertiwi ini juga, yang membantunya agar penduduk masing masing bumi, yang menjadi rebutan para dewa untuk memilih brahma sebagai pemimpinnya. Hingga SAMPAILAH PADA BUMI YANG TERAKHIR.

Bumi ini sebenarnya adalah permukaan langit yang kita tinggali. Yang dibakar oleh zulkarnaen.

Jadi kisah arjuna sasrabahu itu terjadi dilangit kita ini, yang dahulu sebagai permukaan bumi. Nah ketika brahma menitis menjadi arjuna sasrabahu, tentu ini menjadi kebanggaan orang orang jawa sehubungan brahma lah yang berhasil menjadi wisnu, karena merupakan tokoh yang mengajari mereka untuk bisa menggunakan kekuatan sejatinya.Isu ini sudah berkembang dimasayarakat saat itu, sehingga sangat mengganggu kepemimpinan dewa indra.

Pada kisah penaklukan bumi terakhir ini, indra merasa sudah waktunya untuk menguji kekuatan brahma, apakah MEMANG BENAR BRAHMA mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh.

Ketika brahma menitis menjadi arjuna sasrabahu, siwa alias narayana alias dewi pertiwi menitis menjadi dewi citrawati, dewa indra (naga laki/yajuj) menitis menjadi bambang sumantri dan wanita cantik (naga perempuan/majuj) menitis menjadi bambang sukrasana maka dimulailah kisah kejayaan raja jawa.

Saat itu arjuna sasrabahu dalam kepemimpinannya mengatur seluruh bumi yang telah ditaklukkannya melalui bumi yang terakhir ini, jadi bumi yang terakhir ini dijadikannya pusat pemerintahan seluruh bumi maupun seluruh dewa. sehingga penduduk bumi terakhir inipun (maksudnya masyarakat biasa yang belum tahu kehidupan dewa maupun kekuatan sejati) sangat TERHERAN HERAN akan kehebatan arjuna sasrabahu, sampai sampai para dewa pun mampu dia suruh turun, dan dia atur. Sehingga penduduk bumi yang belum ditaklukkannya ini pun, ingin agar arjuna sasrabahu yang menjadi pemimpinnya.

Nah ketika dewi pertiwi menitis, lahir menjadi dewi citrawati, maka manusia yang sakti, orang orang jawa ini, menceritakan bahwa dewi pertiwi sudah lahir dan menitis. Tentu saja para dewa maupun manusia sakti (makhluk yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya) hingga manusia biasa pun, menjadikan hal ini sebagai isu yang hangat diseluruh alam.

Nah ketika dewasa dan dimulailah sayembara pernikahan, maka bukan hanya manusia sakti yang menjadi raja, yang melamar dewi citrawati, bahkan seluruh dewa pun ingin melamar dewi citrawati, sebagai istrinya.

Hal ini tentu membuat resah hati arjuna sasrabahu, karena dia melakukan semua ini termasuk berusaha menjadi wisnu, BUKANLAH KARENA INGIN MENJADI RAJA SELURUH MAKHLUK, melainkan karena ingin MEMBAHAGIAKAN kekasihnya tersebut.

Arjuna sasrabahu bingung, jika datang maka pasti akan terjadi perang besar, dan jika tidak datang maka dia akan kehilangan kekasihnya tersebut.

Perang besar bukanlah sesuatu yang ditakuti arjuna sasrabahu, malainkan menurut HATINYA pastilah tuhan sedih melihat makhluk nya dalam keadaan seperti itu.

Arjuna sasrabahu kemudian berbicara kepada pemimpin kami, bagaimana menyelesaikan ini? Pemimpin kami menyatakan bahwa SUDAH PASTI TUHAN ITU SEDIH, tetapi cinta itu merupakan suatu yang layak diperjuangkan karena WANITA YANG KITA CINTAI PASTILAH LEBIH BERHARGA DARI SEMUA ALAM SEMESTA INI, karena tuhan menetapkan seperti itu pada setiap HATI dari laki laki yang sungguh sungguh mencintai seorang wanita.

Hanya itu saja pesan dari pemimpin kami.

Kemudian arjuna sasrabahu memilih untuk melamar dewi citrawati, dengan SEGALA RESIKO YANG DIA HADAPI JIKA TUHAN SEDIH. Dan karena saat itu sudah hadir bambang sumantri kemudian arjuna mengukur “”kekuatan badan””semua raja raja yang hadir pada sayembara itu, dan arjuna melihat bahwa bambang sumantri mampu mengalahkan semua raja tersebut, karena dia adalah titisan dewa indra, maka arjuna sasrabahu memerintahkan kepada bambang sumantri untuk melamar dewi citrawati, untuknya, sedangkan dia bersemedi MEMOHON AMPUN KEPADA TUHAN KARENA GAK SANGGUP KEHILANGAN DEWI CITRAWATI. Dalam kisah pertarungan ini tentu saja manusia yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya pastilah dengan mudah mengalahkan dewa indra alias bambang sumantri, namun karena bambang sumantri merupakan utusan dari arjuna sasrabahu, mereka tidak menggunakan kekuatan sejatinya, karena menghargai rajanya.

Nah …pada saat di gelanggang arena sayembara, dewi citra wati resah, karena kekasihnya yang ditunggu tunggu tidak datang, dan keresahan itu memuncak ketika yang datang adalah bambang sumantri.

Tentu saja wanita ini pastilah muncul kemarahnnya terhadap kekasihnya itu sehingga dia, mendukung agar dewa indra tetap memimpin seluruh makhluk, berhubung emosinya terhadap arjuna sasrabahu.
Akhirnya dewi citrawati “BERTUKAR BADAN” dengan bambang sukrasana, sehingga yang menjadi dewi citrawati adalah wanita cantik itu, sedangkan dewi citrawati menjadi bambang sukrasana.
Bersambung…..

Lanjutan….

Kisah Pertarungan Arjuna Sasrabahu Melawan Bambang Sumantri

(pertarungan kekuatan sejati makhluk melawan kekuatan sepasang naga dalam mengubah alam semesta)

Setelah dewi citrawati “bertukar badan dengan” bambang sukrasana, tentu saja yang menjadi dewi citrawati sekarang adalah wanita cantik itu, karena “sejati makhluk” yang mengendalikan (tersingkron) dengan badan dewi citrawati adalah sejati makhluk wanita cantik itu alias naga perempuan (majuj).

Kejadian ini tentu hanya diketahui oleh makhluk yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya, sehingga golongan raja raja dari golongan manusia yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya, juga mengetahui hal tersebut. Sedangkan golongan raja raja yang merupakan titisan para dewa serta golongan masyarakat, tidak mengetahui kejadian tersebut, dan tetap memandang bahwa dewi citrawati merupakan titisan dari dewi pertiwi.

Setelah kemenangan bambang sumantri, dalam sayembara memperebutkan dewi citrawati, tentu saja bambang sumantri segera memboyong dewi citrawati yang palsu tersebut, menemui arjuna sasrabahu. Saat itu arjuna sasrabahu yang mengetahui juga akan bertukar badannya dewi citrawati dengan bambang sukrasana, merasa terkejut dan bingung akan keputusan dewi citrawati yang bertukaran badan. Sehingga terkadang muncul dihatinya apakah siwa alias narayana alias dewi citrawati yang asli alias bambang sukrasana yang palsu, sebenarnya tidak mencintai dirinya. Tapi semua itu dihadapinya dengan penuh pertimbangan.

Selama perjalanan pemboyongan dewi citrawati menuju istana prabu arjuna sasrabahu, tentu saja dewi citrawati yang palsu ini gusar, karena dia sebenarnya adalah wanita cantik itu yang merupakan si naga perempuan, yang tentunya mencintai si naga laki yang saat ini menitis sebagai bambang sumantri. Pada akhirnya dalam kegusaran dewi citrawati yang palsu ini, dia berusaha bertanya kepada bambang sumantri kenapa dia mematuhi arjuna sasrabahu.

Bambang sumantri menjawab bahwa prabu arjuna sasrabahu merupakan makhluk yang mampu menaklukkan seluruh bumi yang muncul tanpa diketahui oleh para dewa sehingga dialah yang memenangkan sayembara diantara para dewa untuk menjadi raja dari seluruh makhluk. Kemudian dewi citrawati yang palsu ini bertanya lagi, apakah hanya karena dia telah menaklukkan seluruh bumi ini, maka dia berhak untuk menjadikan aku sebagai permaisurinya?

Bambang sumantri menjawab, bahwa karena arjuna sasrabahu telah memenangkan sayembara tersebut dengan cara mengutusnya. Lalu dewi citrawati yang palsu ini bertanya apakah yang memenangkan sayembara itu arjuna sasrabahu atau dirinya yaitu bambang sumantri yang sebenarnya memenangkannya? Kemudian bambang sumantri diam dan gusar akan perkataan dewi citrawati yang palsu ini, sehingga dalam kegusarannya, dewi citrawati yang palsu ini berkata apakah dirinya harus menikahi orang yang tidak dicintainya?

Dan saat itulah dewi citrawati yang palsu ini menyatakan bahwa dia mencintai bambang sumantri, dan bambang sumantri pun juga tertarik dengan dewi citrawati ini, ditambah lagi dalam hatinya bahwa dewi citrawati ini jika menjadi pasangannya tentu akan membuat kepemimpinan dirinya sebagai raja para dewa lebih dihargai, sehubungan kemampuan dewi citrawati ini yang terkenal dalam merancang alam semesta ini menjadi alam makhluk.

Bambang sumantri juga menyatakan mengenai rumor dari para dewa maupun raja raja golongan manusia, yang menceritakan bahwa brahma alias arjuna sasrabahu merupakan makhluk yang telah berhasil menjadi makhluk yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh, sehingga tentu dia merupakan makhluk yang seharusnya memimpin seluruh makhluk.

Kemudian dewi citrawati ini “berpura pura” bertanya mengenai hubungannya antara makhluk yang mampu menggunakan kekuatan sejati secara penuh dengan kepemimpinan makhluk terhadap seluruh makhluk (padahal dewi citrawati yang palsu ini tentunya sudah tahu mengenai kisah tuhan ketika menitahkan akan hal itu, tetapi dia berpura pura bertanya). Kemudian bambang sumantri menjelaskan kisah itu seperti kisah awal penciptaan sesuai ajaran kami aliran kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa.

Kemudian dewi citrawati yang palsu menyadari akan perasaan rendah dirinya bambang sumantri sebagai raja para dewa yang kalah dengan makhluk lain, yang nota bene dia juga sebagai salah satu dari sepasang naga yang membuatkan badan kepada makhluk lain, akhirnya dewi citrawati yang palsu, untuk mengobati perasaan bambang seumantri tersebut bahwa belum tentu arjuna sasrabahu merupakan makhluk yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh. Dia harus menunjukkan/membuktikan hal itu, baru bisa dikatakan yang seperti itu.

Akhirnya bambang sumantri memutuskan untuk menantang prabu arjuna sasrabahu, sekaligus membuktikan kemampuan arjuna sasrabahu apakah memang benar benar wisnu atau tidak. Maka dimulailah tantangan bambang sumantri melawan arjuna sasrabahu.

Setelah sampai dipintu gerbang istana arjuna sasrabahu, tanpa ragu bambang sumantri menghancurkan gerbang istana, dan pada zaman ini merupakan suatu bentuk tantangan pertarungan satu lawan satu atas penghuni rumah ataupun istana yang dihancurkan gerbangnya.

Arjuna sasrabahu yang saat itu sedang gusar perasaannya karena dewi citrawati yang bertukar badan dengan bambang sukrasana merasa bahwa kekasihnya telah menolak dirinya, pada akhirnya menjawab tantangan bambang sumantri. Tetapi saat itu, meskipun dia telah menyelidiki perihal dari bambang sumantri akan keingin tahuannya apakah benar arjuna sasrabahu mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh, berusaha untuk tidak menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh, karena jika dia melakukan hal itu, tentu alam semesta yang telah berupa putaran energi, akan hancur menjadi bahan dasar kembali yaitu tidak berupa putaran energi lagi. Akhirnya arjuna sasrabahu hanya bertarung dengan kekuatan sejati makhluk dalam hal mengubah alam semesta ini melawan kekuatan sepasang naga dalam mengubah alam semesta ini.

JADI INI MERUPAKAN PERTARUNGAN ANTARA KEKUATAN SEJATI MAKHLUK, MELAWAN KEKUATAN SEPASANG NAGA, DALAM MERUBAH ALAM SEMESTA SEBAGAI SENJATA.

Dan dimulailah pertarungan tersebut.
Semua kekuatan bambang sumantri sebagai raja para dewa telah dikeluarkannya, hingga terakhir yaitu dia keluarkan kekuatannya dalam membuat badan badan naga yang merupakan wujud tiruan yang sama dengan dirinya sebagai sepasang naga, dimana ini merupakan tiruan yang sama persis dengan sepasang naga, dimana tuhan langsung yang merancang badan naga tersebut.

Naga naga ini mengeluarkan putaran energi yang sangat cepat, sehingga atom udara sekitar yang sudah menjadi putaran energi berupa atom udara, ikut berputar juga dengan sangat cepat hingga atom udara yang bersentuhan dengan energi putaran ini, kehilangan putarannya. Malahan atom udara ini bergabung dengan putaran energi yang dihasilkan naga naga tersebut, sehingga menambah volume dari energi putaran yang dihasilkan naga naga tersebut.

Atas kejadian ini, arjuna sasrabahu melihat, jika tidak segera dihentikan pertarungan ini, tentu akan menghancurkan seluruh jagat alam raya, maka arjuna segera mengalahkan bambang sumantri dengan membuat burung burung yang dengan paruhnya mampu menyerang (mematuk) pusat putaran dari putaran energi yang dihasilkan oleh naga naga yang dibuat bambang sumantri. Tentu saja putaran energi tersebut langsung terpecah dan menghasilkan ledakan (guncangan) yang besar, yang mengguncang seluruh jagad, hingga menggetarkan seluruh alam baik alam manusia maupun alam dewa, dan hal ini menjadi kehebohan seluruh kehidupan makhluk yang ada saat itu.

Dan dengan cepat giliran arjuna sasrabahu menujukkan kekuatan sejatinya dengan mengubah atom udara menjadi atom yang sama dengan badannya dan membuat atom udara itu menjadi bagian yang sama dari tubuhnya, dan segala apapun yang bersentuhan dengan badannya berubah menjadi atom yang sama dengan badannya dan menjadi bagian badannya. Hal itu membuat bambang sumantri TAKJUB, dimana dia tidak mampu melakukan hal tersebut dengan secepat itu, karena pada penglihatannya dia melihat ATOM ATOM YANG BERSENTUHAN DENGAN BADAN ARJUNA SASRABAHU BERUBAH DENGAN SENDIRINYA MENJADI ATOM YANG SAMA DENGAN BADAN ARJUNA SASRABAHU DAN MENJADI BAGIAN DARI BADANNYA.

Segera bambang sumantri bertekuk lutut dan mengaku kalah kepada arjuna sasrabahu. Akhirnya bambang sumantri menyerahkan dewi citrawati kepada arjuna sasrabahu.

Bersambung….

Lanjutan…

Setelah selesai pertarungan antara arjuna sasrabahu dan bambang sumantri selesai, diserahkanlah dewi citrawati yang palsu kepada arjuna sasrabahu. Arjuna sasrabahu yang telah mengetahui bahwa dewi citrawati ini adalah yang palsu, berusaha untuk ikut merahasiakan akan kejadian ini.

Akan tetapi dengan berjalannya waktu dimana dia terus memikirkan dewi citrawati serta hancurnya perasaannya hingga didalam hatinya terbersit, UNTUK APA KULAKUKAN SEMUA INI JIKA APA YANG KUCAPAI, TIDAK BERARTI SAMA SEKALI, KARENA SEMUA INI KURAIH HANYA UNTUK MEMBAHAGIAKANNYA.

Kemudian dia mengamati dewi citrawati yang asli yang sedang menggunakan badan bambang sukrasana, sehingga dalam kesepiannya arjuna ingin meninggalkan semua ini, kembali kealam dewa memakai badan brahmanya.

Arjuna sasrabahu sebenarnya, ketika sebagai brahma dan sedang mempelajari kekuatan sejatinya, dia selalu sebelum semedi, meminta tolong pemimpin kami untuk melihatkan keadaan narayana (dewi pertiwi) yang berada didalam bumi yang masih berupa bahan dasar tersebut, dan pemimpin kami menceritakan ketekunan narayana/dewi pertiwi dalam bereksperimen mengubah bahan dasar alam semesta menjadi alam dan badan makhluk. Dalam kisah itu, dewi pertiwi ternyata diajarkan langsung oleh tuhan yang maha esa bagaimana sifat sifat perubahan alam semesta, sedangkan pimpinan kami hanya melihat bagaimana cerdasnya dewi pertiwi ini dalam merancang bumi yang dibuatnya.

Dari kisah kisah yang diceritakan, mengenai keadaan maupun apa yang dikerjakan dewi pertiwi ini, brahma juga berusaha ikut belajar bagaimana merubah alam semesta ini menjadi alam makhluk. Sehingga brahma sambil belajar bagaimana cara menggunakan kekuatan sejati secara penuh, brahma juga belajar untuk membuat alam makhluk seperti yang dilakukan dewi pertiwi. Hasilnya berupa sebuah alam yang indah meski tak seindah buatan dewi pertiwi, tetapi brahma berharap buatannya itu suatu hari nanti akan dihadiahkan buat dewi pertiwi ketika brahma berhasil mewujudkan semua keinginan kekasihnya itu, sekaligus sebagai suatu ungkapan rasa cinta kepadanya saat hari pernikahan mereka.

Namun karena dewi pertiwi pergi meninggalkannya dengan cara bertukaran badan dengan bambang sukrasana, maka hancurlah sudah semua harapan arjuna sasrabahu. Akibatnya arjuna sasrabahu berniat untuk meninggalkan semua yang telah diraihnya, dan menjalani kehidupannya cukup sebagai dewa brahma dan melupakan dewi pertiwi. Kemudian arjuna sasrabahu meminta bambang sumantri menurunkan alam yang dibuatnya saat dia sedang belajar kekuatan sejatinya secara penuh ketika sebagai brahma, yang dibuatnya sebagai lambang cinta kepada dewi pertiwi, untuk ditempatkan pada bumi yang terakhir ini, sebelum dia pergi menjalani kehidupannya sebagai brahma dan melupakan dewi pertiwi alias siwa alias narayana alias semar.

Bambang sumantri yang menjadi panglima perang arjuna sasrabahu, tentu akan melaksanakan titah rajanya, hanya saja dia kebingungan, bagaimana bisa membawanya sedangkan alam yang dibuat brahma itu, mengambang diatas alam dewa dan dia sebagai sepasang naga pun kebingungan sebab tidak alamiah, ada alam yang berada diluar alam semesta (ruang ketiadaan) yang tidak ada penyanggahnya tetapi tidak terombang ambing. Hal itu tentu saja dengan mudah dibuat oleh brahma karena dengan sejatinya, dia membuat dan menyangga alam tersebut sehingga mengambang diatas alam dewa dan tidak terombang ambing. Dari sini sebenarnya menunjukkan bahwa sejati arjuna itu sudah lebih besar dibandingkan seluruh alam semesta.

Arjuna sasrabahu sebenarnya berniat menyerahkan kekuasaan yang diraihnya kepada bambang sumantri alias dewa indra alias naga laki karena selama pengamatannya ketika mengamati dewi pertiwi yang sedang memakai badan bambang sukrasana, kelihatan dewi pertiwi ingin agar kepemimpinan seluruh dewa maupun makhluk lain tetap dipegang oleh dewa indra alias naga laki. Padahal semua itu karena dendamnya kepada arjuna sasrabahu yang tidak datang ketika diadakannya sayembara lamaran untuk dewi citrawati alias dewi pertiwi.

Yah inilah awal kisah KESALAH PAHAMAN ANTARA ADAM DAN IBLIS. Dimana adam merupakan dewa brahma sedangkan iblis sebenarnya adalah dewi pertiwi alias semar.

Arjuna sasrabahu, bukan bermaksud mengerjai bambang sumantri dalam meminta untuk dibawakan alam yang dibuat oleh brahma itu, tetapi arjuna sasrabahu ingin membantu bambang sumantri untuk membawanya, sehingga ketika bambang sumantri membawanya dengan bantuan kekuatan sejati arjuna sasrabahu, maka orang yang tidak mengetahuinya akan menduga bahwa bambang sumantrilah yang membawanya. Tentu saja orang akan menghargai kepemimpinannya setelah ditinggalkan oleh arjuna sasrabahu.

Hal ini sudah diketahui oleh makhluk makhluk yang telah mampu menggunakan kekuatan sejati, terutama putri angkat kesayangan dewa brahma, yaitu DEWI GANGGA. Dan dengan mengetahui kondisi kesedihan perasaan ayahnya yang sangat dia banggakan maka dewi gangga membuat bumi yang baru yang berada didalam bumi yang terakhir, yang dibuat dewi pertiwi, BUMI INILAH YANG KITA HUNI SAAT INI.

Semua itu dilakukannya agar bapaknya tetap sebagai raja dari semua makhluk, karena dengan begitu sayembara kepemimpinan terhadap semua dewa dan seluruh makhluk, menjadi BATAL. Para dewa yang lain pasti akan menyatakan bahwa sayembara ini belum selesai, karena masih ada bumi yang belum ditaklukkan para dewa. Dan bumi itulah bumi kita ini.

Kemudian bambang sumantri meminta bantuan bambang sukrasana agar mampu membantunya menurunkan alam yang tergantung diatas alam dewa yang berada diluar alam semesta. Tentu saja dewi pertiwi alias bambang sukrasana yang palsu akan kesulitan untuk menurunkannya, tetapi dia berjanji untuk membantu bambang sukrasana yang asli dan juga bambang sumantri, sebagai bukti bahwa dia ingin bambang sumantri tetap menjadi pemimpin seluruh dewa (raja para dewa) dan makhluk lain.

Ketika hal itu telah dijanjikan maka dicobalah oleh bambang sumantri dengan menggunakan badan naganya yaitu yajuj untuk menurunkannya pada bumi yang ditinggali mereka saat ini. Meskipun banyak yang meragukan hal itu tetapi ketika yajuj (naga laki) melilitnya dan mencoba menurunkannya maka alam tersebut juga diturunkan oleh arjuna sasrabahu dengan kekuatan sejatinya. Banyak makhluk yang tidak mengetahui kekuatan sejati, memuji kemampuan bambang sumantri ketika berhasil menurunkan alam yang diminta arjuna sasrabahu.

Dan setelah sampai pada bumi yang mereka tinggali maka, tentu saja dewi pertiwi yang palsu ingin segera melihat keindahan alam tersebut, dimana sebenarnya alam itu dibuat brahma khusus untuk dewi pertiwi/narayana/dewa siwa alias semar, ketika nanti menjadi istrinya.

Nah karena dewa dewa tidak tahu siapa yang membuat alam yang dibawa itu, tentu saja alam yang dibawa bambang sumantri itu menjadi sesuatu kebanggaan tersendiri dari bambang sumantri. Saat itulah arjuna sasrabahu berpesan kepada bambang sumantri bahwa dia akan pergi dan tidak akan kembali, dan mulai sekarang kamulah yang menjadi pemimpin menggantikan dirinya tanpa diketahui oleh dewi citrawati yang palsu, yang sedang menikmati alam yang dibawa bambang sumantri.

Saat arjuna sasrabahu bersemedi untuk meninggalkan badannya, alias meninggal dunia, dia pergi melihat bambang sukrasana yang sebenarnya dewi citrawati yang asli, karena masih menaruh rasa cinta yang besar, dan ketika dia menemuinya, maka tiba tiba bambang sukrasana(dewi citrawati yang asli) berbicara jarak jauh kepada bambang sumantri dengan berkata : hati hati kakang, ada makhluk dari dalam bumi sedang menuju keatas. Tentu saja dewi pertiwi yang asli ini juga kebingungan, semenjak kapan bisa ada bumi yang baru yang berada didalam bumi yang terakhir dia buat.

Padahal yang membuatnya adalah dewi gangga yang gak ikhlas melihat bapaknya dalam kesedihan yang mendalam.

Nah, makhluk inilah yang bernama RAHWANA yang merupakan titisan dewi gangga.

DALAM KEMUNCULAN RAHWANA DARI DALAM BUMI YANG DITEMPATI ARJUNA SASRABAHU INI, RAHWANA MENYERANG DENGAN ALASAN KERIBUTAN YANG DIBUAT DEWI CITRAWATI YANG PALSU, SEHINGGA MENGGANGGU KETENANGANNYA KETIKA BERADA DIDALAM BUMI. PADAHAL BUKAN ITU ALASANNYA…..DALAM PERTARUNGAN INI, DEWI GANGGA YANG JUGA SUDAH MAMPU MENGGUNAKAN KEKUATAN SEJATINYA SELAMA BELAJAR DENGAN BAPAKNYA, MAMPU MENGALAHKAN BAMBANG SUMANTRI DENGAN MUDAH DAN MEMPEROLOK OLOKKAN RAJA PARA DEWA ITU. NAH AKHIRNYA KETIKA BAMBANG SUMANTRI MENINGGAL DUNIA DAN GAK JADI MENGGANTIKAN ARJUNA SASRABAHU, MAKA BAMBANG SUMANTRI TIDAK IKHLAS DAN MEMAKAI BADAN ARJUNA SASRABAHU UNTUK MENGALAHKAN RAHWANA. ARJUNA SASRABAHU YANG TELAH MEMAKAI BADAN DEWA BRAHMA, MENEGUR KEPADA PUTRI ANGKAT KESAYANGANNYA ITU, YAITU DEWI GANGGA YANG TELAH MEMBUAT BUMI YANG BARU DIDALAM BUMI TERAKHIR INI DAN MEMBUAT ALAM BARU SERTA MEMBUAT KERAJAAN BARU. SEHINGGA KETIKA PERTARUNGAN DENGAN BAMBANG SUMANTRI YANG TELAH MEMAKAI BADAN ARJUNA SASRABAHU, RAHWANA ALIAS DEWI GANGGA HANYA DIAM DAN MAU MENANGIS KARENA BARU KALI INI SEUMUR HIDUPNYA DEWA BRAHMA MEMARAHINYA.

Jadi rahwana diam dipukuli arjuna sasrabahu yang palsu, bukan karena kalah bertarung, melainkan karena bapaknya yaitu dewa brahma sedang memarahinya.

Bersambung…
Kisah selanjutnya adalah kisah ramayana dimana

dewa brahma alias arjuna sasrabahu yang asli menitis sebagai laksmana,
Sedangkan,

Dewi pertiwi alias dewi citrawati yang asli alias dewa siwa alias bambang sukrasana yang palsu alias semar menitis sebagai Hanoman,
Sedangkan,

Naga laki alias bambang sumantri alias dewa indra alias arjuna sasrabahu yang palsu menitis sebagai sri rama
Sedangkan

naga perempuan alias majuj alias wanita cantik, alias dewi citrawati yang palsu alias bambang sukrasana yang asli menitis sebagai dewi sinta
Dan terakhir

Dewi gangga yang menitis sebagai RAHWANA

Lanjutan…

Setelah arjuna sasrabahu kembali memakai badan dewa brahma maka dia melihat bumi yang ditinggalkannya itu telah terjadi pertarungan antara rahwana dengan bambang sumantri. Tentu saja brahma yang merupakan arjuna sasrabahu terkejut karena ternyata sejati makhluk yang menjadi rahwana adalah PUTRI ANGKAT KESAYANGANNYA, yaitu dewi gangga. Brahma saat itu tidak sempat mencegah pertarungan antara bambang sumantri yang merupakan titisan dari Dewa Indra yang juga sebagai RAJA PARA DEWA, diperolok olok oleh rahwana yang merupakan dewi gangga dengan menggunakan kekuatan sejatinya. Kemudian bambang sumantri setelah kalah dan meninggal dunia, maka dia tidak ikhlas dikalahkan dengan mudah oleh rahwana, sehingga karena ada jasad arjuna sasrabahu yang baru ditinggalkan arjuna sasrabahu, maka bambang sumantri segera masuk dan menggunakan badan arjuna sasrabahu untuk melawan rahwana.

Pada saat yang bersamaan itu, dewa brahma berbicara kepada dewi gangga melalui sejatinya saja, sehingga HANYA MAKHLUK MAKHLUK YANG TELAH MAMPU MENGGUNAKAN KEKUATAN SEJATILAH, YANG BISA MENDENGAR PERKATAAN DEWA BRAHMA INI. Dalam pembicaraan dewa brahma itu jelas bahwa dewa brahma memarahi dewi gangga yang menjadi rahwana dan membuat bumi tanpa pertimbangan dan malah menyerang bambang sumantri yang merupakan titisan raja para dewa, sehingga dengan kekalahan bambang sumantri tersebut, maka tentu akan mengganggu kepemimpinan para dewa DIKALANGAN SELURUH DEWA. Sehingga ketika badan arjuna sasrabahu dipakai oleh bambang sumantri untuk membalas rahwana, rahwana hanya diam saja dan seperti ingin menangis karena sebenarnya rahwana alias dewi gangga itu SANGAT SEDIH akibat dia selama ini BELUM PERNAH DIMARAHI OLEH BAPAKNYA YAITU DEWA BRAHMA.

Bambang sumantri yang telah memakai badan arjuna sasrabahu, tidak merasa kasihan sedikit pun kepada rahwana, malah rahwana dihajar dan diarak kota sehingga dengan begitu, bambang sumantri mampu mengembalikan KEJAYAANNYA DIMATA PARA DEWA YANG LAIN.

Kemudian karena permintaan banyak masyarakat saat itu yang melihat rahwana disiksa oleh bambang sumantri yang telah memakai badan arjuna sasrabahu, maka mereka meminta agar arjuna sasrabahu untuk melepaskan rahwana dengan cara menunjukkan ajaran ajaran arjuna sasrabahu mengenai KETIDAK KSATRIAAN seorang satria yang menyerang musuh yang tidak melawan.

Akhirnya, karena ingin menjaga rasa malu, akibat melanggar ajarannya sendiri, serta sambil menjaga rahasia bahwa dirinya sebenarnya adalah bambang sumantri yang sedang memakai badan arjuna sasrabahu, maka dia melepaskan rahwana, dan menyuruh untuk kembali ke bumi asalnya.

Setelah kejadian saat itu maka mulailah kepemimpinan bambang sumantri yang merupakan dewa indra alias naga laki alias yajuj yang menyamar dengan memakai badan arjuna sasrabahu. Dalam kisah percintaan arjuna sasrabahu yang palsu ini dengan dewi citrawati yang palsu ini, ternyata mengalami banyak permasalahan, yaitu TERNYATA DEWI CITRAWATI INI TIDAK MEMILIKI KELAMIN.

Sebenarnya dewi citrawati ini memiliki kelamin wanita, hanya saja ketika dewi citrawati yang asli ingin bertukar badan dengan bambang sukrasana, maka dia menempatkan rahimnya pada lembu nandini yang merupakan lembunya sendiri, alias kendaraannya sendiri sebagai dirinya yang lain yaitu sebagai dewa siwa. Ketika perjalanan hidup arjuna sasrabahu yang palsu ini, dengan dewi citrawati yang palsu ini, maka arjuna sasrabahu bertanya kenapa tidak ada kelaminnya, sehingga dewi citrawati yang palsu ini mencari kemana disembunyikan kelamin badan dewi citrawati ini oleh dewi citrawati yang asli. Karena dewi citrawati yang palsu ini merupakan titisan naga perempuan dan juga titisan wanita cantik itu, tentulah dewi citrawati ini dengan kekuatannya mampu mencari dimana disembunyikannya rahim badan si dewi citrawati.

Ternyata rahimnya disembunyikan didalam rahim lembu nandini.

Untuk itu arjuna sasrabahu yang palsu ini, dengan dipenuhi hasratnya yang ingin segera meniduri dewi citrawati, segera menuju tempat keberadaan lembu nandini.

Akibat si pemilik tidak mau memberikan lembu nandini, yang sebenarnya adalah dewa siwa yang sedang menitis menjadi seorang pandito, yang menjadi PEMILIK LEMBU NANDINI, maka arjuna sasrabahu mencurinya secara paksa. Hal ini diketahui oleh anak dari pandito tersebut, dan segera menyusul untuk mendapatkan lembu ayahnya tersebut. Nah anaknya ini merupakan titisan dewi gangga semasa kehidupan dibuminya arjuna sasrabahu tersebut, yang merupakan bumi terakhir yang dibuat dewi pertiwi.

Dengan rasa kesal akibat perbuatan bambang sumantri yang menyiksanya ketika sebagai rahwana, maka kemudian dia mengajak bertarung arjuna sasrabahu palsu yang merupakan bambang sumantri. Dalam pertarungan tersebut anak pandito ini mencincang habis semua senjata arjuna sasrabahu tersebut, tentu saja dia melakukan hal itu dengan KEKUATAN SEJATINYA. Sehingga dengan semua kesaktian bambang sumantri yang telah dikeluarkannya yang dengan mudah dikalahkan, maka bambang sumantri (arjuna sasrabahu yang palsu) menyerah, tetapi anak pandito ini yang merupakan titisan dewi gangga, langsung memenggal kepala arjuna sasrabahu.

Kematian arjuna sasrabahu ini membuat kehebohan seluruh dewa, karena mereka mengira arjuna sasrabahu adalah makhluk yang paling sakti, namun karena anak pandito ini berhasil mengalahkan dan membunuh arjuna sasrabahu, maka para dewa menyatakan bahwa anak pandito inilah sebagai wisnu yang merupakan makhluk yang terkuat dimata seluruh dewa. Namun untuk golongan makhluk yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya, tentu tidak sama pandangannya dengan para dewa tersebut.

Dewi citrawati yang palsu yang telah mengetahui kematian suaminya segera bunuh diri untuk menyusul suaminya sebagai bukti kesetiaannya kepada kekasihnya tersebut, karena selama kisah kehidupan mereka selama dia menjadi istri arjuna sasrabahu, dia telah mengetahui bahwa kekasihnya itulah yang memakai badan arjuna sasrabahu, sebab dewi citra wati yang palsu ini sebenarnya adalah bambang sukrasana, yang merupakan titisan dari naga perempuan, yang merupakan juga wanita cantik yang pernah menjadi pemimpin seluruh makhluk. Wanita cantik ini juga sudah mampu menggunakan kekuatan sejatinya, sesuai kisah kami dahulu, HANYA SAJA SEJAK MASA DIA MEMBUAT BRAHMA, DIA SUDAH TIDAK MAMPU MENGGUNAKAN KEKUATAN SEJATINYA SECARA PENUH. Jadi wanita cantik ini kehilangan kekuatan sejatinya secara penuh sudah lama sekali.

Berakhirlah kisah arjuna sasrabahu ini, dimana para dewa menganggap bahwa anak pandito inilah sebagai wisnu, tetapi para dewa tidak tahu bahwa sebenarnya dia adalah DEWI GANGGA YANG JUGA SEBAGAI RAHWANA.

bersambung kisah ramayana…..

Lanjutan kisah ramayana

Setelah rahwana kembali kebumi yang kita tinggali, sedangkan bumi yang menjadi langit kita ini, yang merupakan bumi yang terakhir dibuat oleh dewi pertiwi, berjalan dengan kepemimpinan dari anak pandito yang bernama RAMAPARASU alias dewi gangga yang tentu juga sama sebagai rahwana (RAMAPARASU INI DIKENAL SEBAGAI HYANG MEGANTORO PADA TULISAN MENGENAI KIDUNG NAGA). Sedangkan alam kedewataan masih dipimpin oleh “YANG DIANGGAP” sebagai arjuna sasrabahu. Jadi setelah arjuna sasrabahu meninggal akibat pertarungan dengan anak pandito yang bernama ramaparasu alias dewi gangga, maka ruhnya berpindah memasuki badan dari dewa indra alias raja para dewa. Perbedaan antara dewa dengan makhluk yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya DALAM MENGENDALIKAN BADANNYA adalah, dewa maupun makhluk lain yang belum bisa menggunakan kekuatan sejati harus menggunakan nurrasa kemudian ruh kemudian otak kemudian badan, sedangkan makhluk yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya, cukup dengan sejatinya doang saja telah mampu memakai badannya. Sehingga dalam kasus arjuna sasrabahu ini, ruh bambang sumantri yang memakai badan arjuna sasrabahu, kemudian setelah badan arjuna sasrabahu meninggal akibat kalah dengan ramaparasu, maka para dewa melihat ada ruh yang keluar dan kembali kebadan dewa indra (alias raja para dewa).

Ketika arjuna sasrabahu yang palsu, telah kalah oleh ramaparasu, maka seharusnya para dewa, dipimpin oleh ramaparasu, namun karena dari awal dewa dewa tidak menyukai dipimpin oleh manusia, di tambah lagi ternyata mereka meyakini bahwa arjuna sasrabahu merupakan dewa indra, maka para dewa menyatakan bahwa ramaparasu hanya berhak memimpin dibumi yang terakhir ini saja, sedangkan bumi yang lain, yang sebelumnya telah ditaklukkan arjuna sasrabahu, maka ramaparasu harus menitis dan menjadi raja di tiap tiap bumi, jika ingin memimpinnya. Dalam kasus ini tentu saja baik dewi pertiwi maupun arjuna sasrabahu DIANGGAP OLEH PARA DEWA SEBAGAI TITISAN WANITA CANTIK ITU DAN TITISAN DARI DEWA INDRA.

Jadi sudah ada empat bagian yang menjadi tempat kekuasaan,
1. Alam kedewataan, dimana dipimpin oleh indra sebagai raja para dewa, sehubungan brahma alias arjuna sasrabahu tidak berhasil menaklukkan seluruh bumi yang dibuat oleh dewi pertiwi,
2. Alam dewa brahma, dimana dipimpin oleh brahma tetapi karena para dewa melihat bahwa arjuna sasrabahu yang dikatakan sebagai titisan brahma, ternyata ruhnya arjuna sasrabahu masuk kedalam badan dewa indra, para dewa menetapkan bahwa alam ini dipimpin oleh indra yang menjadi brahma, dan penduduknya yang belum bisa menggunakan kekuatan sejatinya, menganggap dipimpin oleh brahma, padahal alam ini dipimpin oleh DEWA INDRA YANG MENJADI BRAHMA.
3. Alam ramaparasu, dimana alam ini merupakan langit dari bumi yang kita huni, sebab ramaparasu mampu mengalahkan arjuna sasrabahu sebagai penguasa sebelumnya.
4. Alam rahwana yang masih dianggap sebagai bumi yang dibuat oleh dewi pertiwi, padahal dewi gangga yang membuatnya, yang tidak ingin bapaknya melepaskan semua kekuasaannya ketika merasa kehilangan dewi pertiwi. INILAH BUMI YANG KITA TINGGALI sekarang.

Kisah selanjutnya adalah kisah ramayana dimana :
Sri rama sebagai titisan dewa indra alias naga laki alias arjuna sasrabahu yang palsu, alias bambang sumantri.

Dewi sinta yang merupakan titisan dewi pertiwi palsu, alias naga perempuan, alias bambang sukrasana yang asli alias titisan wanita cantik itu.

Laksmana yang merupakan titisan dewa brahma, alias arjuna sasrabahu yang asli.

Bharata yang merupakan titisan dari ramaparasu yang juga merupakan titisan dari dewi gangga dan juga sebagai rahwana.

Hanoman yang merupakan titisan dari bambang sukrasana yang palsu yang merupakan titisan dari dewi pertiwi yang asli.

Satrugna yang merupakan makhluk yang bisa menggunakan kekuatan sejatinya, yang besar sejatinya dibawah pimpinan kami, brahma dan dewi gangga, yang nantinya PADA MASA MAHABHARATA menitis sebagai anak antara duryodhana dan banowati yang akhirnya menjadi ALMASIH ADDAJAL. Tapi bukan dajjal ya, karena dia juru selamat si dajjal.

Kemudian setelah rahwana kembali kebumi yang kita tinggali saat ini, maka rahwana melakukan semedi untuk mempelajari sifat sifat alam semesta, sehubungan dia telah membuat bumi yang kita tinggali saat ini. Sedangkan siwa yang merupakan dewi pertiwi, alias bambang sukrasana yang palsu, yang ingin agar dewa indra yang memimpin keseluruhan makhluk akibat RASA SAKIT HATINYA karena arjuna sasrabahu tidak datang pada sayembara pernikahannya, tentu saja melakukan penyelidikan kenapa bisa ada bumi didalam bumi yang terakhir dia buat. Dalam penelusurannya tersebut dia tidak datang sebagai bambang sukrasana yang palsu, melainkan datang sebagai dewa siwa. Ketika siwa turun dari alam kedewataan dan datang kebumi kita, maka siwa bersemedi melihat alam bumi kita, memperhatikan dan menyelidiki siapa yang membuat ini semua.

Dalam semedinya tersebut tentu saja, rahwana yang merupakan dewi gangga, yang mengetahui bahwa, baik dewa siwa maupun dewa brahma sebenarnya saling mencintai, berusaha mendekati dewa siwa agar bisa menyelesaikan permasalahan antara siwa dan brahma.
Dalam pertemuan antara rahwana dengan dewa siwa yang turun dari alam kedewataan untuk menyelidiki bumi yang kita tinggali ini, rahwana mendekati siwa dengan cara marah, dengan berdalih bahwa siwa bersemedi dibumi ini mengganggu semedinya. Pada akhirnya siwa yang tidak mau membuka matanya karena sedang menyelidiki bumi kita ini, membuat rahwana marah dan menyerang siwa. Sebenarnya tentu saja rahwana dengan mudah mengalahkan dewa siwa, tetapi karena siwa merupakan kekasih bapaknya, maka rahwana hanya berpura pura pura kalah.

Dalam pertarungan tersebut siwa membuka matanya dan mencoba menghancurkan badan rahwana, tetapi sama sekali tidak tergores oleh kekuatan dewa siwa.
Siwa kebingungan ketika berhadapan dengan rahwana, akhirnya siwa teringat dengan kekuatan arjuna sasrabahu yang membuat segala materi yang ada disekitar badannya (baik udara, air dll yang bersentuhan dengan badannya) berubah atomnya menjadi atom yang sama dengan badannya dan menjadi bagian dari badannya. Dan kemudian siwa meniru apa yang telah dilakukan arjuna sasrabahu ketika berhadapan dengan bambang sumantri. Tentu saja ketika melihat dewa siwa melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan bapaknya yaitu dewa brahma selagi masih menjadi arjuna sasrabahu, SANGAT GEMBIRA karena ternyata siwa juga mempelajari apa yang telah bapaknya pelajari. Kemudian dewa siwa dengan badannya yang sebesar gunung yang mirip dengan kekuatan arjuna sasrabahu segera menginjakkan kakinya kekepala rahwana.

Saat itu sebenarnya rahwana hanya berpura pura saja kalah dengan dewa siwa, dan memohon agar dewa siwa mengampuninya. Tentu saja hal ini dimanfaatkan oleh dewa siwa untuk menanyakan siapa yang membuat dirinya dan membuat bumi ini dan seluruh penduduknya.

Rahwana yang mengetahui bahwa yang membuat adalah dirinya sendiri, yaitu dewi gangga dengan kekuatan sejatinya, berpura pura tidak mengetahui siapa yang membuatnya, oleh karena itu siwa kemudian menghukumnya untuk bertapa dan mencari siapa yang membuat dirinya, dan bumi yang menjadi tempat tinggalnya.

Dalam pertapaannya rahwana menyelidiki baik dikalangan para dewa maupun dikalangan manusia biasa untuk mencari siapa yang membuat dirinya dan bumi yang dia huni. Padahal semua itu hanyalah permainan rahwana agar bisa mendekati dewa siwa alias dewi pertiwi, sehingga bisa membujuk dan mau menerima bapaknya lagi sebagai kekasih dewa siwa. HAL INILAH YANG MENJADI ALASAN RAHWANA MENCULIK SINTA KARENA DEWI SINTA DIANGGAP SEBAGAI DEWI PERTIWI SEKALIGUS SEBAGAI DEWI YANG MEMBUAT RAHWANA DAN BUMI YANG KITA TINGGALI, PADAHAL RAHWANA SENDIRILAH YANG MEMBUATNYA.

Nah…kembali kebumi yang merupakan langit dari bumi yang kita huni, yang merupakan bumi terakhir yang dibuat oleh dewi pertiwi alias dewa siwa, maka sedang berlakulah zaman dimana dewa indra yang merupakan raja para dewa alias naga laki telah menitis menjadi rama, dan dewi pertiwi yang palsu yang merupakan naga perempuan telah menitis menjadi dewi sinta, sedangkan bambang sukrasana yang palsu alias dewi pertiwi yang asli menitis menjadi hanoman, sedangkan dewa brahma yang merupakan arjuna sasrabahu yang asli menitis menjadi laksmana, sedangkan dewi gangga menitis menjadi bharata, dan “”salah seorang”” dikalangan makhluk yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya, yang setia kepada raja dari seluruh makhluk yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya, menitis menjadi satrugna.

SATRUGNA INILAH YANG NANTINYA MENITIS MENJADI LESMANA ANAK DARI DURYODHANA DAN BANOWATI, DAN MENITIS LAGI MENGGANTIKAN PARIKESIT YANG ASLI YANG TELAH MENINGGAL DIDALAM RAHIM IBUNYA, SEHINGGA DIA NANTINYA MENJADI PARIKESIT YANG PALSU, YANG SELAMA INI DIKISAHKAN SEBAGAI RAJA JAWA TERAKHIR, DAN MENJADI “””ALMASIH ADDAJAL”” KARENA DIA BERPURA PURA KALAH DARI NAGA TATSAKA AKIBAT, DIKUTUK OLEH WANITA YANG SANGAT DIA CINTAI, AGAR BISA MENGOBATI KEMARAHAN DARI KEKASIHNYA ITU.

Pada kehidupan kerajaan yang menjadi kediaman sri rama, laksmana, bharata dan satrugna, maka tentu saja dewi pertiwi yang asli yang menjadi bambang sukrasana yang palsu, masih menaruh rasa sakit hati yang besar kepada kekasihnya yaitu arjunasasrabahu yang asli yang merupakan dewa brahma itu sendiri. Dalam masa ini para dewa menganggap bahwa arjuna sasrabahu menitis menjadi sri rama, sehingga dewi citrawati yang asli yang menitis menjadi hanoman, ingin menyelidiki kebenaran tersebut, APAKAH BENAR ARJUNA SASRABAHU ADALAH DEWA INDRA ATAU BRAHMA?

Namun karena rasa dendam, kepada arjuna sasrabahu, dan sekaligus rasa sayangnya kepada anaknya si RAMAPARASU, yang telah menitis menjadi bharata, maka dia ingin agar buminya yang terakhir ini tetap dipimpin oleh titisan anaknya tersebut, karena bambang sukrasana yang palsu, dewi pertiwi dan juga dewa siwa, merupakan orang yang sama yang menjadi seorang pandito yang menjaga lembu nandini, yang menjadi tempat disembunyikannya rahim dewi pertiwi, yang merupakan bapak dari RAMAPARASU yang menitis menjadi bharata.

Atas dasar itulah makanya dia menghasut ibu dari bharata agar mau mengusir sri rama yang dianggapnya sebagai titisan arjuna sasrabahu dan sekaligus melanggengkan anaknya menjadi raja dibumi terakhir yang dia buat. Namun hal ini diketahui oleh satrugna, karena dia merupakan makhluk yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh, ditambah lagi niat dewa brahma mengajaknya menitis menjadi kembarannya untuk membantunya agar bisa menolong sri rama, alias dewa indra, alias raja para dewa ketika memimpin bumi terakhir yang dibuat oleh dewi pertiwi. Karena janji bambang sukrasana yang palsu (kekasihnya) yang merupakan dewi pertiwi yang asli, yang ingin agar semua bumi yang dia buat dikuasai oleh bambang sumantri, alias raja para dewa.

Jadi disini sudah ada kesalah pahaman dimana :
1. Brahma yang mencintai dewi pertiwi yang asli alias dewa siwa alias bambang sukrasana yang palsu, ingin agar semua bumi yang telah ditaklukkannya pada masa dahulu ketika dia sebagai arjuna sasrabahu yang asli, dikuasai oleh bambang sumantri, alias raja para dewa alias dewa indra alias arjuna sasrabahu yang palsu, KARENA KEMARAHAN KEKASIHNYA ITU (DEWI PERTIWI YANG ASLI) AKIBAT PERBUATAN DEWA BRAHMA YANG TIDAK DATANG SAAT SAYEMBARA PERNIKAHANNYA, sehingga kekasihnya tidak ikhlas dan ingin semua bumi yang telah dia buat dikuasai oleh bambang sumantri. Nah, Sehubungan brahma tahu bahwa dewa indra alias bambang sumantri menitis menjadi sri rama tentu saja dia berusaha agar sri rama mampu memimpin bumi yang terakhir ini, untuk meredakan kemarahan kekasihnya si dewi pertiwi. Dewa brahma meminta kepada salah satu makhluk yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya itu, untuk menjadi kembarannya saat menitis menjadi laksmana, dialah satrugna itu, dan meminta bantuan satrugna untuk menjaga sri rama dan membantunya ketika sri rama menjadi raja dibumi yang terakhir yang dibuat oleh dewi pertiwi, sehingga bisa meredakan kemarahan kekasihnya itu.

2. Dewi pertiwi yang asli yang dendam kepada brahma yang merupakan arjuna sasrabahu, yang saat ini dewi pertiwi yang asli itu menjadi hanoman, dan MENDUGA bahwa arjuna sasrabahu menitis menjadi sri rama, PADAHAL BRAHMA ITU SEBENARNYA MENITIS MENJADI LAKSMANA, bukan sri rama.

Akibatnya dewi pertiwi yang asli yang merupakan bambang sukrasana yang palsu, yang telah menitis menjadi hanoman, menghasut ibu dari bharata agar membujuk bapaknya bharata, untuk menetapkan si bharata yang menjadi raja, karena dia menduga sri rama adalah arjuna sasrabahu, ditambah lagi bharata adalah anaknya si RAMAPARASU ketika dewa siwa menjadi seorang pandito pada masa dahulu.

Satrugna yang telah berjanji membantu dewa brahma untuk menjaga sri rama, segera mengetahui bahwa ibu bharata melakukan hal itu karena dipengaruhi oleh hanoman, sehingga satrugna segera menuju tempat hanoman untuk memberikan pelajaran kepada hanoman. Tetapi ketika sampai pada kediaman hanoman, bharata yang juga merupakan dewi gangga yang juga telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya, segera menyusul satrugna agar tidak melukai hanoman. Ketika mereka bertiga telah bertemu dan bharata menjelaskan bahwa hanoman adalah titisan dewi pertiwi, yang merupakan kekasih dari dewa brahma, dimana SEMUA MAKHLUK YANG MAMPU MENGGUNAKAN KEKUATAN SEJATINYA TAHU BAHWA BRAHMA ADALAH WISNU, maka satrugna mengurungkan niatnya, karena tentu saja hanoman ini akan menjadi ratu mereka jika nantinya dewa brahma menikahi dewi pertiwi.

Kemudian bharata yang merupakan titisan dari RAMAPARASU yang merupakan anak hanoman juga, ketika hanoman sebagai bapaknya si ramaparasu, berbicara dan menceritakan siapa yang menjadi sri rama dan siapa yang menjadi laksmana.

Namun rasa dendam dewi pertiwi kepada dewa brahma yang TIDAK DATANG saat sayembara pernikahannya itu,yang awalnya menginginkan bharata yang menjadi raja, kemudian menginginkan sri rama yang memimpin seluruh bumi yang dia buat saat sebagai dewi pertiwi. Sehingga hanoman berusaha agar ada pada pihak sri rama dan membantu sri rama dalam menjalankan kepemimpinannya sebagai raja dibumi terakhir yang dia buat.

Namun karena bharata telah diangkat menjadi raja, sedangkan sri rama telah diusir oleh bapaknya yaitu raja mereka, akibat permintaan ibu dari bharata karena hasutan hanoman itu sendiri, maka sri rama pergi meninggalkan kerajaannya dan keluarganya, kemudian karena laksmana yang merupakan dewa brahma ingin agar bumi yang mereka tempati dipimpin oleh sri rama karena sri rama adalah bambang sumantri itu sendiri, sehingga meredakan rasa dendam kekasihnya yaitu dewi pertiwi yang asli, maka laksmana memutuskan untuk ikut bersama sri rama. Saat kejadian itu, laksmana MEMINTA satrugna agar membantu bharata selama memimpin kerajaan sampai sri rama nanti diangkat menjadi raja. Bharata yang diangkat menjadi raja, tentu sedih, karena bapak angkat yang sangat disayanginya itu (yang menitis menjadi laksmana), pergi meninggalkan dia, sehingga ketika dia diangkat menjadi raja, bharata berkata bahwa kepemimpinannya ini HANYALAH MEWAKILI SRI RAMA YANG PERGI MENINGGALKAN KERAJAAN, DAN JIKA SRI RAMA KEMBALI MAKA KERAJAAN INI AKAN DISERAHKAN KEPADA SRI RAMA.

Dewa siwa yang merupakan hanoman, yang masih menaruh dendam kepada brahma karena tidak datang saat sayembara pernikahannya, turun kebumi rahwana, yaitu bumi yang kita tinggali saat ini, kemudian meminta rahwana untuk membantunya menyiksa laksmana yang merupakan titisan dewa brahma. Dia juga menjelaskan bahwa yang menjadi hanoman dibumi atas adalah dirinya, sehingga rahwana diingatkan untuk tidak melukai dirinya. Kemudian dewa siwa menjelaskan kepada rahwana bahwa dia akan membuat badan baru lagi (menjelma) menjadi SURPANAKA dan menjadi adik rahwana. Hal itu disetujui oleh rahwana.

Rahwana yang merupakan dewi gangga, tentu tidak mau terjadi apa apa kepada LAKSMANA yang sebenarnya adalah bapaknya yang sangat dia sayangi, sehingga rahwana malah berniat untuk menggagalkan niat dewa siwa yang ingin menyiksa laksamana, tetapi rahwana berusaha bijak karena baik dewa siwa maupun dewa brahma sebenarnya saling mencintai.

Akhirnya dimulailah TRAGEDI RAMAYANA.
Bersambung…..

Lanjutan….
Dalam pengembaraannya dihutan, dimana sri rama yang merupakan titisan dari dewa indra, bambang sumantri, arjuna sasrabahu yang palsu, pergi bersama laksmana yang merupakan dewa brahma, alias arjuna sasrabahu yang asli. Rencana dewa indra untuk menaklukkan bumi terakhir yang dibuat oleh dewi pertiwi yang asli, yang merupakan langit yang kita huni, sudah menunjukkan kegagalan karena, ketika mereka menitis kembali pada bumi ini, dewi pertiwi yang palsu berencana menjadi sinta, sedangkan dewa indra alias arjuna sasrabahu yang palsu menjadi sri rama, dan jika sri rama menjadi PUTRA MAHKOTA, maka dimulailah sayembara pernikahan dewi sinta.

Namun karena sri rama telah mengembara dihutan, sedangkan sayembara pernikahan dewi sinta pun berlanjut. Akhirnya ketika, sri rama mendengar sudah dimulailah sayembara pernikahan dewi sinta, maka sri rama mengurungkan niatnya, tetapi laksmana yang melihat sri rama murung, dia menasehati saudaranya itu, bahwa cinta tidak mengenal harta dan tahta. Karena nasehat dari laksmana yang mana tentu sri rama alias dewa indra tahu bahwa nasehat itu merupakan nasehat dari arjuna sasrabahu yang asli karena laksmana merupakan penitisan brahma, maka sri rama mengikuti nasehat tersebut. Akhirnya sri rama hadir dalam sayembara tersebut, dan mencoba memenangkan dewi sinta yang merupakan titisan dewi pertiwi yang palsu.

Dewa siwa yang terkenal menjadi dewa terkuat saat itu, diminta untuk menjadi penyeleksi siapa yang layak menjadi pendamping titisan dewi pertiwi yang palsu, kemudian dewa siwa membuat tiruan sepasang naga yang MIRIP dengan kemampuan sepasang naga yang dibuat oleh tuhan langsung yaitu yajuj dan majuj hanya saja berupa busur, tetapi tidak sekuat badan sepasang naga yang dibuat oleh tuhan langsung, hanya saja busur tersebut mampu mengubah bahan dasar alam semesta menjadi putaran energi yang sama dengan kemampuan sepasang naga itu.

Sri rama yang menjadi kontestan terakhir maju, dimana sebelumnya semua raja raja yang hadir tidak mampu mengangkat busur dewa siwa. Raja raja yang hadir saat ini tidak ada satupun dari golongan manusia yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya, karena mereka telah mengetahui siapa dewi sinta yang sebenarnya yang merupakan titisan dewi pertiwi yang palsu.

Kemudian sri rama maju dan mengangkat busur dewa siwa dengan tangannya, tetapi dalam kegundahan hatinya dimana, rencananya sebagai penguasa seluruh bumi yang dibuat oleh dewi pertiwi sirna, akibat dia bukanlah sebagai PUTRA MAHKOTA. Atas dasar itu, bangkitlah kemarahan sri rama ketika memegang busur dewa siwa, yang telah berhasil dia angkat, kemudian dengan kemarahannya DIA PATAHKAN busur tersebut menjadi dua dengan kedua tangannya.

Hal ini tentu membuat terkejut semua yang hadir, karena raja raja tersebut takut akan kemarahan dewa siwa akibat busur buatannya tersebut dipatahkan oleh sri rama. Karena sayembara ini telah dimenangkan oleh sri rama maka dewi sinta dibawa oleh sri rama kehutan sebagai istrinya.

Kemudian hanoman yang merupakan dewa siwa yang mengetahui bahwa arjuna sasrabahu yang asli yang merupakan laksmana mencoba mendekati sri rama, dan ingin berada disamping rama, karena hanoman ketika sebagai bambang sukrasana yang palsu, telah BERJANJI akan membantu DEWA INDRA ALIAS BAMBANG SUMANTRI ALIAS SRI RAMA menjadi raja diseluruh bumi yang dibuat olehnya ketika sebagai dewi pertiwi.

Saat pertemuan itu, maka sri rama ketakutan karena dia juga tahu bahwa yang datang adalah hanoman yang merupakan DEWA SIWA, karena mengira hanoman datang karena marah akibat perbuatan sri rama yang telah mematahkan busurnya. Namun sri rama diingatkan oleh laksmana untuk tidak takut, karena laksmana juga sudah tahu dari cerita bharata bahwa dewa siwa sudah mengetahui siapa arjuna sasrabahu yang asli. Namun ada yang aneh saat pertemuan mereka berempat itu, karena gaya bahasa hanoman masih menunjukkan gaya bahasa dendam kepada laksmana :
Ketika mereka berempat bertemu terjadi dialog :
Hanoman : “kamu ini siapa, dahulu sebelum kamu lahir dan hidup saat ini, kamu hidup sebagai siapa???” (hanoman bertanya kepada sri rama dengan cara yang lembut)
Sri rama : “oh…saya adalah sri rama, dahulu saya hidup sebagai arjuna sasrabahu”
Laksmana yang terkejut mendengar pertanyaan dari hanoman dan jawaban dari sri rama, mulai kebingungan dan gelisah, karena, dalam hatinya dia berfikir, jika sri rama mengakui dirinya arjuna sasrabahu, TRUS AKU INI SIAPA!
Kemudian hanoman menuju kedewi sinta dan bertanya :
Hanoman : “kamu ini siapa, dahulu sebelum kamu lahir dan hidup saat ini, kamu hidup sebagai siapa? (hanoman bertanya kepada dewi sinta dengan lemah lembut)
Dewi sinta : oh.. Saya ini sinta, dahulu saya hidup sebagai dewi pertiwi.
Laksmana yang kebingungan berbicara dalam hati, waduh …gawat ini…, klo dia arjuna sasrabahu dan dewi pertiwi, TRUS AKU SEBAGAI SIAPA….

(dari kisah ini kita sudah bisa menilai bagaimana sikap dewa brahma kepada kekasihnya itu, berusaha agar tidak marah)
Kemudian hanoman mendatangi laksmana, dengan wajah menahan amarah dan berbicara sambil giginya rapat.
Hanoman : “hhhhmmmmm…..grrrrrr…..klo kamu siapa. Ha…..?
Laksamana sambil tertunduk menjawab : “aku ini ular, ular yang selalu menemani dewa siwa”

maksudnya sebagai ular yang selalu berada dileher dewa siwa, karena dia sudah tidak mungkin menjawab dengan kebenaran yang ada, sebab sri rama sudah mengakui dirinya adalah arjuna sasrabahu sedangkan sinta telah mengakui dirinya sebagai dewi pertiwi, sehingga laksamana mencari jawaban yang bisa menenangkan hati dari kekasihnya yang sedang menjadi hanoman.

Karena laksmana menjawab seperti itu maka hanoman menjadi sedikit reda, karena meskipun laksmana berbohong tapi dia senang karena jawaban itu membuat dia merasa bahwa brahma ingin selalu dekat dengan dirinya.

Bersambung…..

Lanjutan….
Sejak pertemuan tersebut, hanoman menjadi teman mereka selama sri rama menjalani kehidupannya dihutan karena telah diusir oleh orang tua sekaligus rajanya. Tentu saja penyebab diusirnya sri rama adalah karena hanoman alias dewa siwa alias dewi pertiwi alias bambang sukrasana yang palsu mengira bahwa sri rama adalah titisan dari dewa brahma.

Akibatnya terbersit di hati hanoman akan janjinya kepada bambang sukrasana agar semua kepemimpinan seluruh makhluk hingga seluruh dewa, dipimpin oleh bambang sumantri yang saat ini sebagai sri rama. Ditambah lagi dengan hati sri rama yang terus merasa kesusahan karena hidup dihutan sebagai pertapa.

Akibat janjinya tersebut, dan keinginannya agar sri rama memperoleh kehidupan yang layak, maka hanoman berusaha mencari cara agar seluruh penduduk dibumi yang menjadi langit kita ini (bumi yang terakhir yang dibuat dewi pertiwi), ingin dipimpin oleh sri rama dan bukanlah oleh bharata.

Hanoman memutuskan kemudian kembali kekeluarganya sambil mencari cara agar sri rama bisa menjadi pemimpin diseluruh bumi yang dibuat dewi pertiwi.

Saat sayembara sinta, rahwana juga berniat untuk mengambil sinta sebagai janjinya kepada dewa siwa untuk mencari siapa yang membuat bumi yang dia huni. Akibat para dewa dan manusia biasa menyatakan bahwa bumi rahwana pun juga dibuat oleh dewi pertiwi, maka rahwana berniat mendapatkan dewi sinta melalui sayembara tersebut, karena dewi sinta dianggap sebagai dewi pertiwi yang telah membuat bumi kita ini, yaitu bumi rahwana.

Saat sayembara sudah berakhir, rahwana yang datang terlambat membuat ketakutan seluruh penduduk bumi atas, akibat sifat rahwana yang pemarah. Namun karena sayembara telah berakhir dan dewi sinta telah dibawa oleh sri rama maka rahwana segera berangkat menuju hutan untuk mendapatkan dewi sinta.

Surpanaka yang merupakan titisan dewa siwa (juga merupakan dewi pertiwi yang asli) mencegah rahwana, dan berkata bahwa dia sendiri yang akan menemui dewi sinta, akibat sifat rahwana yang akan membuat kegaduhan. Kemudian berangkatlah surpanaka menemui rombongan sri rama dihutan.

Saat surpanaka sudah berada dihutan, maka surpanaka melihat keadaan sri rama dan dewi sinta, dan dalam pengamatannya itu, dia melihat kemesraan yang sedang dijalani oleh sri rama dan dewi sinta, sehingga timbul rasa hasrat untuk bisa menikmati kemesraan yang dialami oleh sri rama dan dewi sinta. Akibatnya surpanaka lupa bahwa tujuannya menemui sinta sebagai alasan dalam mencari siapa yang membuat bumi rahwana alias bumi yang kita tinggali saat ini.

Lalu surpanaka menuju laksmana yang duduk dibelakang rumah, kemudian mencolek colek badan laksmana, dan tentu laksmana kebingungan akan hal itu. Sehingga laksmana merasa aneh akan sikap surpanaka tersebut. Tentu saja sebenarnya laksmana tahu bahwa surpanaka merupakan dewa siwa kekasihnya, tetapi akibat perbuatan surpanaka yang tiba tiba mencolek colek badan laksmana dan laksmana merasa geli, maka laksmana berusaha menghindar. Ketika laksmana berusaha masuk kedalam rumah dan mengambil busur panahnya yang hampir ketinggalan, tanpa disengaja mengenai hidung surpanaka, sehingga berdarah, tetapi sebenarnya bukan hal itu yang membuat surpanaka sakit hati, melainkan sikap sri laksmana yang tidak mau bermesraan bersama dirinya.

Keributan itu akhirnya membuat sri rama dan dewi sinta pergi kebelakang rumah dan melihat mereka berdua. Akibatnya surpanaka menangis dan pergi meninggalkan mereka dan kembali kekediaman rahwana. Saat kembali kerahwana maka surpanaka menceritakan bahwa laksmana telah melukainya. Hal itu dilakukan surpanaka karena merasa laksmana menolak dirinya, sehingga dia berkata bahwa ketika dia akan menemui dewi sinta tetapi tetap dihalangi oleh laksmana, sehingga laksmana memukul hidungnya hingga berdarah.

Hal itu tentu juga diketahui oleh rahwana merupakan kebohongan yang dilakukan surpanaka, tetapi karena rahwana juga sayang sama bapaknya yang bersikap seperti PELAYAN pada kehidupan sri rama, maka rahwana memutuskan untuk menghajar sri rama agar bisa sadar diri.

Kemudian bharata berkata akan niatnya itu kepada satrugna, sehingga satrugna pun setuju untuk membantu bharata agar menghukum sri rama yang membuat kehidupan laksmana seperti pelayan. Satrugna dengan kekuatan sejatinya segera berubah menjadi kijang emas yang indah dihadapan sri rama dan dewi sinta ketika mereka sedang bermesraan. Sehubungan mereka akan kesulitan jika menghukum sri rama didepan laksmana, karena pastilah laksmana alias dewa brahma akan memarahi mereka.

Kemudian sinta terkejut melihat kijang yang bercahaya seperti emas, dan sinta meminta agar sri rama mau menangkap kijang emas itu yang merupakan satrugna yang sedang menyamar.

Tentu saja sri rama tidak tahu bahwa kijang emas itu merupakan si satrugna yang menggunakan kekuatan sejatinya untuk membuat badan hewan dan menjadi kijang emas.

Namun laksmana mengetahui bahwa kijang emas itu adalah satrugna, sehingga laksmana menawarkan diri agar dia yang menangkap kijang emas itu, tetapi karena dewi sinta meminta sri rama yang mengkap, maka sri rama berkata bahwa dia sendiri yang akan menangkap kijang tersebut.

Laksmana yang sudah menaruh curiga kenapa satrugna berbuat seperti itu, maka dalam hatinya dia mulai curiga bahwa ada sesuatu yang membuat satrugna menyamar menjadi kijang, tetapi laksmana belum tahu niat sebenarnya dari satrugna. Saat sri rama berangkat menangkap kijang tersebut dan sudah cukup jauh, maka satrugna mengeluarkan suara sri rama yang meminta tolong kepada laksmana.

Dewi sinta yang mendengar sri rama sedang menjerit dan meminta tolong kepada laksmana, tentu saja menjadi gusar, mengenai keadaan sri rama, sedangkan laksmana tahu bahwa keadaan sri rama masih baik baik saja, sehubungan laksmana memeriksa keadaan sri rama dengan kekuatan sejatinya. Tetapi karena dewi sinta berkata bahwa laksmana tidak mau pergi karena laksmana hanya ingin dekat dengan dirinya, maka laksmana merasa tersinggung, dan berangkat mencari sri rama.

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh rahwana untuk menculik dewi sinta, dan segera memboyong dewi sinta kebumi yang kita tinggali saat ini. Sehingga setelah sri rama bertemu dengan laksmana maka mereka segera kembali menemui dewi sinta yang ternyata sudah diculik oleh rahwana.

Sri rama yang menyalahkan laksmana akibat tidak mampu menjaga dewi sinta akhirnya akan meminta bantuan hanoman untuk membantunya mencari dewi sinta. Laksmana yang menyatakan bahwa yang menculik dewi sinta adalah rahwana, tidak langsung di percaya oleh sri rama sehingga sri rama merasa lebih baik menunggu kedatangan hanoman agar memastikan siapa yang menculik dewi sinta.

Hanoman yang sudah datang menemui sri rama segera menyelidiki kediaman rahwana, tetapi sri rama teringat akan kekuatan rahwana dimana dia sebagai dewa indra telah menggunakan seluruh kekuatannya tetapi dengan mudah dikalahkannya, sehingga berpesan agar bersikap baik dalam berhadapan dengan rahwana.

Dewa siwa yang juga tahu akan kekuatan rahwana, juga takut sehubungan semua kekuatan dewa siwa juga sudah dikalahkan oleh rahwana, tetapi dia juga bingung kenapa HANYA SEKEDAR MEMBESARKAN BADAN SEPERTI YANG DIA TIRU DARI ARJUNA SASRABAHU, rahwana malah takluk kepada dewa siwa. Untuk itu dewa siwa yang menjadi hanoman meminta para keluarganya untuk ikut membantunya dalam mencari dewi sinta.

Surpanaka yang saat itu merupakan dewa siwa juga, menanyakan kepada rahwana dimana dia sembunyikan dewi sinta, akhirnya rahwana menunjukkan tempat dewi sinta, tetapi rahwana berkata, bahwa dengan alasan ini dia bisa menghajar laksmana. Tentu saja hal itu menyenangkan surpanaka, sehingga niat dia yang awalnya ingin mengembalikan dewi sinta malah juga ikut menyetujui agar laksmana ikut kebumi rahwana (bumi kita ini) dan kemudian bisa melihat kekasihnya itu tersiksa, akibat menolak mencumbuinya.

Hanoman yang sudah tahu akan keberadaan dewi sinta melalui surpanaka yang merupakan dirinya juga, segera meminta semua keluarganya beserta sri rama dan laksmana untuk turun kebumi bawah (bumi yang kita huni), dan kemudian sri rama meminta hanoman untuk menyusup dan membawa dewi sinta secara diam diam.

Hanoman yang sudah menyusup ketempat rahwana dan menemui dewi sinta menyampaikan bahwa dirinya diminta oleh sri rama untuk menjemputnya dan menemui sri rama yang sudah berada di luar istana rahwana. Tetapi karena dewi sinta teringat akan arjuna sasrabahu yang asli yang tidak langsung datang pada sayembara dewi pertiwi, menunjukkan sikap yang tidak ksatria, dan dia membandingkan dengan kekasihnya yaitu sri rama (arjuna sasrabahu yang palsu alias bambang sumantri) yang dia yakini lebih baik dari arjuna sasrabahu yang asli, serta juga menilai apakah sri rama benar benar mencintainya sehubungan dia teringat ketika sebagai dewi pertiwi yang palsu dan sri rama sebagai arjuna sasrabahu yang palsu, selalu gusar dan bertanya kenapa tidak memiliki rahim, maka dewi sinta memutuskan untuk datang dan menjemputnya sendiri. Sebagai bukti bahwa dia lebih baik dari arjuna sasrabahu yang asli.

Kemudian dimulailah perang ramayana.

Bersambung…..

Lanjutan….perang ramayana

Dewi sinta yang menyatakan bahwa sri rama harus datang sendiri untuk menjemput sinta, sebenarnya karena ketika dalam perjalanan penculikan dirinya dari bumi atas kebumi bawah yang kita huni saat ini, dewi sinta merasa ketakutan.

Sebab saat itu terjadi, dewi sinta yang merupakan wanita cantik itu, alias dewi pertiwi yang palsu, turun dengan menggunakan kekuatan sejatinya untuk mengangkat badannya sendiri yaitu dewi sinta, agar bisa melawan rahwana dengan kekuatan sejatinya sendiri. Akan tetapi, ternyata meskipun wanita cantik itu, sudah menggunakan kekuatan sejatinya tetap kalah dengan rahwana, disitulah dia menilai bahwa rahwana adalah salah satu makhluk yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya dan tentu saja sejati rahwana lebih besar dibandingkan sejatinya dewi sinta. Tetapi dia masih belum tahu bahwa rahwana adalah dewi gangga.

Saat dewi sinta tahu akan hal itu, maka
dewi sinta berkata : “kenapa engkau makhluk yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatimu, berbuat seperti ini, dimana kami sepasang kekasih yang berada dihutan tidak mengganggu siapa siapa engkau pisahkan dengan menculikku?”

Rahwana : “engkau sudah tahu siapa aku, bahwa aku sudah mampu menggunakan kekuatan sejatiku, dan akupun sudah tahu siapa dirimu, aku menculikmu karena engkau berbuat tidak baik kepada raja seluruh makhluk?

Sinta: “siapa yang kau maksud?”
Rahwana : “brahma, dialah wisnu tetapi kau tidak mau menyerahkan kekuasaan semua ini kepadanya, melainkan kau serahkan kepada kekasihmu yang tidak layak itu”
Sinta : “dia memang tidak mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh, tetapi dia layak memimpin seluruh makhluk dibandingkan brahma, sebab dia mau memperjuangkan kekasihnya, meskipun menghadapi semua rintangan yang menghalanginya, dibandingkan dengan brahma yang hanya diam diistana menunggu dewi citrawati yang datang, dijemput dan diperjuangkan oleh kekasihnya (bambang sumantri)”

Rahwana : “…(rahwana terdiam dan mengingat kejadian masa dahulu, dimana arjuna sasrabahu saat itu tidak diam, melainkan berbicara dengan pimpinan timsuksestuhan, dan memohon ampun kepada tuhan untuk memaafkan dirinya karena tidak bisa kehilangan dewi pertiwi, kemudian berkata)… Baiklah jika kau yakin bahwa dia lebih baik dibandingkan brahma, aku akan melihat seberapa kemampuan kekasihmu itu apakah dia sesuai dengan apa yang kau katakan?

Itulah yang menjadi alasan dewi sinta kenapa tidak mau ikut hanoman, berhubung dia meyakini bahwa sri rama yang merupakan bambang sumantri merupakan tokoh yang lebih baik dibandingkan arjuna sasrabahu yang asli.

Bersambung….

Lanjutan perang ramayana…

Hanoman yang kembali kepada sri rama, mengatakan bahwa dewi sinta ingin sri rama sendiri yang menjemput dirinya. Mendengar hal itu sri rama menjadi gusar, sehubungan dia pernah menghadapi rahwana dan tahu seberapa hebat rahwana itu, dalam hati sri rama jika terjadi pertempuran, bahkan seluruh dewa dewa ikut bersamanya dalam pertarungan ini pasti akan mengalami kekalahan. Dalam kekalutan itu laksmana berkata bahwa apapun yang terjadi sri rama harus menghadapinya, karena dewi sinta adalah istrinya, dan tanggung jawab suami haruslah berkorban kepada istrinya.

Saat laksmana berkata seperti itu, tentu saja hanoman mencibir omongan laksmana karena hanoman teringat akan perbuatan laksmana (arjuna sasrabahu) yang tidak datang dalam sayembara pernikahan dirinya. Tetapi Hanoman juga berfikir, jika dengan pertarungan ini, sri rama mampu memenangkan pertarungan dengan rahwana, pastilah penduduk baik bumi atas maupun bumi bawah ini akan memilih agar sri rama yang memimpin mereka semua, sehingga janji dewi pertiwi yang asli kepada bambang sumantri alias dewa indra bisa terwujud.

Hanoman berkata bahwa sri rama itu, lebih baik untuk berperang melawan rahwana, ditambah lagi untuk menaklukkan bumi atas dan bumi bawah ini menjadi wilayah kekuasaan sri rama. Ditambah lagi, dewa siwa telah mampu mengalahkan rahwana, maka tentulah dewa siwa akan membantu sri rama untuk memenangkan pertarungan ini.

Karena sri rama tahu bahwa hanoman adalah dewa siwa ditambah lagi rahwana memang pernah dikalahkan dewa siwa, maka tentu saja hal ini menyenangkan sri rama, sehingga dengan percaya diri sri rama menantang perang rahwana.

Dalam pertempuran tersebut, rahwana tentu didatangi oleh laksmana, akibat laksmana mengetahui bahwa rahwana merupakan putri kesayangan brahma. Saat itu laksmana berbicara antar sejati, dan berkata agar rahwana mau mengalah, karena akan membuat susah penduduk atas dan bawah, tetapi rahwana bilang kepada laksmana bahwa dia hanya ingin tahu seberapa pantaskah sri rama itu menjadi pemimpin seluruh makhluk. Atas dasar itulah laksmana pun mengerti keputusan anaknya tersebut.

Dalam pertarungan dengan rahwana, sri rama menggunakan seluruh kekuatannya, hingga kekuatan yang terakhir yaitu badannya sendiri sebagai ular tatsaka alias yajuj, yang diturunkan dari leher dewa siwa. Namun semuanya sia sia, bahkan rahwana mengejek sambil berkata, “hanya seperti ini sajakah kemampuan sri rama, yang merupakan titisan dari arjuna sasrabahu yang merupakan wisnu!”

Sri rama yang sudah malu kemudian melihat hanoman, dan berkata “bukankah sudah kau katakan bahwa dewa siwa mampu menaklukkan rahwana, tetapi kenapa ular dewa siwa (tatsaka) tidak mampu mengalahkannya?.

Hanoman yang sangat sedih mendengar perkataan sri rama tersebut berlutut dihadapan sri rama dengan berlinang air mata, hanoman memohon agar sri rama merestuinya menjadi sebuah gunung untuk menaklukkan rahwana.

Saat itu laksmana yang melihat hanoman yang dimarahi sri rama berbicara dengan kekuatan sejatinya kepada rahwana :

“anak ku putri bapak yang bapak sayangin, mengalah lah, apalah arti semua ini, lihatlah hanoman yang merupakan dewi pertiwi yang sudah membantu kita seluruh makhluk, membuatkan alam makhluk yang indah ini, menjadi tempat untuk kita dalam menjalani kehidupan ini, dimana engkau pun juga belajar darinya ketika turun menyelidiki bagaimana dia membuat semua bumi ini, sehingga engkau pun juga bisa membuat bumi yang menjadi tempat tinggalmu, apakah kamu tidak sedih melihat dirinya yang merasa bersalah akibat telah menjanjikan kepada sri rama bahwa dewa siwa mampu mengalahkan dirimu nak”.

Rahwana yang mendengar bapak kesayangannya itu terlihat sedih, ditambah lagi kesedihan dewi pertiwi yang saat ini sebagai hanoman, dimarahi oleh sri rama, maka rahwana segera mengalah dan mengikuti nasehat bapaknya.

Kemudian hanoman yang telah diberikan restu oleh sri rama untuk bisa menjadi sebuah gunung, kemudian melompat keatas dan membuat badannya berubah menjadi sebuah gunung tanpa berwujud seperti hanoman lagi, melainkan menghancurkan bentuk badannya dan berubah menjadi sebuah gunung, dengan mengubah bahan dasar alam semesta yang belum berupa putaran energi menjadi berupa putaran energi, sehingga hanoman tewas menjadi sebuah gunung dan menimpa rahwana.

Rahwana yang sebenarnya mampu menghancurkan gunung tersebut, hanya diam saja, dan begitu sedih melihat pengorbanan dewa siwa kepada sri rama, sehingga rahwana berpura pura kalah dan tertindih dibawah gunung yang merupakan jasad dari hanoman yang telah diubah menjadi sebuah gunung.

Bersambung….

Lanjutan….

KEMATIAN SRI RAMA AKIBAT BERSENTUHAN DENGAN KEKUATAN SEJATI DEWA BRAHMA SECARA PENUH.

Sebelumnya saya ceritakan bahwa sejati makhluk itu jika sudah beraktivitas dengan sejatinya doang, maka akan bisa melihat, mendengar berbicara, berfikir dll. Sejati makhluk itu jika SEMAKIN MENYAYANGI TUHAN, maka sejati makhluk tersebut akan semakin MEMBESAR. Sejati makhluk itu jika mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh maka, alam semesta yang sudah berubah berupa putaran energi akan hancur dan kembali berubah menjadi BAHAN DASAR ALAM SEMESTA LAGI, jika bersentuhan dengan sejati makhluk tersebut.

INILAH YANG MENJADI BUKTI BAHWA BRAHMA ADALAH WISNU, DAN MENJADI PENYEBAB KEMATIAN SRI RAMA. DAN TIDAK ADA SATUPUN LITERATUR YANG MENCERITAKAN KISAH INI, SEHUBUNGAN PARA DEWA YANG MENURUNKAN AJARAN HINDU (AGAMA DEWA SETELAH ZAMAN NABI ADAM) MERAHASIAKAN DAN TIDAK MENCERITAKAN BAGAIMANA KISAH KEMATIAN SRI RAMA.

Setelah sri rama memenangkan pertarungan melawan rahwana, maka sri rama segera menjemput dewi sinta didalam istana rahwana. Kemudian membawa dewi sinta kebumi atas yang langsung disambut oleh bharata. Bharata yang selama berada dibumi atas berkata terkejut akan semua yang terjadi didalam bumi bawah, hingga pertarungan sri rama dan rahwana mengguncang kehidupan dewa, akibat banyak para dewa yang turun kebumi bawah untuk membantu sri rama. Kedatangan bharata dan satrugna beserta semua pembesar kerajaan, untuk meminta sri rama menjadi raja dan memimpin bumi atas, sehubungan dengan sri rama telah berhasil memenangkan pertarungan dengan rahwana dan mampu menyatukan seluruh dewa dalam pertarungan tersebut.

Sri rama merasa senang dengan tawaran tersebut, dan segera diangkat sebagai raja, dan sinta sebagai ratunya.

Namun dikalangan penduduk langit yang telah mampu menggunakan kekuatan sejati, yang tahu bahwa hanoman merupakan dewa siwa alias dewi pertiwi yang asli tidak senang atas perbuatan sri rama yang memarahi hanoman,

Sehingga kepemimpinan sri rama saat itu, banyak raja raja dari penduduk langit yang merupakan manusia manusia yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya, TIDAK TUNDUK KEPADA SRI RAMA. Jadi masa sri rama inilah mulai terjadi pemberontakan, dimana raja raja titisan dewa yang pro kepada dewa indra, melawan raja raja yang kebanyakan dari golongan manusia yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya, yang tidak mau tunduk kepada sri rama.

Raja raja tersebut menyepelekan sri rama dan dewi sinta, bahkan berkata bahwa sri rama itu tidak mampu menghamili dewi sinta akibat dewi sinta tidak memiliki kelamin. Sering perkataan ini menjadi bahan tertawaan mereka ketika raja raja tersebut berkumpul, yang tentu saja akhirnya terdengar dikalangan masyarakat saat itu, sehingga menjadi isu yang hangat diseluruh kalangan penduduk langit.

Akhirnya sri rama yang telah mengetahui hal itu, menjadi gusar dan marah, kemudian melampiaskan semua kemarahannya kepada dewi sinta yang dia kira sebagai dewi pertiwi yang asli. Sri rama bertengkar hebat dan mengusir dewi sinta dengan menghinanya sebagai wanita mandul. Atas perbuatan sri rama tersebut dewi sinta yang merupakan wanita cantik itu, menggunakan kekuatan sejatinya kemudian membakar badannya sendiri, sehingga badan dewi sinta hancur terbakar menjadi abu.

Setelah kejadian tersebut, tentu saja kehidupan para dewa pun mulai banyak yang tidak mematuhi sri rama, bahkan ada para dewa yang berkata bahwa sri rama tidak layak menjadi suami dari wanita manapun, akibat perkataan sri rama yang menyakiti dewi sinta. Akhir kepemimpinan sri rama banyak raja raja dari penduduk langit (baik kalangan manusia yang menjadi raja maupun dari kalangan dewa yang menjadi raja) yang sudah tidak tunduk dengan dewa indra ataupun sri rama.

Akhirnya dalam masa tuanya sri rama, dimana tidak ada satupun kerajaan yang tunduk pada dirinya, sri rama hanya bisa menyesali perbuatannya akibat berbuat seperti itu kepada dewi sinta. Kemudian sri rama didatangi oleh dewa brahma yang saat itu datang sebagai seorang resi dan berbicara kepada sri rama: “jika dirimu meninggal dan ruhmu kembali kepada dewa indra maka seluruh dewa akan tahu dan jelas bahwa dirimu adalah dewa indra, untuk itu aku mengusulkan agar tubuhmu akan aku hancurkan dengan kekuatan sejatiku, sehingga para dewa yang masih ragu apakah dirimu adalah titisan dewa indra atau tidak, TIDAK AKAN TAHU BAHWA DIRIMU ADALAH DEWA INDRA, KARENA BUKAN HANYA BADAN MU SAJA YANG AKAN HANCUR MELAINKAN JUGA RUHMU IKUT HANCUR BERUBAH MENJADI BAHAN DASAR ALAM SEMESTA LAGI. SRI RAMA BERTERIMA KASIH KEPADA DEWA BRAHMA DAN DIA BERJANJI AKAN BERSIKAP BAIK TERUTAMA KEPADA ISTRINYA.

Kemudian dalam pembicaraan itu, makhluk lain yang mengetahui hanyalah golongan makhluk makhluk yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya. Mereka juga melihat adanya penyesalan yang telah dialami oleh sri rama.

Kemudian brahma yang menyamar sebagai seorang resi menunjukkan sejatinya yang aktif secara penuh di sebelah sri rama. Sri rama yang melihat udara sekitar yang bersentuhan dengan sejati brahma yang berwarna hitam tersebut, membuat udara yang bersentuhan dengan sejati itu, berhenti putarannya dan bersentuhan kemudian menjadi bahan dasar alam semesta lagi. Kemudian sri rama segera terjun kearah sejati brahma tersebut dan HANCURLAH BADAN SRI RAMA HINGGA MENJADI BAHAN DASAR KEMBALI.

kisah selanjutnya adalah kisah DEWI GANGGA YANG INGIN KEKASIHNYA YAITU BATARA KALA MENJADI PEMIMPIN SELURUH MAKHLUK AKIBAT BRAHMA YANG TIDAK MAU MEMIMPIN SEDANGKAN DEWA INDRA SUDAH JELAS TIDAK PANTAS MENJADI PEMIMPIN SELURUH MAKHLUK.

bersambung….

Lanjutan kisah LELUHUR JAWA ZAMAN SEBELUM NABI ADAM

MAHABHARATA (kisah dewi gangga yang ingin kekasihnya batara kala memimpin seluruh makhluk)

Asal mula dewi gangga

Setelah peristiwa dewa siwa yang mencabut ular naga laki (yajuj) dari badan dewa brahma ketika yajuj tersebut membuat banyak wajah pada kepala dewa brahma, agar dapat terus melihat wanita cantik itu, maka dewa siwa mengikatkan ular naga laki itu (yajuj) pada lehernya dengan ujung ekor/kelaminnya berada pada ubun ubun dewa siwa, sehingga ular tersebut bersemayam pada badan dewa siwa. Dalam kisah kedewataan itu, wanita cantik itu mengangkat dewa siwa sebagai pasangannya, sehingga ular tersebut jika melihat wanita cantik itu dan dia tidak tahan melihatnya maka, tanpa disengaja air maninya menetes melalui rambut dewa siwa.

Kelahiran dewi gangga itu ada pada peristiwa dialam kedewataan, dimana brahma telah merubah badannya yang awalnya manusia berubah menjadi badan dewa, maka dimulailah brahma naik dan menghuni alam kedewataan dan dikenal sebagai dewa brahma. Dewa brahma yang hadir saat dialam kedewataan sering melihat dewa siwa, mulai dari rambutnya maupun segala sikapnya, yang masih marah karena dewa brahma gagal menjadi pemimpin seluruh dewa. Atas perhatian itu, maka lama kelamaan dewa brahma jatuh cinta kepada dewa siwa, hal ini karena dewa brahma telah mempelajari kekuatan sejati, serta bisa membedakan antara pria dan wanita hanya dengan menyentuh sejatinya. Jadi yang menentukan pria atau wanita bukanlah dari kelaminnya melainkan dari sejatinya. Kemudian dewa brahma mulai menyelidiki kenapa dewa siwa selalu melihat sinis kepada dewa brahma, dan dengan kekuatan sejatinya dia bisa mengetahui alasan kenapa dewa siwa kelihatan membenci dewa brahma. Rupanya dewa siwa sangat kecewa karena brahma dianggapnya gagal ketika mendapat cobaan wanita cantik yang hadir dalam semedi dewa brahma, ketika melewati ujian untuk menjadi pemimpin para dewa. Ditambah lagi saat ujian tersebut dimana dewa brahma mendidik makhluk makhluk yang lahir dari kepala (dahi) dewa brahma, ketika dewa brahma sebagai manusia, ternyata dewa siwa lah yang paling memuji muji brahma dihadapan para dewa dan terutama dihadapan malaikat. Sehingga dengan banyaknya pujian yang sering dibicarakan oleh dewa siwa banyak yang menduga bahwa dewa siwa menyukai brahma. Karena itulah dewa brahma selalu senang jika melihat dewa siwa, dan bila dewa siwa melihat brahma yang sedang melihat dirinya, maka dewa brahma langsung menundukkan kepalanya. Atas rasa kebaikan dewa siwa kepada brahma dahulu, dalam pujian pujiannya terhadap dewa brahma saat itu serta dewa brahma yang mengetahuinya sendiri dengan menyelidiki sejatinya dewa siwa, maka brahma dan dewa siwa mulai saling mencintai.

Rasa cinta dewa brahma itulah yang pada akhirnya dia berusaha menolongnya agar dewa siwa mampu dengan baik dalam memimpin seluruh dewa saat itu. Sehingga jika ular dewa siwa yang melihat wanita cantik itu dan keluarlah air maninya, hingga menetes dari rambut siwa, maka brahma merasa bersalah, karena brahma tahu bahwa dewa siwa mengambil ular tersebut dari atas kepala dewa brahma karena dianggap dewa siwa, telah gagal dalam menjalani ujian tersebut. Sehingga suatu waktu ketika brahma melihat dari rambut dewa siwa, menetes air mani dari yajuj yang ada dikepalanya, maka brahma mengambil air mani tersebut dan merubahnya menjadi wujud seorang dewi yang sangat seksi. Dewi itulah yang merupakan dewi gangga yang dibuat badannya oleh dewa brahma, dan wujud dewi gangga yang sangat seksi itu, merupakan suatu bentuk keinginan dewa brahma agar dewa siwa ingat bahwa dirinya adalah wanita, dan tentu agar dewa siwa juga mau merubah sikapnya yang seperti laki laki. Itulah asal mula lahirnya dewi gangga.

Asal mula bathara kala

Dalam alam kedewataan ketika wanita cantik itu, mengangkat seorang malaikat menjadi seorang dewa, dimana dia membuatkan badan yang baru lagi kepada malaikat tersebut, yang sama atom penyusunnya dengan badan wanita tersebut, maka dimulailah adanya golongan makhluk yang disebut sebagai dewa. Dalam kehidupan yang berkelanjutan dimana dewa siwa mengajarkan kebaikan kebaikan dalam kehidupan seluruh makhluk, dan akibat banyaknya makhluk yang hidup membentuk masyarakat saat itu, maka dewa siwa memimpin kehidupan seluruh makhluk didampingi oleh wanita cantik itu, serta dewa brahma yang selalu membantu dan menjadi penasehat mereka.

Pada suatu hari ketika dewa siwa pergi meninggalkan wanita cantik itu, sedangkan ular itu ditinggal oleh dewa siwa, maka si ular naga laki yang merupakan kekasih siwanita cantik itu, dimana wanita cantik itu juga merupakan pasangannya sebagai naga perempuan, merubah wujudnya menjadi sama dengan dewa siwa. Hal ini dia lakukan agar bisa bermesraan dengan wanita cantik itu. Tentu saja perbuatan ular naga laki ini diketahui oleh wanita cantik itu, sehubungan dia telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya, meskipun tidak bisa secara penuh lagi, akibat dia yang berniat menyiksa brahma sebagai tujuannya ketika membuat badan dewa brahma yang masih sebagai manusia. Tetapi karena wanita cantik itu juga mencintainya, maka dia membiarkan saja ular naga laki itu (yajuj) mencumbuinya dalam wujud dewa siwa. Yajuj tersebut tidak tahu bahwa wanita cantik itu sebenarnya adalah ular naga perempuan, yang merupakan majuj yang menjadi pasangannya sebagai yajuj dan majuj. Sehingga dia harus menipu untuk meniduri wanita cantik itu.

Akhirnya perbuatan mereka melahirkan seorang putra yang kita kenal sebagai batara kala.

Itulah asal mula kelahiran batara kala.

Bersambung….

Lanjutan…
Kita kembali kemasa setelah zaman sri rama.

Setelah peristiwa kisah sri rama, maka para dewa maupun dari golongan raja raja yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya, mulai membicarakan siapa yang akan mengganti dewa indra dalam kepemimpinan saat itu, karena sudah banyak makhluk yang muak dengan perbuatan dewa indra selama ini. Akhirnya baik dari golongan dewa maupun dari golongan manusia berharap agar dewa brahma memimpin menggantikan dewa indra.

Dewa brahma yang saat itu memikirkan nasib dewa siwa yang sedang sedih, menggunakan kekuatan sejatinya, dan menyentuh sejati dewa siwa serta menilai perasaan dewa siwa saat itu. Akhirnya saat itu dia tahu bahwa dewa siwa masih menaruh rasa bersalah kepada dewa indra dan merasa bahwa KEGAGALAN maupun NASIB dewa indra yang saat ini dikucilkan oleh banyak dewa merupakan kesalahannya. Akhirnya dewa brahma menolak, dan ingin tetap dewa indra yang memimpin seluruh dewa.

Dewi gangga yang gak setuju dengan keputusan dewa brahma, tetap bersikeras bahwa dewa brahma harus memimpin seluruh makhluk, karena dewa brahma adalah wisnu yang merupakan orang yang harusnya memimpin kita semua. Pemimpin kami timsuksestuhan juga menyetujui akan usulan dewi gangga tersebut, tetapi akibat bersikerasnya dewa brahma, maka dewi gangga dimarahi oleh dewa brahma. Dengan sambil menangis dewi gangga berkata, “bahwa siapapun yang menjadi suamiku nanti, maka dia pastilah akan lebih baik dari bapak.”

Akhirnya dewi gangga bersiap siap untuk pergi dari alam kedewataan dan meninggalkan kehidupan dialam dewa.

Sebelum kejadian itu, batara kala yang dianggap sebagai anak dari dewa siwa dan wanita cantik itu, diutus oleh dewa siwa agar belajar kepada brahma akibat rayuan wanita cantik itu kepada dewa siwa, sehubungan dia tahu bahwa banyak pengikut brahma yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya. Sehingga putra kesayangan wanita cantik itu ingin agar anaknya mampu juga menggunakan kekuatan sejatinya dengan belajar kepada dewa brahma. Namun karena batara kala sering diajari oleh dewi gangga atas segala aturan yang perlu dalam kehidupan makhluk, sedangkan batara kala malah lebih fokus akan kecantikan dewi gangga, maka batara kala sering gagal dalam mempelajari kekuatan sejatinya. Tentu saja dewi gangga sering memarahi batara kala ketika gagal dalam mempelajari ajaran brahma.

Namun saat ketika dewi gangga menangis, maka batara kala dalam hatinya ikut sedih melihat apa yang terjadi kepada dewi gangga, sehingga batara kala juga ikut pergi dari alam kedewataan untuk menjaga dewi gangga. Namun dewa brahma mencegahnya, karena batara kala belum menguasai ajaran brahma sehingga kehidupannya nanti akan sulit terhindar dari keburukan, tetapi batara kala tetap berkeras dan menyusul dewi gangga. Akan tetapi, sehubungan brahma melihat batara kala bertekad untuk menjaga dewi gangga, maka saat itu brahma menawarkan agar dia membantunya, untuk menitis kedunia dimana tempat keberadaan dewi gangga sekaligus membantunya untuk menjaga dewi gangga selama berada didunia.

Maka dalam kisah selanjutnya, batara kala menitis menjadi santanu, yang nantinya akan menjadi suami dari dewi gangga.

Dewi gangga yang saat itu turun langsung sebagai dewi, kedunia atas, dimana sebagai bumi terakhir yang dibuat dewi pertiwi, dan merupakan langit dari bumi kita ini, berusaha membantu penduduk setempat dalam menjalankan kehidupannya, seperti yang dilakukan dewi pertiwi selama ini, dalam menata kehidupan dari makhluk lain.

Pada masa lahirnya batara kala sebagai santanu, maka batara kala memiliki dua orang kakak yang merupakan saudara kandung, yang mana merupakan titisan dari dewa brahma dan dewa siwa, dan saat mulai dewasanya mereka bertiga, maka ketika akan diangkatnya putra mahkota, tentu saja titisan dewa brahma maupun titisan dewa siwa menolak diangkat oleh ayahnya sebagai raja untuk menggantikannya. Hal ini disengaja oleh dewa brahma dan dewa siwa agar yang diangkat menjadi raja adalah batara kala alias santanu. Walaupun santanu saat itu masih belum cukup umur untuk memimpin sebagai raja. Akibatnya tentu sering menjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan batara kala alias santanu, hal itu juga menguntungkan bagi dewa brahma maupun dewa siwa agar nantinya dewi gangga mau membantunya ketika batara kala alias santanu menjadi raja.

Dalam kepemimpinan santanu, dewi gangga sering memberikan petunjuk kepada santanu jika ada permasalahan sesuatu hal, yang caranya sering dengan menyamar menjadi manusia, dan membantunya. Dewi gangga yang saat itu telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya, sudah tahu bahwa santanu sebenarnya merupakan batara kala yang dahulu sering dia marahi ketika gagal dalam mempelajari ajaran brahma. Namun karena saat itu ada rasa kerinduan dewi gangga akan kehidupan dialam kedewataan ditambah lagi dengan adanya batara kala yang sudah turun menitis menjadi santanu, maka dia bisa sedikit banyak mengobati kerinduannya akan kehidupan masa lalunya ketika dialam para dewa.

Dalam masa masa kehidupan santanu dan dewi gangga, maka mulailah tumbuh rasa cinta dewi gangga kepada santanu. Meskipun dewi gangga sering berwujud manusia yang santanu tidak tahu bahwa terkadang santanu bertemu dewi gangga yang berwujud manusia lain yang sebenarnya manusia itu adalah dewi gangga. Akan tetapi rasa cinta yang muncul dari hati dewi gangga mencoba menyelidiki perasaan itu juga, apakah ada pada santanu atau tidak. Akhirnya dewi gangga pergi menyelidiki sejati batara kala alias santanu, kemudian dia mengetahui bahwa selama belajar ajaran brahma, batara kala sudah lama menaruh rasa cinta kepada dewi gangga, tetapi karena dewi gangga terkenal pemarah maka batara kala takut mengungkapkannya.

Namun naasnya, batara kala (santanu) merupakan makhluk yang belum mampu menggunakan kekuatan sejatinya secara penuh, dan tentu saja batara kala tidak ingat kehidupannya masa lalu yang merupakan seorang dewa. Untuk itu dewi gangga ingin membantunya untuk mampu menggunakan kekuatan sejatinya sehingga dia berhasil menguasai ajaran brahma dan bisa teringat akan dewi gangga yang merupakan wanita yang dia cintai saat dahulu di alam dewa.

Kemudian akibat batara kala yang masih belum juga mampu menggunakan kekuatan sejatinya, maka dewi gangga berniat untuk menunjukkan dirinya dihadapan batara kala (alias santanu) dan berharap batara kala minimal mampu mengingat kisah mereka dahulu. Ketika batara kala sedang semedi sebagai seorang raja dan danau yang dihadapannya muncul sebuah pusaran air yang kemudian muncullah dewi gangga yang menampakkan wujud nya sebagai dewi, maka batara kala takjub melihat hal itu, dan mulai terpikat dengan semua pesona yang muncul dari dewi gangga. Namun dewi gangga menilai saat itu batara kala masih belum mengingat akan siapa dirinya maupun diri dewi gangga, sedangkan batara kala saat itu yang merupakan seorang raja, tanpa basa basi meminta agar dewi gangga mau menjadi isterinya. Karena rasa cinta dewi gangga, ditambah lagi dewi gangga menilai melalui sejati batara kala, bahwa batara kala dahulu telah mencintainya, ditambah lagi dengan menjadi istrinya bisa membantu batara kala tersebut dalam menjalankan kepemimpinan, maka dewi gangga setuju, tetapi dengan syarat bahwa batara tidak boleh mencegah apapun yang akan dilakukan dewi gangga. Dan batara kala menyetujuinya, sehingga menikah lah mereka berdua.

Bersambung…..

Lanjutan….(kisah mahabharata)

Dalam kehidupan dewa, saat dewa siwa dan dewa brahma menitis menjadi kakak kandung santanu (alias batara kala), maka muncul niat dewa indra yang ingin mengambil lembu nandini, untuk mencari rahim dari dewi pertiwi yang disembunyikan pada lembu nandini. Sehubungan wanita cantik itu, ketika membakar badan dirinya sebagai dewi sinta, tidak mau memakai badan wanita cantik itu lagi. Jadi ketika dewi pertiwi yang saat itu sebagai dewi citrawati, telah bertukar badan dengan bambang sukrasana, maka ketika dewi citrawati yang palsu ini meninggal, maka ruhnya kembali ke badan wanita cantik itu, sehingga para dewa menyatakan bahwa dewi pertiwi merupakan wanita cantik itu. Wanita cantik itu dialam kedewataan sering disebut sebagai DEWI UMA. Kemudian karena dalam kisah ramayana, dewi pertiwi yang palsu, alias wanita cantik itu, alias dewi UMA alias dewi citrawati yang palsu, alias dewi sinta telah sakit hati kepada dewa indra yang menitis sebagai sri rama, maka dewi UMA tersebut membakar badannya sendiri yaitu badan dewi sinta, hingga menjadi abu, serta meninggalkan badan dewi UMA (wanita cantik itu) sehingga dewi UMA hanya tinggal jasadnya doang, dan sejati wanita cantik itu kembali kebadannya sebagai ular naga perempuan alias majuj.

Jadi wanita cantik itu, sudah memakai banyak badan, yaitu badan naga perempuan, badan wanita cantik itu (dewi uma), badan dewi pertiwi (sebab dia sebagai dewi pertiwi yang palsu), dan masih banyak lagi badan yang dia kendalikan.

Dewa indra yang saat masa kejayaannya dahulu sebagai raja para dewa, telah mengangkat dewa dewa lain sebagai PANGLIMA PERANGNYA, dan dikenal sebagai delapan dewa. Ternyata salah satu dari delapan dewa ini, merupakan dewa indra itu sendiri. Hanya saja dia membuat badan dewa yang lain. Sehingga naga laki ini (yajuj) juga telah menggunakan banyak badan agar mempermudah kepemimpinannya. Nah ketika dewa indra sedang dalam masa sulit saat ini akibat kesalahannya sewaktu menitis sebagai sri rama, maka dewa indra menggunakan badannya sebagai salah satu dari delapan dewa, untuk mengajak dewa yang lain agar mencari jalan sehingga dewa indra mampu mengembalikan nama baiknya sebagai raja para dewa, yang telah rusak namanya akibat peristiwa kisah sri rama.

Dewa indra yang saat itu, melihat jasad dari dewi uma, bertekad mencari dewi yang merupakan titisan dari dewi sinta agar jasadnya bisa hidup kembali, dan dewa indra ingin mencarinya melalui lembu nandini, yang tentu saja dia anggap mengetahui siapa sebenarnya wanita cantik itu, sehingga bila dia tahu, maka dia ingin agar siapapun yang dahulu merupakan wanita cantik itu (dewi uma), mau memakai badannya lagi yaitu jasad dewi uma.

Akhirnya dia memutuskan harus mencari siapa dewi uma ini, melalui lembu nandini, dimana terdapat rahim nya ketika sebagai dewi pertiwi (padahal dewi pertiwi yang dia kenal sebagai kekasihnya itu merupakan dewi pertiwi yang palsu). Jika dewa indra berhasil, tentulah akan mengembalikan nama baiknya. Sehubungan jika dia langsung yang mencuri lembu nandini, jika ketahuan akan memperparah kebencian para dewa yang lain kepadanya, sehingga dia yang sebagai salah satu dari delapan dewa berniat untuk mencuri lembu nandini dan menyelidiki dimana keberadaan dewi uma alias dewi pertiwi yang palsu, alias dewi sinta alias dewi citrawati yang palsu, alias bambang sukrasana yang asli alias, lembu nandini itu sendiri. Jadi sebenarnya, lembu nandini adalah dewi uma yang diminta dewa siwa mewujud sebagai lembu untuk menyembunyikan RAHIM si dewi pertiwi yang asli.

Nah ketika dewa siwa menitis menjadi saudara dari santanu, maka delapan dewa menculik lembu nandini, akan tetapi diketahui oleh dewa siwa dan menghukum delapan dewa agar turun menjalani hukuman sebagai manusia. Dewa siwa memutuskan agar mereka menjadi anak anak dari dewi gangga yang telah menjadi istri dari prabu santanu. Keputusan ini sebenarnya dibuat oleh dewa siwa agar sebagai ujian buat batara akala dan dewi gangga sehingga mampu membuat nama harum kepemimpinan mereka dimata para dewa yang lain.

Ketika dewi gangga yang hamil, setelah menikah dengan santanu, dewi gangga tahu bahwa anaknya sedang mengalami masa hukuman para dewa, akhirnya dewi gangga akan membunuh anaknya agar hukuman mereka bisa cepat selesai, namun karena santanu yang gusar akan perbuatan dewi gangga, dimana ketika ingin melahirkan dia pergi kesungai, dan setelah selesai dewi gangga sudah tidak hamil lagi, dan dia bingung, kemana anaknya yang telah dilahirkan dewi gangga. Pada kehamilan anaknya yang kedelapan, yang merupakan titisan dari dewa indra yang menjadi salah satu dari delapan dewa, maka santanu mengikuti dewi gangga, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Ketika bayi itu telah lahir dan dewi gangga ingin membunuhnya agar masa hukuman terhadapnya itu cepat selesai, maka dewi gangga segera dicegah oleh santanu. Dan berkata agar dewi gangga jangan membunuh anaknya tersebut, sehubungan anak mereka itu itu adalah lambang cinta kasih mereka sebagai suami istri. Akibat dari perbuatan santanu yang melanggar janji, maka dewi gangga akan pergi bersama anaknya tersebut, meninggalkan santanu, dan jika telah dewasa anaknya tersebut dan telah cukup menguasai ajaran brahma, maka dewi gangga akan mengembalikan anaknya kepada santanu, sehingga santanu melanjutkan mendidik anaknya tersebut.

Saat dewi gangga pergi bersama anaknya, maka dewi gangga tetap membunuh anaknya tersebut, agar dewa indra tidak menjalani hukuman yang berat, dan ketika masa waktu usia kedewasaan manusia saat itu, dewi gangga menyamar menjadi anaknya tersebut, dan bertemu dengan santanu di tepian sungai gangga. Santanu selalu pergi ke sungai, dan sering semedi dipinggiran sungai untuk melepas rindunya kepada dewi gangga. Nah saat inilah dia bertemu dengan dewabhrata, yang dikira para dewa sebagai titisan dari delapan dewa, namun kenyataannya dewabrata ini sebenarnya adalah dewi gangga itu sendiri, yang memakai badan anaknya untuk menggantikan anaknya dalam menjalani hukuman yang berat, serta ditambah lagi agar dewi gangga bisa selalu dekat dengan santanu dan membantunya ketika memimpin sebagai seorang raja. Dewi gangga inilah yang kita kenal saat ini sebagai nabi khidir, sedangkan santanu alias batara kala saat ini kita kenal sebagai nabi musa.

Bersambung…..

Lanjutan kisah mahabharata….

Setelah dewa bhrata diterima sebagai anak oleh santanu, maka santanu segera membawanya kepada seluruh punggawa kerajaan bahwa dewabhrata adalah anaknya. Yang tentu saja mereka mengerti bahwa kedepannya dewabhratalah yang akan menggantikan santanu sebagai raja.

Setelah ditetapkanlah bahwa dewabhrata sebagai anaknya, maka santanu semakin besarlah rindunya kepada dewi gangga, padahal dewabhrata merupakan dewi gangga itu sendiri. Akhirnya semakin jarang santanu berada dikerajaan, malah sering berada ditepian sungai gangga akibat rasa rindunya kepada dewi gangga.

Pada masa kemunculan dewa bhrata, tentu juga hal ini di ketahui oleh wanita cantik itu, alias sinta, alias dewi pertiwi yang palsu, alias dewi uma, yang saat ini telah menggunakan kekuatan sejatinya. Meskipun rasa benci yang mendalam kepada sri rama, tetap juga rasa cintanya lebih besar dari pada rasa bencinya. Wanita cantik itu yang dahulunya juga tahu bahwa dewa bhrata adalah dewa indra alias sri rama, yang membuat badan baru sebagai salah satu dari delapan dewa, segera muncul dan menitis menjadi setyawati. Sehingga dia berniat untuk kembali kepangkuan sri rama alias dewa indra, yang dia kira menitis menjadi dewa bhrata saat ini.

Kemudian dia berusaha memikat dewa bhrata dengan bau harum tubuhnya yang dahulu sangat disukai sri rama dari dewi sinta, yang akhirnya tercium oleh santanu, yang saat itu sedang sedih akan rindunya kepada dewi gangga. Santanu yang mencium bau harum tersebut segera mencari tahu, dari mana sumber asal bau tersebut, sebab dia menduga hanya seorang dewa atau dewi lah yang mampu membuat bau harum yang wanginya hingga sejauh ini. Dan santanu menduga bahwa kemungkinan ini adalah dewi gangga. Santanu yang mengejar bau tersebut yang berada disepanjang sungai gangga terus menelusuri sungai hingga akhirnya dia bertemu dengan setyawati, yang sebenarnya adalah ibu kandungnya saat sebagai bathara kala.

Satya wati yang tahu bahwa santanu merupakan anaknya, segera untuk berbicara dengan santanu, namun apa daya, kecantikan setyawati yang mirip dengan dewi sinta, malah membuat santanu mabuk akan nafsunya sebagai laki laki. Setya wati yang membiarkan didekati oleh santanu sebenarnya bukanlah karena, dia ingin berpasangam dengan santanu, melainkan dengan kedekatan mereka akan menjadi awal untuk perjumpaannya dengan dewa bhrata yang merupakan dewa indra, padahal dewa bhrata saat ini merupakan dewi gangga yang sedang menyamar.

Setelah waktu berlalu, maka rasa nafsu santanu untuk menikahi setyawati semakin besar, hingga suatu saat dia melamar setyawati untuk menjadi istrinya. Hal itu tentu membuat setyawati terkejut, dan setyawati berusaha menolak santanu dengan cara halus, dan setyawati berusaha agar santanu mau menikahkan dia dengan dewa bhrata, yang dia kira sebagai dewa indra.

Akhirnya setyawati mendapatkan jalan dengan beralasan, bahwa jika dia menikahi santanu nantinya, dia akan memiliki anak yang bukan merupakan putra mahkota, sehingga dia bisa menjadi ratu dan bahagia, tetapi nasib sial akan menimpa anaknya karena tidak menjadi putra mahkota. Dengan usulan permintaan ini dimana permintaan setyawati adalah MENJADI RATU DAN ANAKNYA MENJADI PUTRA MAHKOTA, tentu jawaban yang diharapkan setyawati dari santanu adalah dengan MENIKAHKAN SETYAWATI DENGAN DEWA BHRATA, karena dengan begitu setyawati akan bisa berkumpul lagi dengan dewa indra, yang dia kira dewa brata merupakan kekasihnya tersebut, dan tentu dewabhrata akan menjafi raja dan anak anak setyawati menjadi putra mahkota. Namun karena nafsu yang masih menyelimuti santanu, maka santanu semakin gusar dan memikirkan bagaimana caranya setyawati menjadi istrinya dan anaknya menjadi putra mahkota.

Kegusaran santanu ini diketahui oleh dewa bhrata sehingga dewa bhrata mulai mencoba berbicara kepada setyawati. Akhirnya dewa bhrata menemui setyawati dan menanyakan permintaannya yang tidak bisa dipenuhi oleh santanu. Setya wati berkata bahwa dia meminta menjadi ratu dan anak anaknya menjadi putra mahkota kerajaan untuk menggantikan santanu. Sebenarnya dewi gangga sudah sangat sedih akibat dia merasa santanu telah menghianati cintanya, namun dewi gangga yang saat itu menggantikan anaknya sebagai dewa bhrata berusaha menahan amarah dan rasa sedihnya. Karena itu yang menjadi permintaan setyawati, maka dengan perasaan hancur dewi gangga bersumpah bahwa dia tidak akan menikah lagi untuk selamanya, dan tidak akan menjadi putra mahkota.

“”””LAGU LIR ILIR LIR ILIR TANDURE WES SUMILIR….. merupakan lagu yang dibuat oleh sunan kalijaga alias semar alias dewi pertiwi yang asli alias dewa siwa untuk membujuk DEWI GANGGA AGAR MAU MENIKAH LAGI DENGAN TITISAN BATARA KALA (SANTANU) saat masa sunan kalijaga”””

Bersambung…..

Lanjutan kisah mahabharata….

Setelah sumpah yang dilakukan dewa bhrata, maka saat itu dimulailah acara pernikahan antara santanu dengan setyawati, alias dewi pertiwi yang palsu, kemudian dalam kehidupan mereka santanu mulai kebingungan karena setyawati ternyata tidak memiliki kelamin, hal ini tentu membuat gusar santanu. Akhirnya santanu berbicara kepada dewa bhrata akan hal ini, dan santanu bingung akan penerus kerajaan nya jika dia tidak bisa memiliki keturunan. Atas permintaan dari santanu maka dewa bhrata akan membantu santanu untuk memperoleh keturunan, dengan memberikan air mani nya, dan diletakkan didalam kendi kemudian di biarkan selama sembilan bulan, sehingga akan muncul anak yang merupakan keturunan dari santanu.

Setelah masa sembilan bulan, maka dibukalah kendi tersebut, kemudian ternyata ada dua orang anak laki laki kembar yang ternyata merupakan titisan dewa. Anak yang pertama diberi nama citranggada sedangkan adiknya diberi nama wicitrawirya.

Tidak lama setelah kelahiran anak kembar santanu ini, maka santanu pun meninggal dunia.

Kedua anak ini sebenarnya merupakan titisan dewa dimana citranggada sebagai titisan dewa indra sedangkan wicitrawirya merupakan titisan dewa brahma. Saat itu masih banyak para dewa maupun makhluk makhluk lain yang masih menaruh rasa tidak senang kepada dewa indra sehingga dalam masa masa tumbuh kembang mereka dari kecil hingga dewasa tentulah wicitrawirya banyak dibantu oleh dewa dewa maupun manusia manusia yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya.

Akan tetapi setyawati yang TELAH MENGETAHUI bahwa dewa bhrata adalah dewi gangga sedangkan dewabhrata yang asli telah dibunuh oleh dewi gangga, dan juga dia telah mengetahui bahwa citranggada merupakan titisan dewa indra saat itu, maka setyawati pilih kasih dalam menyayangi kedua anaknya tersebut.

Saat masa masa kedewasaan mereka dimana sudah waktunyalah citranggada akan diangkat sebagai raja hastinapura, maka para manusia yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya TIDAK MENYETUJUI jika hastina pura akan dipimpin oleh citranggada, dan mereka lebih memilih untuk dipimpin oleh wicitrawirya sehubungan mereka tahu bahwa citranggada adalah titisan dewa indra sedangkan wicitrawirya merupakan titisan dewa brahma. Akhir nya mereka mendapatkan ide untuk menggagalkan pengangkatan citranggada sebagai raja dihastina pura menggantikan santanu, yaitu berpura pura sebagai seorang raja raksasa yang bernama sama yaitu citranggada, sehingga hal itu bisa membuat suatu momen pertarungan menguji citranggada sebagai seorang yang layak menjadi raja dihastina pura. Mereka memilih siapa salah satu diantara mereka yang akan menjadi citranggada raja raksasa. Akhirnya terpilih lah seorang manusia yang merupakan salah satu manusia yang telah mampu menggunakan kekuatan sejatinya untuk menjadi raja raksasa yang bernama citranggada dan akan menantang dewa indra yang saat itu menitis menjadi citranggada anak dari santanu. Ternyata raja raksasa ini sebenarnya adalah satrugna itu sendiri yang dahulu menjadi saudara kembar laksmana pada kisah ramayana. Namun permasalahan citranggada raja raksasa ini, ternyata tidak disetujui oleh kekasihnya (pacarnya), sebab dia berkata jika hanya karena siapa yang menjadi raja, mereka harus menipu dengan menjalankan rencana seperti itu, sedangkan ORANG YANG KALIAN INGINKAN MENJADI RAJA SAJA MALAH TIDAK MAU MENUNJUKKAN KEINGINANNYA MENJADI RAJA, maka untuk apa kalian memperjuangkannya. Maksudnya jika wicitrawirya saja hanya membiarkan citranggada menjadi raja, lalu untuk apa kalian berbuat untuk mengganggu kepemimpinan citranggada, sedangkan orang yang dibela (wicitrawirya) agar menjadi raja dihastina pura, diam dan malah berusaha agar kakaknya yaitu citranggada sukses dalam kepemimpinannya sebagai raja.

Titisan satrugna ini pun sudah memantabkan dirinya untuk melaksanakan keputusan itu, akan tetapi kekasihnya malah sedih dan berkata untuk mengakhiri hubungan mereka yang kandas tidak sampai jenjang pernikahan. Titisan satrugna sangatlah sedih, namun sebagai seorang ksatria harus mengusahakan yang terbaik bagi seluruh kehidupan makhluk, maka dia segera melaksanakan rencana mereka tersebut.

Pada saat hari pengangkatan citranggada anak santanu sebagai raja hastina pura, dan telah ditetapkan bahwa citranggada sebagai raja hastina pura, maka dihadapan gerbang istana hastinapura telah berbaris pasukan raksasa yang dipimpin oleh citranggada raja raksasa. Akhirnya citranggada raja raksasa tersebut, MENGHANCURKAN TEMBOK GERBANG HASTINA PURA yang merupakan suatu bentuk tantangan satu lawan satu antara sipenghuni gerbang dengan sang penantang.

Akhirnya raja raksasa itu datang memasuki istana kerajaan hastina pura, dan menantang citranggada yang telah diangkat sebagai raja hastina pura. Ketika ditanya, mengapa dia melakukan hal tersebut, maka raja raksasa tersebut berkata bahwa : TIDAK BOLEH ADA RAJA YANG SAMA NAMANYA DALAM SATU MASA, karena itu nantinya akan membingungkan anak cucu keturunan. Wicitrawirya yang merupakan dewa brahma tahu bahwa raja ini merupakan, satrugna, sehingga dia bertanya kenapa kalian semua melakukan hal ini. Akhirnya satrugna berbicara dengan kekuatan sejatinya dan berkata bahwa mereka hanya ingin menguji seberapa kemampuan citranggada anak santanu ini, sehubungan dia merupakan titisan dewa indra. Dewa brata yang saat itu juga dikenal sebagai bisma langsung maju menyambut tantangan citranggada raja raksasa tersebut, akan tetapi citranggada raja raksasa tersebut berkata bahwa dia menantang citranggada raja hastina pura, dan bukanlah bisma.

Akhirnya citranggada sebagai raja harus memutuskan dan menjawab tantangan tersebut, kemudian dia menyetujui pertarungan satu lawan satu antara citranggada raja raksasa dengan citranggada raja hastina pura. Dan pertarungan ini pun diadakan didepan gerbang hastina pura. Citranggada raja hastina pura memanggil naga tatsaka yang merupakan dirinya yang berbadan ular naga alias yajuj, dan ketika sama sama menyerang hanya dengan satu kali pukulan citranggada raja hastina pura, langsung tewas didepan seluruh penduduk yang hadir saat itu. Dan atas kemenangan itu maka citrangga raja raksasa kembali ke kediamannya beserta seluruh pasukan raksasa.

Karena raja hastina pura saat setelah diangkat langsung tewas dalam pertarungan maka kemudian diangkatlah wicitrawirya sebagai raja hastina pura.

Saat titisan satrugna ini (citranggada raja raksasa) kembali dan ingin mengabarkan bahwa dia telah berhasil mengalahkan dewa indra dan telah melaksanakan dharmanya karena ingin menguji rajanya, maka dia segera menemui kekasihnya untuk mengabari akan keberhasilannya tersebut. Tanpa disadarinya setelah sampai dikediaman kekasihnya ternyata orang orang sudah berkumpul karena kekasihnya itu telah meninggal dunia akibat bunuh diri, hal itu membuat sedih hatinya dan berkata kenapa kekasihnya itu meninggalkannya hingga membunuh dirinya, sedangkan yang dilakukannya sebenarnya karena dharmanya sebagai seorang ksatria. Sebenarnya saat ketika citranggada raja raksasa ini bertekad untuk menantang raja hastina pura, sedangkan kekasihnya tersebut telah gagal membujuknya untuk tidak melakukan hal itu, maka kekasihnya tersebut memilih untuk mengakhiri hidupnya karena tidak mau menjalani kehidupan ini, dengan melihat orang yang dicintainya itu melakukan suatu KEPURA PURAAN sebagai seorang ksatria, sehingga dengan rasa sedihnya dia mengakhiri hidupnya.

Nantinya satrugna ini (citranggada raja raksasa) akan menjadi anak duryudhana yaitu lesmana, sedangkan kekasihnya itu akan menjadi endang pergiwati anak dari arjuna, dan pada akhir mahabharata maka satrugna ini akan diminta untuk menggantikan PARIKESIT (YANG DIRENCANAKAN SEBAGAI TITISAN KRESNA) YANG MENINGGAL DALAM KANDUNGAN IBUNYA, sedangkan kekasihnya itu akan menjadi putri seorang resi yang mengutuk parikesit karena telah menaruh bangkai dileher bapaknya.

Bersambung…..

Lanjutan…
Kisah mahabharata…sayembara amba yang merupakan titisan hanoman, alias dewi pertiwi yang asli alias dewa siwa, sedangkan salwa yang juga merupakan titisan dewa indra.

Pada masa yang sama dengan zaman wicitrawirya, dewa indra yang menitis dengan banyak badan, juga menitis sebagai salwa, sedangkan hanoman yang menitis menjadi dewi amba, yang telah bersumpah akan setia dengan sri rama hanya bisa menuruti semua kemauan dewa indra alias sri rama. Pada penitisan kali ini, sehubungan indra tahu bahwa hanoman mampu mengalahkan rahwana yang begitu sakti, menitis sebagai dewi amba, maka salwa ingin agar dewi amba berpihak padanya, apa lagi dengan kekalahannya yang begitu mudah dikalahkan oleh raja raksasa yang bernama citranggada. Atas dasar itulah raja salwa ikut dalam sayembara pernikahan dewi amba dan ambika dan ambalika.

Dewi amba yang tahu kalau dewa brahma telah menitis sebagai wicitrawirya dan telah menjadi raja hastinapura, maka amba tidak mau untuk dinikahkan dengan wicitrawirya. Sehingga kerajaan kasi yang merupakan kerajaan yang selalu memberikan/menawarkan putrinya sebagai permaisuri hastina pura, saat wicitrawirya sebagai raja, tidak melakukan tradisi tersebut, akibat amba yang beralasan tidak menyetujui adat dari kedua kerajaan tersebut, padahal karena wicitrawirya adalah dewa brahma yang merupakan kekasihnya yang telah menyakiti perasaannya. Sehingga rajanya yang sangat menyayangi putrinya tersebut hanya bisa pasrah dan menuruti kemauan dari putri sulungnya.

Akibat keputusan putri sulungnya tersebut maka kerajaan kasi mengadakan sayembara untuk dewi amba, ambika dan ambalika, DIMANA AMBIKA DAN AMBALIKA MERUPAKAN TITISAN DARI WANITA CANTIK ITU, ALIAS DEWI UMA, ALIAS MAJUJ alias ular naga perempuan.

Jadi majuj, saat ini telah menitis dengan banyak badan juga, yaitu sebagai setyawati istri prabu santanu, ambika dan ambalika.

Ambika dan ambalika tentu senang dengan keputusan kakaknya tersebut yaitu amba, karena ketika sayembara nanti, raja salwa akan datang dan memenangkan sayembara, kemudian akan mencoba lagi mengambil kesempatan untuk memperbaiki kejayaan kepemimpinan dewa indra yang telah gagal menjadi pemimpin seluruh makhluk masa sri rama, termasuk kesempatan memperbaiki kejayaan dewa indra ketika sebagai citranggada raja hastinapura.

Jadi setelah gagal memperbaiki kejayaan dewa indra yang hancur masa sri rama melalui penitisannya sebagai citranggada raja hastinapura, maka dewa indra juga mencoba lagi sebagai raja salwa.

Saat sayembara dewi amba, ambika dan ambalika, maka sudah banyak dari raja raja yang hadir untuk mempersunting putri kerajaan kasi. Wicitrawirya yang tahu bahwa dewa siwa alias dewi pertiwi yang asli menitis sebagai dewi amba, merasa bersalah karena amba masih belum memaafkannya, dan mengurungkan niatnya untuk hadir mempersunting dewi amba. Akhirnya bisma membujuk ayahnya tersebut, dengan mengatakan bahwa amba alias dewa siwa mengambil keputusan bukan karena hatinya, melainkan karena amarahnya yang masih menaruh dendam kepada dewa brahma saat masa arjuna sasrabahu. Tetapi wicitrawirya berkata, untuk menyudahi segala kisah cintanya terhadap dewa siwa alias dewi pertiwi tersebut, bahwa dengan amba meminta diadakan sayembara, maka sudah cukuplah bukti bahwa dewa siwa alias dewi pertiwi tidak berkenan kepada dirinya lagi. Namun karena bisma tahu bahwa dewi amba alias dewa siwa masih menaruh rasa cinta kepada ayahnya yaitu dewa brahma, yang saat ini menitis sebagai wicitrawirya, maka bisma berkata, dewi amba sendiri yang harus mengatakan bahwa dia menolak menikahi bapaknya itu barulah dewi gangga bisa menerima keputusan ayahnya tersebut.

Akibatnya bisma berangkat sendiri untuk, menjemput dewi amba, agar memberikan keputusan terhadap hubungan antara dewa siwa dan dewa brahma. Setelah sampai pada kerajaan kasi maka bisma berkata kepada raja kasi untuk meminjam dewi amba sebentar untuk dibawa kehastina pura menghadap raja hastina pura, tetapi karena saat itu sedang diadakan sayembara, maka raja kasi tidak bisa menerima permintaan tersebut. Bhisma yang saat itu hanya ingin meminjam, dewi amba untuk dibawa sementara waktu kehadapan raja hastina pura, langsung berdiri digelanggang arena dan berkata kepada seluruh raja raja yang hadir saat itu, BAHWA DIRINYA DISINI BERDIRI KARENA INGIN MEMBAWA DEWI AMBA KEHADAPAN RAJA HASTINA PURA, BARANG SIAPA YANG INGIN MENGHALANGI, MAKA SEGERA MAJU UNTUK BERTANDING MELAWAN DIRINYA DIARENA INI.

Raja raja yang hadir saat itu takut akan kesaktian bisma dimana dia merupakan kesatria yang belum pernah kalah oleh siapapun, saat itu semua raja terdiam, kemudian raja kasi melihat semua raja yang hadir tidak ada yang berani menghadapi bisma, maka raja kasi menetapkan bahwa bisma telah memenangkan sayembara tersebut, dan ketiga putri kerajaan kasi tersebut dipersilahkan untuk dibawa bisma kekerajaan hastina pura. Salwa yang saat itu takut akan kegagalannya lagi untuk memperbaiki kejayaannya sebagai dewa indra, maka tidak mau begitu saja menyerahkan dewi amba, ambika dan ambalika, sehubungan dia tahu bahwa hanoman menitis sebagai dewi amba. Maka salwa memberanikan diri untuk maju dan menantang bisma.

Bisma yang sudah muak dengan kelakuan dewa indra segera menghajar salwa hingga salwa saat itu tidak berkutik, dan semua raja raja yang hadir saat melihat betapa mengerikannya kemarahan bisma.

Akhirnya dengan wajah yang marah bisma membawa dewi amba, ambika dan ambalika, untuk memboyong kekerajaan hastina pura.

Setelah sampai dihastina pura dan ketiga putri tersebut dibawa bisma kehadapan wicitrawirya, maka amba yang melihat wicitrawirya, yang saat itu sedang tersenyum melihat amba yang hadir dihadapannya, merasa semakin benci dengan sikap wicitrawirya, ditambah lagi amba yang sedih melihat nasib dari raja salwa yang dihajar oleh bisma dihadapan raja raja lain, maka amba berkata bahwa dirinya tidak bisa menikah oleh wicitrawirya, karena SUDAH MENJALIN HUBUNGAN DENGAN RAJA SALWA.

Bisma mencoba berbicara dengan dewi amba, dan menjelaskan semua prihal dewa brahma yang selama ini telah mencoba membahagiakan dewi amba alias dewa siwa, tetapi wicitrawirya yang sudah mendengar jawaban amba seperti itu, mencoba menutupi kesedihannya, maka wicitrawirya berkata kepada bisma sambil mencegah bisma : “sudahlah, aku senang jika mereka semua bahagia”

Kemudian wicitrawirya berkata kepada amba, ambika dan ambalika : “pergilah kepada salwa, aku yakin dia sangat membutuhkan kalian bertiga”

Namun yang berangkat pergi hanyalah amba, sedangkan kedua adiknya tidak pergi, sehingga segera saja setyawati mengadakan upacara pernikahan antara wicitrawirya dengan dirinya yaitu sebagai ambika dan ambalika.
Hal itu dikarenakan setyawati yang merupakan titisan dewi sinta melihat betapa tulusnya dewa brahma yang selama ini mencintai dewa siwa, dimana dia juga pernah memberikan cinta yang tulus kepada dewa indra yang saat itu sebagai sri rama, tetapi disia siakan begitu saja oleh sri rama hanya karena tidak memiliki rahim.

Dalam persiapan pernikahan itu, wicitrawirya berkata kepada pimpinan kami (timsuksestuhan), mengenai pernikahan dirinya dengan setyawati yaitu sebagai ambika dan ambalika, kemudian pimpinan kami berkata bahwa jika kalian saling mencintai, maka itu semua tidak jadi masalah, karena SALING MENCINTAI adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam suatu pernikahan. Brahma yang saat itu sebagai wicitrawirya menimbang perasaannya terhadap ambika dan ambalika saat itu, yaitu juga termasuk perasaannya terhadap setyawati, termasuk perasaannya terhadap wanita cantik itu, termasuk juga perasaannya terhadap dewi sinta. Dan dalam semedi tersebut brahma menyatakan bahwa dia tidak mencintai ambika dan ambalika, melainkan hanyalah sebagai temannya yang selalu diharapkan kebahagiaannya bersama dewa indra. Kemudian wicitrawirya dalam semedinya meninggal dunia dan meninggalkan kerajaan hastinapura.

Bisma maupun setyawati yang tahu akan meninggalnya wicitrawirya dalam semedinya, hanyalah bisa diam, sehingga bisma menyatakan bahwa dengan perginya wicitrawirya maka sudah tidak ada lagi yang perlu dipertahankan dari kerajaan hastinapura.

Setyawati yang mendengar perkataan bisma tersebut meminta bisma agar mau menikahi mereka, karena setyawati saat itu masih meyakini bahwa bisma merupakan titisan dewa indra, padahal dewabrata yang asli telah dibunuh oleh dewi gangga untuk menyelamatkannya dari hukuman dewa siwa akibat mencuri lembu nandini.

Bisma tetap menolak permohonan setyawati, kemudian setyawati berbicara dan mengingatkan akan janjinya ketika ingin membujuknya menikah dengan santanu, bahwa dirinya adalah ibunya yang ketika akan menikah dengan santanu, bisma berjanji akan selalu berusaha membahagiakan setyawati. Kemudian bisma memikirkan akan permintaan setyawati tersebut, dan menemukan cara dengan memanggil salah satu titisan dewi gangga, yang ketika santanu sebagai raja, pernah membuat badan baru menjadi resi abhyasa, untuk mengajari santanu sebagai raja hastina pura saat masa dahulu.

Dewi setyawati yang mendengar usulan tersebut, menerima dengan pasrah apa yang dikatakan bisma, sehingga bisma dengan kekuatannya berbicara dengan resi abhyasa untuk mau menikahi ambika dan ambalika. Padahal resi abhyasa tersebut merupakan orang yang sama dengan bisma juga. Akhirnya resi abhyasa hadir dan dilangsungkanlah pernikahan antara resi abhyasa dengan ambika dan ambalika.

Resi abhyasa yang juga sebagai bisma, merasa kebingungan dengan sikap setyawati alias wanita cantik itu, alias dewi uma alias dewi sinta, karena ketika sebagai ambika dan ambalika, KENAPA TIMBUL NIATNYA UNTUK MENIKAH DENGAN DEWA BRAHMA ALIAS WICITRAWIRYA, padahal dia merupakan dewi sinta alias, dewi uma alias dewi sinta yang selama ini setia kepada dewa indra alias sri rama.

Akhirnya resi abhyasa berkata agar ketika masuk kedalam kamar amba maupun ambalika HARUS MEMIKIRKAN LELAKI YANG DIA CINTAI dengan tulus, karena anak mereka yang lahir merupakan penitisan dari laki laki yang dia cintai itu, dan wujudnya merupakan wujud yang melambangkan rasa cintanya kepada lelaki yang dipikirkannya tersebut.

Pernikahan ini tentu membuat aneh dimana wanita menikah dengan wanita juga, tetapi karena kelahiran hanyalah sebuah perubahan alam semesta menjadi badan, maka meskipun sesama wanita jika kesaktiannya mampu membuat badan lain, maka hal itu tidaklah merupakan sesuatu yang aneh ataupun sulit bagi kehidupan mereka saat itu.

Resi abhyasa yang merupakan dewi gangga itu sendiri segera memanggil ambika untuk masuk kedalam kamar, dimana resi abhyasa akan membuatkan janin didalam rahim ambika, namun ketika ambika mau masuk, dia menilai akan dewa indra yang selama ini dia cintai, namun karena dewa indra yang menitis menjadi sri rama masa dahulu, telah menyakiti hatinya, malah mematahkan hatinya sehingga ketika masuk dan ambika telah sampai didalam kamar, tetapi hatinya masih ragu akan keyakinannya bahwa dewa indra tidak tulus mencintainya, maka resi abhyasa berkata bahwa anakmu lahir akan buta matanya, karena karena cintamu kepadanya adalah cinta buta, dimana kamu melakukan segalanya untuknya, tanpa memikirkan benar salah maupun baik dan buruk.

Kemudian giliran ambalika yang masuk kedalam kamar, sehingga ambalika yang juga titisan wanita cantik itu, termasuk titisan dewi uma dan juga titisan dewi sinta, memikirkan brahma apakah dia mencintainya atau tidak, maka dia memikirkan brahma baik ketika sebagai dewa maupun sebagai arjuna sasrabahu, maupun juga sebagai laksmana dan juga sebagai wicitrawirya, namun dia mengetahui bahwa perasaan dirinya terhadap brahma hanyalah perasaan iba karena ketulusan brahma yang mencintai dewa siwa. Sehingga setelah sampai didalam ruangan resi abhyasa, maka resi abhyasa berkata bahwa anakmu akan lahir seperti orang pucat, yang menunjukkan perasaanmu terhadap laki laki yang kamu cintai itu ternyata hanyalah perasaan iba saja dan bukanlah perasaan cinta. Orang yang iba tentulah wajahnya tidak berseri seri karena rasa sedih yang dialaminya.

Kemudian setyawati mulai menyadari akan kesalahannya selama ini, sehingga dia membujuk resi abhyasa agar mau menjadikan siapa saja orang yang cocok menjadi raja di hastinapura, sehingga bisa membuat seluruh kehidupan makhluk dialam semesta ini menjadi baik kembali.

Kemudian resi abhyasa mempersilahkan setyawati mencari wanita mana yang dia rasa benar benar tulus mencintai kekasihnya. Kemudian setyawati mengingat kisah antara CITRANGGADA RAJA RAKSASA yang ditinggalkan pergi dengan bunuh diri oleh kekasihnya akibat kekasihnya itu, tidak mau melihat kehidupan lelaki yang dicintainya itu dengan penuh kepura puraan.

Maka resi abhyasa berkata bahwa wanita itu memang tulus mencintai lelaki itu dan lelakinya juga tulus mencintai wanita tersebut, tetapi klo pun dilahirkan maka akan pincang kakinya, karena ketika kekasihnya telah mengambil keputusan ternyata wanita itu meninggalkannya dengan bunuh diri akibat dia tidak sanggup melihat kekasihnya itu hidup denganpenuh kepura puraan.

Maka setyawati meminta agar lelaki itu dilahirkan juga sebagai pangeran hastinapura, karena jika kedua pangeran ini gagal maka dia lah orang yang tepat untuk menjadi raja dihastina pura.

Maka setyawati memanggil seorang pelayan wanita, untuk mau melahirkan seorang pangeran yang merupakan salah satu putra mahkota hastina pura nantinya. Akhirnya setelah setyawati mendapatkan pelayan wanita tersebut dan membujuknya agar mau melahirkan seorang anak yang bisa membantu mempertahankan kerajaan hastina pura. Maka setelah ada pelayan wanita yang mau, maka masuklah dia kedalam kamar resi abhyasa dan resi abhyasa menceritakan bahwa anaknya nanti akan pincang, karena anakmu ini merupakan seorang laki laki yang mencintai dengan tulus seorang wanita tetapi dimasa kejayaannya wanita yang dicintainya itu meninggalkannya. Sehingga kakinya pincang.

Maka hamillah ketiga wanita tersebut dimana :
Ambika melahirkan seorang putra yang merupakan penitisan dewa indra yang buta matanya karena kekasih dewa indra itu terlalu mencintainya hingga tidak melihat benar salah baik dan buruk dalam membela dewa indra dan diberi nama DESTARASTA

Ambalika yang melahirkan seorang putra yang merupakan dewa brahma dimana ternyata ambalika tidaklah mencintainya, dimana wajahnya pucat yang melambangkan rasa iba kepada dewa brahma dan bukanlah rasa cinta, dan diberi nama PANDU.

Seorang pelayan yang melahirkan seorang putra yang cacat kakinya yang merupakan titisan dari SATRUGNA alias CITRANGGADA RAJA RAKSASA, karena wanita yang mencintainya justru pergi meninggalkannya akibat tidak mau melihat laki laki yang dia cintainya itu hidup dengan penuh kepura puraan, dan diberi nam WIDURA.

Bersambung……

Lanjutan mahabharata (2)….

Dewi amba yang tidak mau menjadi istri dari wicitrawirya, kembali ke salwa, dan kemudian kemudian segera menemuinya. Salwa yang saat itu sedang hancur perasaannya karena gagal untuk yang kedua kalinya dalam mengambil kesempatan untuk bisa memperbaiki nama baiknya dalam kepemimpinannya sebagai dewa indra, melalui penitisannya sebagai citranggada raja hastina pura maupun sebagai raja salwa, kemudian memarahi dewi amba. Amba yang dia anggap sebagai hanoman malah diam saja ketika bisma menghajarnya. Dewi amba yang menceritakan kejadian saat dihastina pura dimana dia tidak mau menikah dengan wicitrawirya serta wicitrawirya menganjurkan agar dewi amba kembali ke raja salwa, membuat salwa menjadi marah dan mengusir dewi amba.

Dewi amba yang dengan sedih, segera pergi meninggalkan raja salwa dan kembali ke bisma, sehubungan bisma yang memenangkan sayembara tersebut. Akhirnya setelah sampai ketempat bisma, maka bisma berkata bahwa dia hanyalah membawanya ke hastina pura, kemudian amba memintanya untuk menikahinya, bisma yang sedih melihat nasib dewi amba, yang merupakan orang yang dicintai bapaknya, ditambah lagi merupakan orang yang mengajarinya ketika mengubah alam semesta sehubungan amba adalah dewi pertiwi yang asli, maka bisma mengajaknya bertemu parasurama. Hal ini disengaja oleh bisma karena parasurama adalah dirinya juga, dengan dia berencana agar dirinya sebagai parasurama membela dewi amba, sedangkan dirinya sebagai bisma menolak dewi amba, maka dengan begitu AKAN TERJADI PERTARUNGAN yang tentu saja akan menghancurkan seluruh alam semesta ini, sebab jika ada pertarungan antar sejati MAKA ALAM SEMESTA INI TIDAK AKAN MAMPU MENANGGUNG BEBAN PERTARUNGAN TERSEBUT. Dan pastilah seluruh alam semesta ini akan hancur.

Ketika sampai pada pertapaan parasurama, maka sesuai dengan rencana bisma alias dewi gangga alias parasurama, segera melakukan perdebatan yang akhirnya menjadi pertarungan.

Dewa brahma yang sangat sedih saat itu hanya bisa diam saja, sehubungan memang semua hal yang terjadi terhadap dewi amba adalah pilihannya sendiri.

Makhluk makhluk lain yang mampu menggunakan kekuatan sejatinya hanya menonton saja karena dewi amba sejatinya lebih besar dibandingkan mereka.

Pertarungan tersebut mengguncang seluruh alam, sehingga semua dewa ketakutan akan kekuatan bisma dan parasurama. Pada akhirnya dewi amba yang melihat bahwa alam semesta ini akan hancur maka dia sebagai dewa siwa turun untuk melerai pertarungan tersebut.

Dewa siwa yang diketahui sebagai dewi amba itu sendiri turun dan merelai pertarungan mereka, kemudian memberikan bunga kepada dewi amba, dan berkata bahwa siapapun yang mau engkau kalungkan keleher seorang kesatria, maka dialah yang akan menjadi penyebab kematian bisma.

Bisma dan parasurama dan juga dewi gangga sebenarnya sedih dengan perkataan dewa siwa tersebut, karena dewa siwa maupun dewi amba merupakan orang yang dianggapnya sebagai seorang ibu.

Akhirnya dewi amba menerimavkalung bunga tersebut dan dimulailah pengembaraannya mencari ksatria yang akan menjadi penyebab meninggalnya bisma.

Dewi gangga pergi kebanyak pangeran untuk mau dikalungkan sebagai ksatria yang akan mengalahkan bisma tentu tidak ada yang berani, sehingga dengan rasa sedihnya, dewi amba menggantungkan kalung tersebut pada pintu gerbang kerajaan panchala. Kemudian dengan kesedihannya dewa siwa membakar badannya sendiri hingga menjadi abu.

Raja kerajaan itu ketika tahu bahwa dewi amba, telah pergi meninggalkan kalung bunga tersebut, maka kalung bung tersebut dibiarkan dan dikawal agar jangan ada yang bisa mengambil kalung tersebut.

Setelah lama waktu berlalu dimana raja panchala telah memiliki putri putri yang cantik, maka seorang putrinya yang bernama sri kandi telah memakai kalung yang dijaga tersebut. Dengan pasrah raja panchala menerima takdir bahwa anaknya ini akan menjadi penyebab kematian bisma.

Sri kandi ini merupakan penitisan dewi amba yang juga merupakan penitisan dari dewa siwa.

Bersambung…..

Iklan

MISTERI BATU GANTUNG DANAU TOBA DAN MAKAM NABI MUSA 

bg3

HASIL SEMEDI ALIRAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA (TIMSUKSESTUHAN)


Sebelumnya aku ceritakan dulu siapa khidr, dan musa itu dari zaman sebelum nabi adam hingga zaman setelah nabi adam.


Khidir itu dahulu sebenarnya dewi gangga yang pada akhirnya memakai badan anaknya sendiri si dewa brata menjadi bisma, sedangkan musa itu batara kala, ya santanu, ya duryudhana. Jadi khidr dan musa itu dahulu suami isteri hanya saja musa tidak tahu, bahwa khidr itu istrinya pada zaman dahulu sebelum nabi adam.

Nah pada kisah nabi musa ketika dia keletihan, dia minta makanan, maka si muridnya itu, “ya khidr juga”, menceritakan mengenai kehilangan ikannya. Ikan yang dimaksudkan muridnya itu bukan lah makanan, tetapi sepasang naga (yajuj dan majuj) atau juga PENA yang bisa mengubah alam semesta ini, menjadi ini dan itu (termasuk makanan), dan merupakan lambang AJUDAN pemimpin seluruh makhluk (ajudan wisnu), dan dilambangkan juga oleh raja jawa sebagai gelang naga dikedua lengan raja jawa.

Nih ayatnya :

Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):62 – Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.

Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):63 – Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.

Khidr ingin menghancurkan sepasang naga itu, untuk menyelamatkannya, sehubungan sepasang naga itulah yang selama ini berbicara kepada malaikat dan memanfaatkan kebodohan malaikat, dengan mengakui dirinya tuhan. Ditambah lagi ternyata si yajuj (naga laki) itu merupakan dewa brata, yaa … anak mereka pd kisah dahulu sewaktu menjadi suami istri sebagai santanu dan dewi gangga, Tapi musa tidak ingat. Dengan sepasang naga itu hancur, maka akan sulit membuktikan bahwa sepasang naga itulah yang selama ini berbicara kepada malaikat dan mengakui dirinya tuhan.

Karena itulah makanya khidr ingin menghancurkan yajuj dan majuj yang bersemayam pada lengannya dengan cara bunuh diri, yaitu menghantamkan dirinya (dimana sepasang naga itu bersemayam dikedua lengan khidr) ke lapisan langit yang berupa tanah putih retak retak (tembok dzulkarnaen). Nah… tetapi badan khidr maupun sepasang naga (ikan) yg bersemayam dibadan khidr tidak hancur, malah tembok zulkarnaen itulah yang hancur, karena ADA SATU SEJATI MAKHLUK yang melindungi nabi khidr agar tidak terluka, sehingga nabi khidr tidak berhasil menghancurkan sepasang naga yang bersemayam dibadannya untuk bisa menyelamatkannya dengan cara membunuh dirinya sendiri.

Namun karena musa melihat diatas langit kita ini ada tembok zulkarnaen yang berupa tanah putih retak retak, yang hancur akibat perbuatan khidr (padahal khidr sebenarnya ingin bunuh diri untuk menghancurkan ikan itu/sepasang naga, bukan untuk menghancurkan tembok dzulkarnaen), dan diatas tanah putih retak retak itu ada lumpur hitam, yang ketika tembok zulkarnaen hancur maka pastilah lumpur hitam itu akan jatuh kearah kita (bumi) maka musa berkata mengenai lubang dilangit yang dia kira, sikhidr sengaja membuatnya, padahal maksudnya untuk menghancurkan sepasang naga tadi.

Nih ayatnya :

Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):71 – Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: “Mengapa kamu melobangi perahu itu akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?” Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.

…(Alam semesta yang kita tinggali ini disebut perahu oleh nabi musa karena jika kita keluar alam semesta ini maka dahulu bisa berpindah pindah, sehingga disebut perahu, kemudian disanggah oleh dua ujung jari telunjuk dan jempol tangan kanan (kalau dialquran dua ujung jari itu disebut sebagai dua buah gunung atau dua buah bukit)…

Si khidr menjelaskan bahwa alam semesta yang kita tinggali ini adalah milik orang miskin yang bekerja dilaut. Orang miskin ini adalah semar alias iblis yang dahulu ingin membuat surga sendiri. Dengan bantuan sepasang naga itu maka semar membuat bumi yang kita tinggali ini yaitu dari bahan dasar alam semesta yang berlumpur hitam menjadi bumi yang masih berupa bumi masa dzulkarnaen (yaitu zaman setelah mahabharata dan sebelum masa nabi adam), yang mana dzulkarnaen (raden karna) turun diantara dua buah gunung/bukit (sebenarnya maksud gunung/bukit itu adalah diantara dua buah ujung jari telunjuk dan jempol tangan kanan) dan menikmati pembayaran dari kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Nah … Klo dialquran, sepasang naga tersebut disebut yajuj dan majuj serta disebut juga sebagai PENA. 

Nih ayatnya : 

Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):79 – Adapun bahtera (alam semesta yang kita tinggali saat ini) itu adalah kepunyaan orang-orang miskin (semar atau iblis yang dahulu ingin membuat surga sendiri) yang bekerja di laut (lumpur hitam atau bahan dasar alam semesta), dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. (padahal khidr bukan berniat untuk menhancurkan dinding dzulkarnaen, melainkan untuk bunuh diri agar sepasang naga itu hancur bersama dirinya)

Setelah tidak berhasil menghancurkan ikan atau sepasang naga yang bersemayam dibadan khidr, maka khidr mencari “sejati” siapa yang menghalangi dirinya, maka mereka melewati ruang waktu dan berhasil menemui sejati makhluk yang menghalangi khidr dan juga melindungi nabi khidr itu agar tidak terluka ketika ingin bunuh diri. Nah anak itu ternyata tidak bertangan dan berkaki, ya…anak nabi sulaiman dan ratu balqis, dan ketika menemuinya maka tanpa disadari khidr, tangan kanannya langsung membunuh anak tersebut. Khidr sebenarnya sedih karena dia juga sebenarnya ratu balqis itu sendiri dan musa juga sebenarnya ya… nabi sulaiman itu sendiri pada kehidupan mereka masa lalu. Akibat musa tidak tahu (ingat) dan kemudian bertanya kepada khidr, kenapa khidr berbuat hal itu, maka khidr langsung MEMBENTAKNYA. 

Kemudian mereka menempuh waktu lagi dengan tujuan mencari tempat agar bisa menyembunyikan sepasang naga itu, dan mereka memasuki menara babel yang merupakan gua ashabul kahfi, tetapi tidak diijinkan tinggal oleh dua orang yang termasuk berkuasa ditempat itu.

Nah…karena tidak diijinkan tinggal dan khidr ingin menyembunyikan sepasang naga itu, ditambah lagi ternyata tembok penutup gua ashabul kahfi yang dibuat oleh anjing penggembala hampir roboh, maka khidr memasukkan lengannya kedalam tembok tersebut untuk menegakkannya sekaligus menyembunyikan sepasang naga/pena/yajuj dan majuj/ajudannya wisnu itu kedalam gua tersebut. 

Nah…karena tidak diijinkan tinggal dan khidr ingin menyembunyikan sepasang naga itu, ditambah lagi ternyata tembok penutup gua ashabul kahfi yang dibuat oleh anjing penggembala hampir roboh, maka khidr memasukkan lengannya kedalam tembok tersebut untuk menegakkannya sekaligus menyembunyikan sepasang naga/pena/yajuj dan majuj/ajudannya wisnu itu kedalam gua tersebut.

Itulah kisah khidr sekaligus juga KISAH “MENINGGAL”NYA NABI MUSA DENGAN CARA TETAP MENATAP TEMBOK GUA ASHABUL KAHFI YANG JUGA MERUPAKAN TANAH KANAAN YANG DIJANJIKAN.

NAGA ITU NANTI AKAN KELUAR PADA AKHIR ZAMAN INI DAN DISEBUT SEBAGAI “DAABBATUL ARD” ATAU BINATANG MELATA YANG BISA BERBICARA.

BATU GANTUNG DANAU TOBA ADALAH MAYAT DARI NABI KHIDR, NABI MUSA DAN ANJING YANG MENUTUP TEMBOK GUA ASHABUL KAHFI.




Setelah kejadian itu, maka sepasang naga tersebut dikeluarkan dengan CARA PAKSA dari lengan nabi khidr, sehingga khidr berkata bahwa ikan itu berjalan dengan cara yang aneh sekali.

pertanyaannya :

siapakah makhluk yang mampu mengeluarkan ikan itu dari lengan nabi khidr? dan siapa juga makhluk yang melindungi nabi khidr sehingga tembok yajuj dan dan majuj berlubang?

masih belum tahu ya?….cucian deh loh……!!!!

BELAJAR SEMEDI DULU 

wakakakakakak

Bukti Kebiadaban Allah SWT!

TIMSUKSESTUHAN

Sebelum membahas mengenai Allah SWT menurut hasil penyelidikan kami, alangkah baiknya kami menjelaskan terlebih dahulu bahwa tuhan kami yaitu “TUHAN YANG SEBENARNYA” lebih menyayangi makhluk ciptaannya dibandingkan dirinya sendiri. ITU YANG MEMBUAT KAMI KECEWA.

Kesimpulan ini kami ambil karena ketika masa mahabharata dahulu kala, saat kresna berdebat dengan arjuna sebelum perang mahabharata, dimana dalam perdebatan itu arjuna membela ajaran panglima perang kami mengenai siapa tuhan yang sebenarnya, tetapi kresna tetap membantah, sehingga ketika arjuna mengalah dan bertanya balik kepada kresna : jika “ITU” bukanlah tuhan yang sebenarnya (maksudnya ketuhanan yang diajarkan panglima perang kami), lalu siapa tuhan yang sebenarnya?. Kemudian kresna diam karena apa yang dikatakan arjuna mengenai ketuhanan yang diyakini panglima perang kami adalah memang TUHAN YANG SEBENARNYA. Namun karena dendam masa lalu kresna kepada panglima perang kami, pada akhirnya kresna malah mengakui dirinyalah tuhan dengan berkata : arjuna, aku adalah tuhan ini bentuk semesta ku!. Dan badan yang di tunjukkan kresna itu adalah badan yang dipakainya dimana alam malaikat dan seluruh malaikat berada dalam badannya.

Setelah itu maka panglima perang kami menantang tuhan yang sebenarnya agar tuhan yang sebenarnya mengalahkan panglima perang kami dengan memusnahkan “sejatinya”, sehingga kresna (dan makhluk mana pun) tidak ada yang mengaku dirinya tuhan lagi. Tetapi tuhan yang sebenarnya tetap diam.

Dan setelah perang bharatayudha selesai yaitu ketika dzulkarnaen (alias karna) telah memakai sepasang naga (yajuj dan majuj)  sebagai lambang bahwa dialah pemimpin seluruh makhluk selanjutnya, maka dzulkarnaen membakar alam semesta yang kita tinggali saat ini sehubungan dia lebih membela sepasang naga (yajuj dan majuj) yang telah dikuasakan kepadanya, ditambah lagi dzulkarnaen itu sebenarnya adalah naga laki tersebut yaitu si yajuj.

Nih ayatnya : Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):95 – Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya (NYA disini adalah yajuj dan majuj alias sepasang naga) adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,

Nah dari kisah dzulkarnaen diatas menunjukkan bahwa dia bukannya ingin membuat dinding melainkan malah menghukum “kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan itu” dengan membakarnya karena telah menyatakan bahwa yajuj dan majuj adalah orang yang merusak dimuka bumi. Ditambah lagi dzulkarnaen tersinggung karena diri dia sebenarnya adalah naga laki tersebut (yajuj).

Seharusnya alam yang kita tinggali saat ini sudah hancur dibakar oleh dzulkarnaen tetapi karena ada kekuatan sejati makhluk yang melindungi alam yang kita tinggali saat ini maka dzulkarnain hanya membakar di permukaan saja. Dan sejati makhluk yang melindungi alam yang kita tinggali ini ketika dibakar dzulkarnaen adalah sejati makhluk si parikesit. Dan penitisan parikesit salah satunya menitis menjadi anak nabi sulaiman yang tidak bertangan dan berkaki, dialah orang yang membela dajjal sehingga disebut almasih ad dajjal.

Dan ketika kami menantang al masih addajal alias parikesit alias anak nabi sulaiman sehubungan kata muhammad dia akan mengakui dirinya tuhan, maka menjelaskan bahwa dia berniat mengakui dirinya tuhan karena ingin menyelamatkan keluarganya, yang ternyata selama ini, keluarganyalah yang mengaku ngaku sebagai tuhan. Karena kedepannya akan berlaku TERBOLAK BALIKNYA ZAMAN, yaitu bukan makhluk lagi yang diuji, melainkan tuhan lah yang akan diuji, apakah tuhan atau bukan.

Sehubungan yang menguji adalah panglima perang kami maka almasih addajal tahu bahwa hanya tuhan yang sebenarnyalah yang sanggup mengalahkan panglima perang kami, sehingga dia mencoba melindungi keluarganya karena takut jika keluarganya yang akan tersiksa oleh panglima perang kami, dengan cara mengakui dirinya tuhan.

Setelah peristiwa dzulkarnaen diatas maka dimulailah zaman nabi adam dimana yang menjadi Allah SWT Adalah Dzulkarnaen. 

Bersamaan berjalannya waktu, dzulkarnaen menyadari bahwa pada keningnya muncul kelamin laki laki setelah dia menikmati pembayaran yang diberikan oleh kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Dzulkarnaen marah sehingga dia ingin membuat raga lagi dengan membuat badan baru yaitu badan adam.

Arjuna yang saat itu tidak memakai badan, hanya sejati saja juga mengetahui kemarahan dzulkarnaen, sehingga arjuna meminta kepada panglima perang kami agar arjuna DIBANTU LAGI untuk memakai badan, dimana jika dia dibuatkan badan lagi maka dzulkarnaen akan memakai badannya tersebut seperti kisah mereka zaman dahulu ketika arjuna sebagai arjuna sasrabahu dan dzulkarnaen sebagai bambang sumantri. Saat itu ketika bambang sumantri tewas maka arjuna sasrabahu membiarkan badannya dipakai oleh bambang sumantri untuk mengalahkan rahwana.

Panglima perang kami menyetujuinya, ditambah lagi meskipun dzulkarnaen bukan makhluk yang cocok sebagai pemimpin seluruh makhluk sesuai dengan titah tuhan tadi, tetapi arjuna menjelaskan bahwa dzulkarnaen  mampu menyelesaikan permasalahan ketuhanan ini. Maka panglima perang kami dengan kekuatan sejatinya MENIRU kekuatan sepasang naga dalam mensingkronkan Makhluk makhluk yang masih berupa sejati dengan badannya, yaitu membuat tersingkron antara sejati arjuna dengan badannya yang baru. Tetapi panglima perang kami hanya mengunci sejati arjuna dan membuat tersingkron dengan alam semesta berupa nur rasa atau rasa sejati.

Kemudian dzulkarnaen melihat nurrasa atau rasa sejati yang baru saja dibuat panglima perang kami tetapi sejati arjuna tidak ada pada nurrasa tersebut, tersingkronnya sejati arjuna dengan nur rasa itu, dengan cara dihubungkan langsung melalui kekuatan sejati panglima perang kami.

Kemudian dzulkarnaen langsung membuat badan baru untuk nur rasa tersebut yang mirip sekali dengan badan arjuna sasrabahu dengan menitahkan kepada malaikat yang ada didalam badan dzulkarnaen. Titah dzulkarnaen ini tertulis dialquran yaitu: Al-Ĥijr:28 – Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,

Setelah arjuna dibuatkan badan oleh dzulkarnaen yaitu badan manusia dan belum diberi nama, maka arjuna memikirkan tentang perihal panglima perang kami sehingga memori mengenai siapa panglima perang kami dan apa yang dikerjakan saat itu yaitu sedang menantang tuhan, akan tertinggal memorinya dikepala manusia itu.
Saat itu arjuna yang telah dibuatkan badan baru yaitu badan adam, dia hanya diam saja, tidak berkata  maupun bergerak, dia hanya terus mengingat sehingga ketika allah swt (dzulkarnaen) memakai badannya, maka akan mengingat pesan dari ingatan yang telah dititipkan arjuna pada badan tersebut. Dan akhirnya setelah arjuna atau adam tadi disuapkan buah khuldi tersebut maka allah swt memenggal kepala adam. Karena allah swt takut ketahuan rahasianya bahwa dia bukanlah tuhan.

Allah swt (dzulkarnaen) mengira bahwa makhluk yang dibuatkan badannya lagi akan melupakan kejadian masa lalu dan tidak mengingat kejadian apapun (padahal untuk makhluk yang sudah bisa mengaktifkan sejatinya/dirinya sendiri maka ia tetap akan mengingat kejadian masa lalu meskipun sudah dibuatkan badan yang baru lagi). Dan bila memakan buah khuldi atau buah pengetahuan maka akan tahu klo allah swt bukanlah tuhan sehingga dia melarang untuk memakan buah khuldi (buah pengetahuan) itu. Karena adam disuapi buah khuldi tersebut maka dia (allah swt/dzulkarnaen) memenggal kepala adam kemudian pada akhirnya memakai kepala adam sebagai kepalanya untuk turun kebumi sebagai adam.

Ini ayat dialquran yang menceritakan bahwa allah swt memenggal kepala adam: Sapi Betina (Al-Baqarah):36 – Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain (kepala adam dipenggal), dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

Kemudian allah swt memakai kepala adam untuk menjadi kepalanya dan turun kebumi dan mengaku ngaku sebagai adam.

Sesuai dengan kisah yang telah kami ceritakan mengenai yajuj dan majuj dimana dzulkarnaen adalah yajuj (naga laki) yang merupakan salah satu makhluk yang menyaksikan titah TUHAN YANG SEBENARNYA bahwa: UNTUK SEMENTARA KEHIDUPAN MAKHLUK BAIK DIDALAM MAUPUN DILUAR ALAM SEMESTA DIPIMPIN OLEH MAKHLUK YANG MAMPU MENGGUNAKAN KEKUATAN SEJATINYA SECARA PENUH DAN DIBANTU OLEH SEPASANG NAGA UNTUK MENGUBAH UBAH ALAM SEMESTA MENJADI BADAN DAN ALAM MAKHLUK SEHINGGA LEBIH BISA MENIKMATI HIDUP, ditambah lagi setelah dia membakar alam semesta ini dia akhirnya mengetahui bahwa panglima perang kami sedang menantang tuhan untuk mengujinya KARENA TELAH MEMAKAI KEPALA ADAM (ARJUNA) DAN MEMPEROLEH INGATAN YANG DITITIPKAN ARJUNA DI KEPALA ADAM, maka dzulkarnaen karena ketakutan, langsung menyerahkan kepemimpinan seluruh makhluk kepada makhluk yang sesuai dengan titah tuhan tadi.

Ketakutan dzulkarnaen (allah swt) karena malaikat sudah berada didalam badan zulkarnaen (raden karna) sehingga dia juga menyadari bahwa malaikat pasti menduga setiap ucapan zulkarnaen akan dianggap sebagai suara tuhan oleh malaikat.

Inilah firman dimana allah swt/dzulkarnaen menitahkan untuk menyerahkan seluruh kepemimpinan makhluk kepada sejati makhluk, yang sesuai dengan titah TUHAN YANG SEBENARNYA yang sesuai dengan kisah awal mula aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa : Sapi Betina (Al-Baqarah):30 – Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Dan bukti tambahan bahwa malaikat bukanlah orang orang yang benar adalah: Sapi Betina (Al-Baqarah):31 – Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!”
Itulah bukti bahwa malaikat bukanlah orang orang yang benar karena menyembah tuhan yang salah (makhluk yang dianggap sebagai tuhan).

Ini bukti alquran yang memperkuat bahwa zulkarnaen adalah allah swt :
1. alquran membuktikan bahwa sudah ada SISTEM KEPEMIMPINAN SEORANG MAKHLUK YANG MEMIMPIN SELURUH MAKHLUK (diagama hindu pemimpin seluruh makhluk diberi gelar WISNU) sebelum tuhan yang memimpin, sesuai dengan agama saya, YAITU KISAH ZULKARNAEN :
Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):84 – Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,
Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):86 – Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.
Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):87 – Berkata Dzulkarnain: “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, KEMUDIAN DIA DIKEMBALIKAN KEPADA TUHANNYA, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.
Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):88 – Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami”.

Ayat diatas merupakan bukti adanya SISTEM KEPEMIMPINAN MAKHLUK TERHADAP SELURUH MAKHLUK sebelum tuhan yang memimpin.

Sangat jelas, kalau zulkarnaen tahu bahwa SUATU HARI NANTI TUHAN AKAN MEMIMPIN.

Amatilah apa yang akan dilakukan oleh zulkarnaen, dan apa yang diperintahkan allah swt selama ini!

Sama PERBUATAN antara perintah allah swt dengan apa yang telah dijanjikan dan akan dikerjakan oleh zulkarnaen terhadap makhluk yang dikuasakannya !!!!

Kami perjelas dengan ini:

Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):88 – Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami”.

Pertanyaannya :
1. BISAKAH makhluk (zulkarnaen) memberikan pahala atau menentukan pahala kepada makhluk lain menurut islam? Mirip sekali dengan apa yang diperbuat oleh allah swt.

2. zulkarnaen berani MEMERINTAH kepada orang yang beriman dan beramal saleh???? Siapa zulkarnaen itu, kok BERANI BERANINYA memerintah orang yang beramal saleh???

Jika zulkarnaen adalah nabi, bukankah setiap perintah tuhan, juga berlaku bagi nabinya!!! trus gimana dengan nabi yang satu ini, kok sombong sekali, SEPERTI ALLAH SWT aja ya…

Diperkuat lagi dengan yang ini :
Penghuni-penghuni gua (Al-Kahf):87 – Berkata Dzulkarnain: “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.

Ayat diatas jelas sekali menyebutkan kata “AZAB”, dan zulkarnaen MENGAZAB terlebih dahulu baru kemudian tuhan yang mengazab. Siapa zulkarnaen ini, kenapa perbuatannya seperti allah swt?

Mari kita bandingkan kelakuan zulkarnaen dengan kelakuan allah swt!!!!

SAMA ATAU TIDAK.

Siapakah yang boleh memerintah kepada orang soleh menurut alquran?
Jawabannya adalah allah swt dan zulkarnaen.

Siapakah yang boleh mengazab menurut alquran ?
Jawabannya adalah allah swt dan zulkarnaen.

Jelas banget khan….

Dan bukti KEBIADABAN allah swt lainnya adalah mengklaim secara sepihak bahwa apa yang dilakukan allah swt sebagai PENCIPTAAN hanyalah bohong belaka, sehubungan semua yang dilakukan oleh allah swt dan diklaim sebagai penciptaan, ternyata hanyalah perubahan saja.

BAHKAN “KUN FA YAKUN” SAJA HANYALAH PROSES PERUBAHAN, BUKANLAH PENCIPTAAN (YANG AWALNYA TIDAK ADA TIBA TIBA ADA). 

Silahkan anda baca alquran dan buktikan sendiri apa yang saya katakan!!!

BETAPA BIADABNYA ALLAH SWT ITU MENGAKUI DIRINYA ADALAH TUHAN.

Kisah Dajjal di Masa Nabi Muhammad

Hasil Semedi Timsuksestuhan (Aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa)

Tulisan ini merupakan hasil semedi kami, dalam penelusuran waktu kebelakang yang telah kami lakukan dalam menilai dan menghadapi kekuatan dajjal. Sesuai ajaran islam dimana dajjal KATANYA, nanti akan mengakui dirinya tuhan, maka dia merupakan salah satu yang akan kami uji kekuatannya, LAYAK ATAU TIDAK SEBAGAI TUHAN.

Tulisan kami sebelumnya telah mengkisahkan bahwa dajjal yang dimaksudkan islam adalah makhluk yang memiliki tanda sebuah kelamin laki laki dijidadnya, dimana muhammad menyatakan bahwa dijidad dajjal terdapat tulisan KAF FA RO, yang ternyata maknanya adalah kelamin laki laki. Tanda dajjal ini juga tertulis di alquran, tetapi berhubung ulama islam banyak yang BODOH dan BESAR CAKAP DOANG, APALAGI YANG MENGAKU NGAKU HABIB (KETURUNAN MUHAMMAD), yang bisanya hanya “MENYANYI” dan menjadi biduan sholawat badar (wakakakakakakakakaka), tentu tidak mengetahui rahasia alquran, bahwa tanda dajjal yang berupa kaf fa ro, ternyata tertulis dialquran :

Pena (Al-Qalam):16 – Kelak akan Kami beri tanda dia di belalai(nya).

Belalai yang dimaksudkan alquran diatas adalah kelamin laki laki yang ada dijidad dajjal.

Begitu mudahnya menilai makna alquran. Bagi kami (Aliran Kepercayan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa), sangat mudah sekali mencari makna yang terkandung dialquran. Alquran itu ibarat buku anak SD sedangkan kami (yang membaca) sudah tamat kuliah, tentu tanpa membaca pun kami sudah tahu seberapa tinggi ilmu yang diajarkan alquran. Jika ada umat islam memberikan kepada kami alquran sebagai pedoman, tentu alquran itu hanya kami jadikan bungkus BELACAN (TERASI) saja, karena ilmunya biasa saja, gak jauh beda dengan buku anak SD lainnya.

Begitulah kemampuan para ulama islam dalam menafsirkan alquran, bodoh dan tentu CUMA BESAR CAKAP DOANG SAJA, mencari makna alquran yang menceritakan dajjal saja tidak bisa, hanya mengandalkan jenggot dan gelar saja. Apalagi yang mengaku habib, Waduh…,lebih parah lagi…. cuma jadi biduan sholawat, gak jauh beda ama biduan keyboard yang sering manggung dikampung kampung.

Wakakakakakakakakkaa
Wakkakkakakakakakaka
Wakakakkakaakakakaka

Kembali ke topik…
Dajjal pernah menggunakan kekuatannya ketika masa setelah muhammad. Yaitu pada masa pembantaian cucu muhammad, si husain. Dalam penelusuran waktu kebelakang yang kami lakukan, dajjal mengendalikan badan para penduduk kuffah yang ingin membaiat hussain menjadi khalifah mereka. Sehingga orang orang kuffah yang awalnya mendukung hussain menjadi khalifah tidak sadarkan diri, dan yang mengendalikan badan mereka adalah dajjal dan pengikutnya. Tentu kemampuan dajjal ini, tidak diketahui oleh ulama ulama islam, apalagi penyanyi islam yaitu para habib, wakakakaka….(SUNGGUH TERHINA KAMI JIKA PARA ULAMA DAN HABIB MENJADI PANUTAN KAMI).

Dengan mengendalikan badan para penduduk kufah yang datang menyambut kedatangan hussain, dajjal dan pengikutnya membunuh hussain dengan memakai badan penduduk kuffah yang ingin membaiat imam husain, dan tentu saja setelah hussain terbunuh maka dibuat kembali tersingkron lagi antara sejati penduduk kuffah dengan badannya. Pastilah penduduk kufah tersebut terkejut karena tiba tiba dihadapan mereka hussain telah terbunuh. Dengan kenyataan yang terjadi, maka penduduk kuffah yang ingin menyambut hussain merasa bersalah sehingga mereka saling berbunuh bunuhan untuk memperoleh pengampunan tuhan mereka, karena hal itu termasuk cara islam yang diajarkan pada masa nabi musa ketika kaum yahudi disesatkan oleh samiri.

Kekuatan Dajjal ini juga pernah muncul masa umar bin khattab, yaitu saat umar bertemu dengan, ibnu shayid:

Dalam satu riwayat dari Nafi’, ia berkata, “Ibnu Umar berkata, “Saya pernah bertemu Ibnu Shaaid (Ibnu Shayyad) dua kali. Setelah saya bertemu yang pertama kali, saya bertanya kepada beberapa orang, “Apakah Anda mengatakan bahwa dia itu Dajjal?” Jawabnya, “Tidak, demi Allah.” Semua berkata, “Anda berdusta. Demi Allah, sebagian Anda telah memberitahukan kepadaku bahwa dia tidak akan mati sehingga menjadi orang yang paling banyak harta dan anaknya. Dan demikianlah anggapan mereka hingga hari ini. Lantas kami berbincang-bincang, kemudian kami berpisah. Kemudian bertemu lagi sedangkan sebelah matanya telah buta, lalu saya bertanya, “Sejak kapan mata Anda demikian?” Dia menjawab, “Tidak tahu.” Saya bertanya, “Apakah Anda tidak tahu padahal mata itu ada di kepala Anda sendiri?” Dia berkata, “Jika Allah menghendaki, Dia menciptakan yang demikian ini pada tongkatmu.” Lalu dia mendengus seperti dengus himar. Kemudian sebagian sahabat saya menganggap bahwa saya telah memukulnya dengan tongkat saya sehingga matanya cidera, padahal demi Allah saya tidak merasa (berbuat) sama sekali.”

Sebenarnya, melalui penelusuran kami ke waktu belakang (masa lalu) mengenai kisah umar dengan ibnu sayid diatas, maka dajjal dengan kekuatannya mengendalikan badan umar dan tanpa disadari oleh umar, badan umar yang telah dikendalikan dajjal, memukulkan tongkat yang ada pada tangan umar kemata ibnu sayid sehingga patah. Kemudian membuat umar tersadar kembali dan melihat bahwa mata ibnu sayid telah bengkak dan memar. Sedangkan umar tidak sadar apa yang telah terjadi.

Dan pada penelusuran waktu kedepan dimasa yang akan datang, yang kami lakukan melalui semedi, ternyata dajjal juga muncul dan mencoba kembali menggunakan kekuatan yang sama seperti masa dahulu pada akhir zaman nanti. Ini juga sudah diriwayatkan oleh muhamad melalui hadits dibawah ini :

Dajjal akan turun ke Mirqonah (nama sebuah lembah) dan mayoritas pengikutnya adalah kaum wanita, sampai-sampai ada seorang yang pergi ke isterinya, ibunya, putrinya, saudarinya dan bibinya kemudian mengikatnya karena khawatir keluar menuju Dajjal”. (HR. Ahmad 2: 67. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini Hasan)

ITULAH KISAH SALAH SATU KEMAMPUAN DAJJAL YANG DITAKUTI ISLAM, DAN TENTU SAJA BAGI KAMI ILMU DAJJAL ITU HANYALAH SAMPAH SAJA DIBANDINGKAN KEKUATAN SEJATI KAMI.

Dari tulisan ini tentu menunjukkan betapa RENDAHNYA kemampuan agama islam, sungguh para pemuka islam yang sangat terpandang oleh umat islam “YANG KATANYA CALON MASUK SYURGA”, bagi kami hanyalah kumpulan orang orang yang tidak layak menjadi pemimpin, APALAGI MENJADI PEMIMPIN KAMI.

Islam…islam…HANYA SEPERTI INI KAH KEMAMPUAN KALIAN?
MENGHADAPI DAJJAL SAJA TIDAK SANGGUP?

Inikah agama yang kalian banggakan itu?

Sungguh terhina kami jika memeluk agama kalian!

Janganlah agama islam kalian ini, yang jelas jelas HINA, kalian sebarkan dan kalian ajak yang lain untuk memeluknya, sehingga mereka jadi ikut terhina juga bersama kalian.

CUKUP KALIAN SAJA YANG TERHINA, JANGAN AJAK YANG LAIN….

Kecerobohan Allah SWT

Hasil semedi Aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Timsuksestuhan)

Berikut ini adalah bukti ayat ayat alquran yang menunjukkan kecerobohan allah swt sebagai tuhan, sehingga mengindikasikan bahwa Allah SWT bukanlah tuhan yang sesungguhnya, melainkan hanyalah tuhan yang palsu.

Ketika penciptaan adam (sebenarnya bukan penciptaan, melainkan hanyalah membuat tersingkronnya sejati makhluk dengan alam semesta berupa badan), allah swt ternyata melakukan kesalahan yang fatal. Dalam proses yang diklaim sebagai penciptaan oleh allah swt, ternyata jauh hari allah swt telah mengidolakan adam sebagai khalipah, tetapi ternyata malah membuat malu dirinya sendiri, dan pada akhirnya allah swt menjadikan banyak kalipah agar menutupi aibnya sendiri :

Dibawah ini adalah bukti ayat alquran yang menunjukkan harapan besar allah swt kepada adam sebagai seorang khalipah, sampai sampai seluruh malaikat disuruh sujud, bahkan sebelum penciptaan adam pun sudah diperintahkan untuk bersujud kepada adam. PENGGUNAAN KATA “IDZ” YANG ARTINYA “INGAT” MENUNJUKKAN BAHWA PERISTIWA YANG DIKATAKAN MENUNJUKKAN PERISTIWA DIMASA LALU.

-Al-Hijr:28 – Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan SEORANG MANUSIA dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,

-Al-Hijr:29 – Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

-Al-Hijr:30 – Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,

AYAT 28-30 AL HIJR DIATAS MENUNJUKKAN PERISTIWA PERINTAH SUJUD KEPADA ADAM DIATAS TERJADI SEBELUM ADAM DICIPTAKAN, DAN PELAKSANAAN SUJUDNYA MALAIKAT SESAAT SETELAH ADAM TELAH TERCIPTA. BERARTI KETIKA ADAM BARU SAJA DICIPTAKAN MAKA ADAM TELAH MENJADI KHALIPAH.

Ayat dibawah ini menunjukkan KEKECEWAAN allah swt kepada adam, dan tampak menunjukkan bahwa adam setelah diciptakan dan telah diangkat menjadi kalipah, maka adam gagal menjalankan perintah :

-Taha:115 – Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan TIDAK Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

Ayat dibawah ini menunjukkan, setelah allah swt kecewa dan malu karena adam tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan allah swt, maka untuk menutupi aibnya, Dia menjadikan khalipah yang lain lagi selain nabi adam. Terbukti arti ayat dibawah ini menunjukkan perintah allah mengenai pengangkatan seorang khalipah setelah adam menjadi khalipah (sesuai surah al hijr 28-30). Hal ini tentu mengindikasikan bahwa ADA PERISTIWA (ZAMAN) KEKHALIPAHAN ADAM YANG TELAH TERJADI (dan adam gagal sesuai dengan surah taha ayat 115) TETAPI DIRAHASIAKAN OLEH ALLAH SWT sebelum diturunkannya surah albaqarah ayat 30-33 dibawah ini :

-Sapi Betina (Al-Baqarah):30 – Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

-Sapi Betina (Al-Baqarah):31 – Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang BENAR!”

-Sapi Betina (Al-Baqarah):32 – Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

-Sapi Betina (Al-Baqarah):33 – Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

AYAT SELANJUTNYA DARI AYAT DIATAS YAITU ALBAQARAH AYAT 34 MENGENAI PERINTAH SUJUD KEPADA ADAM, KEMBALI LAGI MENGGUNAKAN KATA “IDZ”, YANG ARTINYA “INGATLAH”, SEHINGGA MESKIPUN AYAT 34 INI MERUPAKAN KELANJUTAN DARI AYAT 33, TETAPI KARENA MENGGUNAKAN KATA “IDZ” MAKA MENUNJUKKAN PENEGASAN BAHWA PERISTIWA AYAT 34 BELUM TENTU MENCERITAKAN PERISTIWA YANG SAMA DI AYAT 33 :

-Sapi Betina (Al-Baqarah):34 – Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

JADI PERISTIWA KEJADIAN PADA AYAT 34 BUKANLAH PERISTIWA YANG SAMA DENGAN PERISTIWA DI AYAT 33.

Kecerobohan allah swt tersebut dalam permasalahan kekhalipahan, terulang lagi, sehingga untuk menutupi aibnya, maka allah swt MERUBAH ketentuannya, dimana awalnya hanya mengangkat SEORANG khalipah, kemudian mengganti menjadi BANYAK khalipah. Ini terbukti dari ayat dibawah ini :

-Pencipta (Fatir):39 – Dialah yang menjadikan kamu KHALIFAH – KHALIFAH di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.

Berdasarkan Alquran diatas maka kami Timsuksestuhan (Aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa) AKAN SANGAT TERHINA JIKA MENGAKUI ALLAH SWT ADALAH TUHAN.